Relationship

Pamer Kemesraan di Medsos Belum Tentu Bahagia, Ini Alasan Kuat Kamu Gak Perlu Lakukan Hal yang Sama

pasangan-langgeng

Jengkel melihat temanmu sering mengunggah foto kemesraan dengan pacarnya di media sosial? Mungkin saat ini dia sedang merasakan indahnya romansa cinta, dunia serasa milik berdua sehingga tidak tahan untuk “pamer” kebahagiaan pada orang banyak lewat akun media sosial miliknya.

Tapi benarkah momen bahagia yang selalu mereka posting benar-benar menujukan kebahagiaan?  Faktanya menurut penelitian justru pasangan yang jarang atau tidak pernah posting status di media sosial lebih bahagia daripada mereka yang sering.

Fakta ini diungkap oleh salah satu media di Amerika mengungkapkan, pasangan bahagia umumnya akan menahan diri untuk mempublikasikan apapun tentang hubungan mereka di media sosial. Kenapa? Karena mereka akan fokus pada hubungan yang sedang dijalaninya dan melakukan yang terbaik untuk kepentingan bersama, mereka tidak butuh pengakuan dari orang lain tentang hubungan yang sedang dijalani saat ini.

WAKTU TERLALU SEDIKIT JIKA DIGUNAKAN HANYA UNTUK POSTING KEMESRAAN DI SOSIAL MEDIA, SEDANGKAN KAMU MASIH BUTUH WAKTU YANG BANYAK UNTUK TERUS MEMBAHAGIAKANNYA

Jika kamu benar-benar serius mencintainya, kamu hanya akan fokus bagaimana terus membuat pasangan yang kamu cintai measa bahagia secara nyata. Kamu akan sibuk mencari cara agar bisa tetap bersama dan selalu bahagia.

Bayangkan, jika waktu yang hanya sedikit ini kamu pakai untuk update status –yang-sebenanrnya-gak-penting-amat- harus terbuang percuma hanya karena kamu ingin dapat pengakuan dari orang lain terkait kebahagiaan yang kamu rasakan sekarang. Padahal tiap 1 menit yang kamu pakai untuk main media sosial bisa kamu manfaatkan untuk lebih memahami pasangan. Memahami pasangan, mengenal karakternya lebih dalam jauh lebih penting sehingga kamu tahu cara untuk membuatnya bahagia saat berada disampingmu.

ORANG YANG JARANG MENGECEK MEDIA SOSIAL YANG DIMILIKINYA LEBIH BAHAGIA

Sebuah riset yang dilakukan oleh Denmark Happiness Research Institute mengungkapkan orang-orang yang tidak memakai Facebook selama seminggu mengalami peningkatan kepuasan dalam hidupnya. Orang-orang yang jarang menggunakan media sosial ini menjadi lebih banyak bertemu banyak orang dan bersosialisasi dengan orang lain di dunia nyata dan merasa lebih hidup.

Sebaliknya, dari penelitian ini orang-orang yang sering menggunakan Facebook akan lebih mudah merasa marah, depresi, dan kekhawatiran. Perasaan buruk ini akan berpengaruh buruk terhadap hubungan spesial yang sedang kalian dijalani.

PASANGAN YANG BENAR BAHAGIA TIDAK PERLU PENGAKUAN ORANG LAIN, MEREKA AKAN BAHAGIA KETIKA SUDAH BISA MENGISI SATU SAMA LAIN

Hubungan yang kalian jalani saat ini menjadi urusan kalian berdua. Kalian berdualah yang menrasakan suka-duka hidup bersama.

Ketika kalin mem-posting momen kebersamaan kalian di Facebook, Instagram, atau Path mungkin sebagian teman akan menyukainya, namun sebagian besar lainnya tidak peduli. Setengah atau mungkin hanya ¼ bagian saja di Facebook yang merupakan teman atau orang yang kamu benar-benar kenal, sisanya adalah orang lain yang bahkan kalian tidak pernah temui. Lalu mengapa masih mau berbagi kebahagiaan dengan orang yang bahkan kamu tidak ketahui ada wujudnya atau enggak?

KEBAHAGIAAN SEJATI DIPEROLEH DARI KEBERSAMAAN ATAU KOMITMEN YANG DIJALIN, TIDAK PERLU KOMENTAR ORANG LAIN UNTUK BISA MERASAKAN HAL ITU

Kebanyakan orang mem-posting sesuatu di akun media sosial miliknya, pasti ingin sekali mendapatkan komentar atau minimal satu like. Jika tidak yang komentar atau like, hampir dipastikan orang tersebut akan mengalami depresi karena  terlalu sering mengandalkan pendapat orang lain untuk diakui. Satu komentar atau like yang didapatkan berpengaruh besar terhadap psikologi seseorang yang sudah kecanduan media sosial.

Ini pun berlaku pada pasangan yang sering mengumbar kemesraan di media sosial, ketika mereka meng-upload foto berdua tentunya yang mereka harapkan ada orang lain yang like atau komentar sebagai tanda bahwa ada orang lain yang peduli akan kebahagiaan yang sedang dirasakan.

Padahal, tidak perlu adanya kegiatan pamer kemesraan di media sosial pun seseorang bisa bahagia jika fokus pada kebersamaan atau komitmen yang sedang dijalin bersama orang yang dicinta.

Tengok saja, orang tua kita di zaman dahulu, mereka tetap bahagia dan langgeng sampai sekarang meskipun di masa muda mereka tidak ada Facebook, Twitter, Path, Instagram, dan medsos lainnya.

PASANGAN YANG JARANG MUNCUL DI MEDIA SOSIAL HUBUNGANNYA LEBIH SEHAT

Sungguh, menjalin hubungan secara offline dan meningkatkan intensitas keintiman di dunia nyata jauh lebih penting daripada terus-menerus muncul ke hadapan publik di dunia maya. Ketika kamu dan  kekasih lebih rutin melakukan kedekatan secara offline justru hubungan jauh lebih sehat.

Sadarkah kamu, jika terlalu sering meng-upload foto berdua dengan pacar di medsos, banyak orang yang tiba-tiba ingin kepo tentang kehidupan kalian berdua. Setiap momen, tak pernah mereka ingin leawtkan karena kamu menyuguhkan hubunganmu untuk menjadi konsumsi publik. Begitu pun ketika ada masalah dengan pacar lalu kamu meng-update kejadian tersebut di akun medsos kamu. Pasti banyak orang yang bertanya-tanya, “Kenapa ya?”, “Kok bisa?”, dan sebagainya.

Ketika ada masalah terjadi dalam hubungan percintaan, pasangan yang jarang mengumbar kemesraan di medsos tidak merasa perlu ‘curhat’ pada orang banyak lewat akun sosial miliknya. Mereka akan mencoba menyelesaikan konflik secara pribadi tanpa perlu orang lain tahu.


Life

10 Cara Meningkatkan Daya Ingat Yang Efektif Biar Gak Gampang Lupa

cara meningkatkan daya ingat

Otak merupakan organ vital yang harus dijaga. Selain berfungsi untuk mengatur aktifitas yang akan diteruskan ke saraf tubuh agar tubuh bergerak, otak juga memudahkan kita dalam mengingat dan mengatur kehidupan. Sayangnya, kinerja otak dapat menurun seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa banyak kita temui adanya pikun pada seseorag yang berusia lanjut. Lalu, bagaimanakah cara meningkatkan daya ingat yang efektif? 

Tidak hanya pikun yang umumnya terjadi pada usia renta. Seseorang dengan usia berapapun bisa saja lupa dengan nama orang, wajah, deadline tugas, hingga lupa dimana ia meletakkan barang.

Penyebab Sering Lupa

Sebelum membahas bagaimana meningkatkan daya ingat yang harus kamu pahami terlebih dahulu apa bahayanya bila gejala sering lupa ini kamu biarkan, lupa ini bisa jadi pemicu masalah lain yang lebih besar seperti penyakit demensia dan alzheimer. Untuk meningkatkan daya ingat yang kuat kamu harus tau akar masalah dan penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab sering lupa yang kamu perlu tahu :

Kurang tidur dimalam hari

Satu hal yang jarang orang sadari dan anggap sepele adalah kurang tidur dimalam hari, padahal kurang tidur punya peranan yang memberikan pengaruh ke memori kamu. Selain membuatmu mudah lupa, kurang tidur bisa membuatmu cemas dan suasana hati yang buruk.

2. Terlalu sering mengonsumsi obat-obatan penenang/antidepresan serta tekanan darah

Hal yang kedua mempengaruhi ingatanmu adalah obat-obatan yang kamu konsumsi, membuatmu sulit mengingat hal-hal baru. Untuk masalah ini kamu bisa berkonsultasi dengan dokter.

3. Tiroid yang tak seimbang

Ketidak seimbangan hormon tiroid akan perngaruh juga pada daya ingatmu, ini menjadi salah satu penyebab juga mengapa tidurmu jadi tak teratur, membuatmu jadi depresi dan mood berantakan. Lakukanlah tes darah untuk tahu apa tiroidmu seimbang atau tidak.

4. Mengonsumsi minuman alkohol berlebih

Kamu akan sulit mengingat jika kamu terlalu sering mengonsumsi alkohol, tidak hanya ketika kamu meminumnya, bahkan ketika efek alkoholnya sudah hilang gangguan ingatan bisa tetap kamu rasakan. Biasanya efek ini berlaku untuk seseorang meminum minuman tersebut 2 gelas perhari.

5. Stres berlarut dan berkepanjangan

Masalah memori dapat ditimbulkan jika kamu stres berat untuk jangka waktu yang lama. Kamu jadi susah berkonsentrasi dan merangkum informasi baru.

6. Sering cemas berlebihan

Perasaan cemas berlebih menghalangi memori untuk membentuk ingatan, kita jadi sulit fokus dan susah juga memperhatikan sesuatu untuk kita ingat.

Cara Meningkatkan daya ingat

Padahal mengingat sesuatu adalah salah satu upaya untuk melatih kinerja otak. Untuk mengetahui cara meningkatkan daya ingat  yang efektif, yuk simak ulasannya berikut.

Berolahraga

Selain menjadikan badan lebih sehat dan berbentuk indah, berolahraga juga merupakan salah satu cara meningkatkan daya ingat. Olahraga dapat membuat sirkulasi darah menjadi lancar, meningkatkan aliran darah menuju otak, meredakan peradangan tubuh, serta membantu pertumbuhan sel saraf baru.

Sel saraf akan mengeluarkan protein fakto neutropis yang berpengaruh terhadap kemampuan kognitif, seperti kemampuan dalam belajar.

Di dalam jurnal Neuroscience (2010), dikemukakan bahwa seseorang yang melakukan olahraga secara rutin dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dua kali lipat dibanding dengan mereka yang tidak berolahraga. Untuk melakukannya, kamu hanya perlu menyisihkan waktu 45 menit selama tiga kali dalam seminggu.

Memperhatikan asupan

Asupan gizi yang tepat juga dapat meningatkan daya ingat, conthnya seperti mengonsumsi sayuran hijau, ikan laut, teh hijau,serta makanan lain yang mengandung nutrisi untuk otak. Tidak hanya menambahkan jumlah asupan gizi yang tepat, kam juga perlu mengurangi kebiasaan buruk seperti minuman beralkohol. Sebab, minuman beralkohol justru akan merusak otak lho.

Hindari multitasing

Sebagian orang memilii target untuk menguasai banyak bidang. Namun siapa sangka bahwa multitasking ternyata dapat berakibat buruk pada otak. Tidak hanya itu, melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu juga dapat membuat otak bekerja lebih eras hingga akhirnya tidak fokus. Sebaiknya selesaikanlah dulu suatu pekerjaan sebelum memulai pekerjaan baru.

Aktif bersosialisasi

Berkomunikasi dengan sanak saudara, sahabat dan orang terdekat dapat mengurangi stres dan depresi. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan daya ingat. Namun, berhati-hatilah dengan lawan bicara yang justru dapat membuat stres meningkat. Memilah milih lawan bicara dalam bercengkrama boleh juga kok.

Tidur yang cukup

Saat sedang tidur, otak beristirahat sambil menyusun kejadian dan hal yang telah diingat hari ini. Tidur yang cukup dapat membuat otak semakin fokus serta meningkatkan daya ingat. Tidak hanya itu, tdur yang cukup juga dapat membuat kamu bugar dan terlihat fresh.

Memvisualisasikan

Jika kamu masih merasa sulit untuk mengingat nama seseorang, kamu bisa menyiasatinya dengan menyematkan ciri pada orang tersebut. Misalnya menandai bahwa orang tersebut bertubuh tinggi, berkulit hitam, rambut lurus dan sebagainya.

Melakukan asah otak

Banyak orang tua yang khawatir saat melihat anaknya bermain game. Padahal, jika diarahkan dan tidak berlebihan dapat membuat dampak yang baik bagi otak. Permainan yang dapat mengasah otak anatara lain puzzle, teka-teki silang, catur, tebak gambar, dan permainan strategi lainnya.

Pola hidup yang teratur

Mengatur aktifitas mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi juga merupakan salah satu cara meningkatkan daya ingat. Hidup yang terorganisir dapat melatih otak untuk mengingat jadwal maupun konsep yang sudah dibuat. Misalnya meletakkan sesuatu pada tempatnya, pergi ke kantor tepat waktu, dan sebagainya.

Mandiri

Melakukan segala aktifitas dengan mandiri membuat otak melatik kemampuan mengingat. Dengan demikian, otak akan terur bberlatih dan kemampuan mengingatpun bertambah.

Mengonsumsi obat sesuai resep dokter

Saat sakit dan diberi obat oleh dokter, mintalah aturan minum dan dosis yang jelas. Sebab, beberapa obat mempunyai pengaruh terhadap daya ingat.

Tips agar konsentrasi meningkat:

  • Membuat catatan. Catatan penting akan membuat kamu fokus dan membuat aktifitas menjadi terarah.
  • Membuat skala prioritas. Dengan skala prioritas, kamu dapat membagi anatara hal yang prioritas dan tidak. Lakukanlah yang yang prioritas terlebih dahulu agar aktifitas lebih fokus.
  • Matikan telepon genggam saat mengerjakan tugas atapun bekerja untuk meningkatkan konsentrasi.
  • Istirahat sejenak untuk recovery otak sehingga kemampuan konsentrasi pulih kembali.

Life

Kamu Gampang Emosi? Cobalah Cara Mengendalikan Emosi Berikut Ini

cara mengendalikan emosi

Emosi merupakan luapan hati yang sering muncul dalam diri kita. Jika emosi yang muncul adalah rasa senang, maka emosi tersebut adalah emosi positif yang patut dipertahankan.

Namun, jika emosi yang muncul adalah emosi negatif seperti marah, tidak bisa bersabar dongkol, atau badmood, maka sebaiknya kita mencoba mengendalikan emosi tersebut agar tidak mendominasi tindakan.

Emosi dapat mempengaruhi tindakan yang kita ambil selanjutnya, Seringkali seseorang salah mengambil tindakan karena dirinya sudah dikuasai oleh emosi negatif.

Cara Mengendalikan Emosi

Dalam beraktivitas, kita tentu ingin mempertahankan emosi positif dan membuang jauh-jauh emosi negatif. Dengan begitu, apapun yang kita kerjakan akan terasa ringan. Nah, untuk mengendalikan emosi-emosi tersebut, ada beberapa tips mengendalikan emosi yang dapat kamu coba, antara lain:

1. Berpikir Positif

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan emosi adalah dengan membuang jauh-jauh pikiran buruk. Biarkan pikiranmu tenang dengan pikiran-pikiran positif. Dengan begitu, kamu dapat mencegah pikiran-pikiran negatif yang dapat merusak mood.

Memang tidak semudah saat mengucapkannya. Orang yang biasa terbawa emosi akan sulit menahan pikiran negatif. Cobalah untuk melawan pikiran negatif itu. Kamu bisa mencari tempat untuk menenangkan diri atau memakan makanan yang disukai untuk melupakan pikiran buruk tersebut.

2. Jangan Langsung Bertindak Saat Emosi

Saat emosi negatif muncul, seringkali kita sulit untuk menahan tindakan-tindakan buruk seperti marah, menangis, atau berteriak. Banyak orang yang menyesal setelah melakukan tindakan buruk karena dikuasai emosi negatif. Oleh karena itu, cobalah untuk menenangkan diri dan tidak meluapkan emosi negatif dengan tindakan negatif pula.

Ketika emosi memuncak, otak biasanya akan kesulitan untuk mengambil keputusan dan sulit pula menghadapi masalah yang ada. Saat itulah tubuh kita sudah dikuasai oleh emosi. Jika menuruti emosi negatif, bisa jadi masalah yang seharusnya tidak terlalu besar malah menjadi rumit.

Jika kamu berada dalam keadaan emosi yang memuncak, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan menutup mata sejenak. Lakukan teknik pernapasan ini beberapa kali hingga merasa cukup tenang untuk berpikir. Saat pikiran sudah tenang, kamu dapat lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan selanjutnya.

3. Ubah Kebiasaan yang Dapat Memancing Emosi

Terkadang, emosi negatif muncul bukan karena faktor eksternal, namun karena faktor internal di dalam diri kita. Kamu bisa cek kebiasaan-kebiasaan mana yang sering memunculkan emosi dalam diri. Setelah itu, kamu bisa mencoba untuk mengurangi atau bahkan meninggalkan kebiasaan tersebut.

Misalnya, jika kamu sering emosi saat terburu-buru, cobalah mengendalikannya dengan datang lebih pagi dari biasanya. Dengan begitu, kamu tidak akan terburu-buru saat mengerjakan sesuatu karena memiliki rentang waktu yang cukup. Contoh lain adalah, jika kamu mudah emosi saat kelelahan, cobalah untuk menjauh dari kerumunan orang saat sedang lelah. Dengan begitu, orang-orang disekitarmu tidak terkena dampak dari emosimu dan kamupun terhindar dari masalah baru.

4. Memancarkan Energi Positif

Jika tidak ingin emosi negatif muncul seenaknya, penting bagimu untuk memancarkan energi positif kepada orang-orang disekelilingmu. Minimal, kamu dapat melakukannya di depan cermin dan memberikan energi positif kepada diri sendiri.

Tidak ada salahnya jika kamu tetap tersenyum, memberikan dukungan kepada orang lain, dan menebarkan aura positif. Selain dapat menenangkan diri, menebar aura positif juga dapat mengundang orang lain untuk memberikan aura positifnya pada kita.

Cobalah untuk melihat suatu permasalahan dari sisi baik. Permasalahan yang dilihat dari sisi baik akan lebih mudah untuk diatasi. Pikiran yang tenang dan positif dapat membantu kita menemukan akar permasalahan dan menyelesaikannya seefektif mungkin tanpa harus bersitegang.

5. Berlapang Dada dan Menerima Kesalahan

Terkadang, emosi terjadi karena keegoisan dalam diri. Keegoisan tersebut selalu mengatakan bahwa diri sendirilah yang paling benar. Seringkali seseorang yang mudah terbawa emosi tidak mau menerima jika ternyata kesalahan bersumber dari dirinya sendiri.

Ingatlah bahwa emosi tidak akan reda, dan masalah tidak akan selesai jika kamu tidak mau menerima kesalahan sendiri. Berlapang dada adalah kunci dari ketenangan, dan ketenangan adalah kunci dari mengendalikan emosi.

Jadi, salah satu cara terbaik dalam mengendalikan emosi adalah dengan berlapang dada. Yakinlah bahwa mengakui kesalahan tidaklah memalukan. Justru dengan begitu, kamu dapat memperlihatkan kedewasaan sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


Life

Kiat dan Cara Menghadapi Masalah agar Cepat Selesai

cara menghadapi masalah

Menghadapi masalah adalah hal yang pasti dihadapi oleh manusia. Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti akan menghadapi masalah. Namun, masalah yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Berat-ringannya suatu masalah pun tidaklah sama. Penilaian dalam suatu masalahpun tergantung sudut pandang masing-masing orang. Saat suatu masalah terasa ringan bagi seseorang, bisa jadi masalah tersebut akan berat bagi orang lainnya.

Masalah yang hadir harus disikapi dengan bijak. Sebagai manusia, kita harus percaya masalah yang diberikan sudah sesuai dengan kapasitas diri kita. Maka, janganlah berputus asa ketika ada masalah yang menerpa diri. Agar masalah dapat diselesaikan dengan kepala dingin, Berikut cara-cara menyelesaikan masalah dalam hidup :

Cara Menghadapi Masalah

menghadapi masalah

1. Ketahui Akar Masalahnya

Pernahkah kamu mendengar kata “akar permasalahan”? Untuk menyelesaikan suatu masalah, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebab masalah tersebut muncul. Dengan begitu kita jadi fokus masalah mana yang menjadi fokus untuk diselesaikan dan kita dapat mengambil langkah yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, mengetahui akar permasalahan dapat mencegah masalah yang sama untuk muncul di kemudian hari.

2. Tenangkan Diri Sebelum Mengambil Keputusan

Keputusan yang diambil saat keadaan hati sedang kacau biasanya hanya akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Saat ingin menyelesaikan masalah, kita perlu menenangkan pikiran sebelum mengambil keputusan penting. Dengan begitu, kita dapat menganalisa apakah keputusan yang kita ambil tersebut benar atau tidak.

3. Berpikir Objektif

Berpikir objektif yang dimaksud di sini adalah melihat keseluruhan dengan berbagai sudut pandang. Jangan sampai masalahmu semakin rumit karena keputusan yang diambil berpihak pada perorangan atau bahkan egomu sendiri. Carilah win-win solution yang menguntungkan bagi semua orang yang terlibat dalam masalahmu.

4. Gunakan Pemikiran Sebab-Akibat

Ketika hati sudah tenang, maka kamu akan mempertimbangkan untuk memilih opsi terbaik yang akan diambil. Dalam proses pertimbangan tersebut, gunakanlah sistem berpikir sebab akibat di semua pilihan yang akan diambil. Misalnya, jika saya menegur dengan tegas, maka persahabatan akan terganggu. Atau jika saya menegur dengan halus, maka kesalahan yang sama akan terulang. Dengan memikirkan sebab akibat itu, maka kamu akan menemukan pilihan terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah.

5. Minta Pendapat Orang Lain

Jangan malu untuk meminta pendapat orang lain seperti teman dekat, orang tua atau pasangan. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah keputusan yang kamu ambil sudah tepat atau belum. Di sisi lain, bisa saja orang lain memberikan pilihan yang lebih tepat. Namun, kamu harus tetap berhati-hati. Bisa jadi, pendapat orang lain malah membuatmu berputar-putar pada pilihan yang ada. Pilihlah tempat berbagi yang terbaik sesuai dengan masalah yang ingin kamu selesaikan.

6. Jangan Membuat Masalah Semakin Rumit

Terkadang, masalah yang kita hadapi tidaklah sulit. Namun, karena emosi yang tidak terkontrol, masalah ringan bisa menjadi rumit. Jadi, saat menghadapi masalah, kendalikanlah emosimu dan sabar. Jangan membuat masalah semakin rumit dengan emosi yang tidak terkendali. Tetap tenang, tidak panik, dan selesaikanlah masalah tersebut dengan kepala dingin.

7.  Menerima Kesalahan

Salah satu hal tersulit dalam menyelesaikan masalah adalah mengakui kesalahan sendiri. Tidak jarang masalah yang ingin kita selesaikan berkaitan dengan ego sendiri. Maka dari itu, belajarlah untuk berlapang dada dan menerima jika memang masalah tersebut  muncul karena pribadi kita yang tidak terkontrol dengan baik. Setelah mengakuinya, minta maaflah kepada orang – orang terkait. Dengan begitu, masalah dapat teratasi dengan lebih cepat.

8. Tetap Berpikiran Positif

Mungkin mudah untuk dikatakan, namun sulit untuk mempertahankan pikiran positif kita. Berpikir positif akan memberikan aura positif pula pada lingkungan sekitar kita. Dengan begitu, kita dapat mengambil keputusan sebaik mungkin.

9. Monitor dan Evaluasi

Ketika cara menghadapi masalah sudah ditemukan dan dieksekusi, hal lain yang harus kita perhatikan adalah memonitor progress dari solusi tersebut. Jika pada perjalanannya kamu menemukan banyak kejelekan, maka evaluasilah kembali keputusanmu sebelum terlambat. Dengan begitu, kamu dapat mengantisipasi masalah agar tidak bertambah rumit.

10. Ambil Hikmah dari Setiap Masalah

Setiap masalah yang dihadapi pasti memiliki manfaat di dalamnya. Saat menghadapi suatu masalah, jangan berlama-lama dirundung kesedihan dan merasa stress berat. Cobalah untuk mencari keuntungan dalam setiap masalahmu. Dengan begitu, kamu dapat memaksimalkan keuntungan tersebut. Di sisi lain, kamu dapat menghadapi masalah dengan pikiran yang lebih positif.

MOST SHARE

TataJiwa.com membahas tentang perbaikan diri, peningkatan kemampuan, relaksasi serta perbaikan hubungan dengan diri sendiri.

Facebook Page

To Top