Spirituality

Ingin Mendapatkan Semua Yang Kamu Inginkan? Pantang Menyerah Atau Serakah?

cara agar percaya diri

Setiap manusia pasti memiliki keinginan. Hal itu wajar adanya, karena keinginan timbul dari hasrat seorang manusia. Tidak salah memang mempunyai keinginan. Namun, hal itu akan menjadi salah ketika keinginan berubah menjadi keserakahan.

Ciri-ciri orang yang serakah adalah menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya. Mereka menahan dirinya untuk menolong orang lain. Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu telah mengalami greed syndrome atau sindrom keserakahan. Lalu, bagaimana sebenarnya ciri-ciri orang yang serakah? Yuk simak 6 ciri-cirinya!

Selalu Iri Dan Dengki Dengan Apa Yang telah Dimiliki Orang Lain, Hatinya Selalu Tidak Bahagia Melihat Orang Lain Sukses

Keserakahan itu selalu diidentikan dengan iri hati. Serakah merupakan hasrat yang besar untuk memiliki sesuatu secaa lebih dan lebih lagi. Sedangkan iri adalah keinginan besar seseorang untuk memiliki apa yang orang lain miliki. Serakah dan iri berjalan berdampingan. Hatinya tidak pernah puas dengan kesuksesan orang lain. Selalu saja ingin yang lebih baik daripada yang orang lain miliki. Ia tidak akan pernah rela melihat orang lain bahagia.

Tidak Punya Empati, Bahkan Acuh Tak Acuh Pada Lingkungan Di Sekitarnya

Orang yang telah terkena sindrom serakah hatinya akan mati. Dalam dirinya tidak adal lagi empati pada nasib orang lain. Ia hanya peduli dengan kepentingannya sendiri tanpa peduli dengan keadaan orang lain. Orang yang sudah serakah pun tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukannya, tidak heran jika dia selalu menjadi penyebab orang lain sakit hati.

Hanya Fokus Pada Hal Yang Menguntungkan Dirinya Saja

Orang yang serakah hanya peduli pada situasi yang menguntungkan bagi dirinya. Malas-malasan dalam bekerja namun mengharapkan bonus atas kinerjanya yang sedikit. Demi mendapatkan keinginannya ini, tidak jarang ia melakukan cara licik yang merugikan orang lain tapi menguntungkan dirinya.

Soal Egois Dia Selalu Menjadi Juaranya

Jika berbicara orang yang paling egois di dunia, adalah orang yang serakah. Ia hanya mengutamakan kepentingan dan kepuasan pribadinya. Tidak peduli orang lain berkata apa, selama dirinya bahagia dengan cara yang diinginkannya, itu akan membuatnya senang.  Sikapnya yang sangat egois, mudah membuat orang-orang membencinya hingga akhirnya tidak ada yang mau menjadi temannya.

Orang yang serakah tidak akan tertarik untuk memperhatikan dan menolong orang lain, walaupun orang yang meminta bantuan adalah keluarga terdekatnya sendiri. Jika membantu pun ia akan membebankan imbalan pada orang yang ditolongnya.

Bahkan Tak Segan Untuk Memanipulasi Segala Hal Demi Keuntungan Pribadi

Ciri-ciri orang yang terkena sindrom serakah adalah selalu berusaha melakukan segala cara agar dia tidak pernah rugi. Ia tidak ragu melakukan sabotase dan manipulasi kepada orang-orang terdekatnya. Orang seperti ini pandai bermuka dua, dari luar dia kelihatan baik tetapi hatinya penuh rencana busuk dan akalnya licik. Jika berteman dengan orang seperti ini sebaiknya waspada.

Melakukan Segala Cara Demi Kebutuhan Materi Bukan Lagi Menjadi Hal Aneh Baginya

Ciri terakhir orang yang serakah adalah tidak memiliki batasan demi memenuhi keinginannya. Ia haus akan kepuasan fisik dan materi. Ia tidak takut untuk menembus batas-batas norma, moral, dan etika demi mencapai tujuan yang menguntungkan dirinya.

Meski Terlihat Menguntungkan, Bersikap Serakah Hanya Akan Mendatangkan Kerugian-kerugian Ini!

Ketahuilah, segala yang berlebihan itu tidak baik, apalagi serakah. Bersikap serakah terhadap segala hal di dunia akan membuat kamu hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi. Kamu terlalu sibuk memikirkan cara hidup enak, tetapi lupa menyiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Orang yang serakah dan hanya mementingkan dirinya sendiri tidak akan memiliki teman. Rasa acuh yang dilakukannya pada orang lain mudah melukai perasaan orang yang ada di dekatnya, sehingga tidak ada yang mau mendekatinya bahkan menjadikannya teman.

Keserakahan dalam diri seseorang dapat membuatnya buta akan lingkungan sosial di sekitarnya, hatinya membeku, dan telinganya tak lagi mau mendengar. Hidupnya akan kesusahan ketika dia mengalami musibah, dia lupa bahwa segala hal di dunia ini tidak bisa dikerjakan seorang diri. Di kala butuh bantuan, dia tidak mempunyai siapapun untuk menolongnya. Ia telah melukai hati banyak orang-orang sehingga tidak ada yang mau membantu

Punya keinginan untuk diwujudkan memang bukan hal yang salah, tetapi capailah dengan cara-cara yang benar. Jangan sampai keserakahan menguasai dirimu. Ingatlah, orang lain pun berhak untuk bahagia dan memiliki apa yang menjadi haknya.

Beberapa cara untuk terhindar dari sifat serakah adalah dengan banyak bersyukur, tak sombong, tidak hanya selalu melihat ke atas tapi juga ke bawah, dan mau terbuka terhadap orang lain. Terkadang sesuatu yang diperoleh secara bersama-sama akan jauh lebih menyenangkan, daripada didapatkan sendiri dengan cara-cara yang licik dan keji dengan mengorbankan orang lain.


Life

Kamu Gampang Emosi? Cobalah Cara Mengendalikan Emosi Berikut Ini

cara mengendalikan emosi

Emosi merupakan luapan hati yang sering muncul dalam diri kita. Jika emosi yang muncul adalah rasa senang, maka emosi tersebut adalah emosi positif yang patut dipertahankan.

Namun, jika emosi yang muncul adalah emosi negatif seperti marah, tidak bisa bersabar dongkol, atau badmood, maka sebaiknya kita mencoba mengendalikan emosi tersebut agar tidak mendominasi tindakan.

Emosi dapat mempengaruhi tindakan yang kita ambil selanjutnya, Seringkali seseorang salah mengambil tindakan karena dirinya sudah dikuasai oleh emosi negatif.

Cara Mengendalikan Emosi

Dalam beraktivitas, kita tentu ingin mempertahankan emosi positif dan membuang jauh-jauh emosi negatif. Dengan begitu, apapun yang kita kerjakan akan terasa ringan. Nah, untuk mengendalikan emosi-emosi tersebut, ada beberapa tips mengendalikan emosi yang dapat kamu coba, antara lain:

1. Berpikir Positif

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengendalikan emosi adalah dengan membuang jauh-jauh pikiran buruk. Biarkan pikiranmu tenang dengan pikiran-pikiran positif. Dengan begitu, kamu dapat mencegah pikiran-pikiran negatif yang dapat merusak mood.

Memang tidak semudah saat mengucapkannya. Orang yang biasa terbawa emosi akan sulit menahan pikiran negatif. Cobalah untuk melawan pikiran negatif itu. Kamu bisa mencari tempat untuk menenangkan diri atau memakan makanan yang disukai untuk melupakan pikiran buruk tersebut.

2. Jangan Langsung Bertindak Saat Emosi

Saat emosi negatif muncul, seringkali kita sulit untuk menahan tindakan-tindakan buruk seperti marah, menangis, atau berteriak. Banyak orang yang menyesal setelah melakukan tindakan buruk karena dikuasai emosi negatif. Oleh karena itu, cobalah untuk menenangkan diri dan tidak meluapkan emosi negatif dengan tindakan negatif pula.

Ketika emosi memuncak, otak biasanya akan kesulitan untuk mengambil keputusan dan sulit pula menghadapi masalah yang ada. Saat itulah tubuh kita sudah dikuasai oleh emosi. Jika menuruti emosi negatif, bisa jadi masalah yang seharusnya tidak terlalu besar malah menjadi rumit.

Jika kamu berada dalam keadaan emosi yang memuncak, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan menutup mata sejenak. Lakukan teknik pernapasan ini beberapa kali hingga merasa cukup tenang untuk berpikir. Saat pikiran sudah tenang, kamu dapat lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan selanjutnya.

3. Ubah Kebiasaan yang Dapat Memancing Emosi

Terkadang, emosi negatif muncul bukan karena faktor eksternal, namun karena faktor internal di dalam diri kita. Kamu bisa cek kebiasaan-kebiasaan mana yang sering memunculkan emosi dalam diri. Setelah itu, kamu bisa mencoba untuk mengurangi atau bahkan meninggalkan kebiasaan tersebut.

Misalnya, jika kamu sering emosi saat terburu-buru, cobalah mengendalikannya dengan datang lebih pagi dari biasanya. Dengan begitu, kamu tidak akan terburu-buru saat mengerjakan sesuatu karena memiliki rentang waktu yang cukup. Contoh lain adalah, jika kamu mudah emosi saat kelelahan, cobalah untuk menjauh dari kerumunan orang saat sedang lelah. Dengan begitu, orang-orang disekitarmu tidak terkena dampak dari emosimu dan kamupun terhindar dari masalah baru.

4. Memancarkan Energi Positif

Jika tidak ingin emosi negatif muncul seenaknya, penting bagimu untuk memancarkan energi positif kepada orang-orang disekelilingmu. Minimal, kamu dapat melakukannya di depan cermin dan memberikan energi positif kepada diri sendiri.

Tidak ada salahnya jika kamu tetap tersenyum, memberikan dukungan kepada orang lain, dan menebarkan aura positif. Selain dapat menenangkan diri, menebar aura positif juga dapat mengundang orang lain untuk memberikan aura positifnya pada kita.

Cobalah untuk melihat suatu permasalahan dari sisi baik. Permasalahan yang dilihat dari sisi baik akan lebih mudah untuk diatasi. Pikiran yang tenang dan positif dapat membantu kita menemukan akar permasalahan dan menyelesaikannya seefektif mungkin tanpa harus bersitegang.

5. Berlapang Dada dan Menerima Kesalahan

Terkadang, emosi terjadi karena keegoisan dalam diri. Keegoisan tersebut selalu mengatakan bahwa diri sendirilah yang paling benar. Seringkali seseorang yang mudah terbawa emosi tidak mau menerima jika ternyata kesalahan bersumber dari dirinya sendiri.

Ingatlah bahwa emosi tidak akan reda, dan masalah tidak akan selesai jika kamu tidak mau menerima kesalahan sendiri. Berlapang dada adalah kunci dari ketenangan, dan ketenangan adalah kunci dari mengendalikan emosi.

Jadi, salah satu cara terbaik dalam mengendalikan emosi adalah dengan berlapang dada. Yakinlah bahwa mengakui kesalahan tidaklah memalukan. Justru dengan begitu, kamu dapat memperlihatkan kedewasaan sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.


Life

Kiat dan Cara Menghadapi Masalah agar Cepat Selesai

cara menghadapi masalah

Menghadapi masalah adalah hal yang pasti dihadapi oleh manusia. Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti akan menghadapi masalah. Namun, masalah yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Berat-ringannya suatu masalah pun tidaklah sama. Penilaian dalam suatu masalahpun tergantung sudut pandang masing-masing orang. Saat suatu masalah terasa ringan bagi seseorang, bisa jadi masalah tersebut akan berat bagi orang lainnya.

Masalah yang hadir harus disikapi dengan bijak. Sebagai manusia, kita harus percaya masalah yang diberikan sudah sesuai dengan kapasitas diri kita. Maka, janganlah berputus asa ketika ada masalah yang menerpa diri. Agar masalah dapat diselesaikan dengan kepala dingin, Berikut cara-cara menyelesaikan masalah dalam hidup :

Cara Menghadapi Masalah

menghadapi masalah

1. Ketahui Akar Masalahnya

Pernahkah kamu mendengar kata “akar permasalahan”? Untuk menyelesaikan suatu masalah, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui penyebab masalah tersebut muncul. Dengan begitu kita jadi fokus masalah mana yang menjadi fokus untuk diselesaikan dan kita dapat mengambil langkah yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, mengetahui akar permasalahan dapat mencegah masalah yang sama untuk muncul di kemudian hari.

2. Tenangkan Diri Sebelum Mengambil Keputusan

Keputusan yang diambil saat keadaan hati sedang kacau biasanya hanya akan mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Saat ingin menyelesaikan masalah, kita perlu menenangkan pikiran sebelum mengambil keputusan penting. Dengan begitu, kita dapat menganalisa apakah keputusan yang kita ambil tersebut benar atau tidak.

3. Berpikir Objektif

Berpikir objektif yang dimaksud di sini adalah melihat keseluruhan dengan berbagai sudut pandang. Jangan sampai masalahmu semakin rumit karena keputusan yang diambil berpihak pada perorangan atau bahkan egomu sendiri. Carilah win-win solution yang menguntungkan bagi semua orang yang terlibat dalam masalahmu.

4. Gunakan Pemikiran Sebab-Akibat

Ketika hati sudah tenang, maka kamu akan mempertimbangkan untuk memilih opsi terbaik yang akan diambil. Dalam proses pertimbangan tersebut, gunakanlah sistem berpikir sebab akibat di semua pilihan yang akan diambil. Misalnya, jika saya menegur dengan tegas, maka persahabatan akan terganggu. Atau jika saya menegur dengan halus, maka kesalahan yang sama akan terulang. Dengan memikirkan sebab akibat itu, maka kamu akan menemukan pilihan terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah.

5. Minta Pendapat Orang Lain

Jangan malu untuk meminta pendapat orang lain seperti teman dekat, orang tua atau pasangan. Dengan begitu, kamu bisa mempertimbangkan apakah keputusan yang kamu ambil sudah tepat atau belum. Di sisi lain, bisa saja orang lain memberikan pilihan yang lebih tepat. Namun, kamu harus tetap berhati-hati. Bisa jadi, pendapat orang lain malah membuatmu berputar-putar pada pilihan yang ada. Pilihlah tempat berbagi yang terbaik sesuai dengan masalah yang ingin kamu selesaikan.

6. Jangan Membuat Masalah Semakin Rumit

Terkadang, masalah yang kita hadapi tidaklah sulit. Namun, karena emosi yang tidak terkontrol, masalah ringan bisa menjadi rumit. Jadi, saat menghadapi masalah, kendalikanlah emosimu dan sabar. Jangan membuat masalah semakin rumit dengan emosi yang tidak terkendali. Tetap tenang, tidak panik, dan selesaikanlah masalah tersebut dengan kepala dingin.

7.  Menerima Kesalahan

Salah satu hal tersulit dalam menyelesaikan masalah adalah mengakui kesalahan sendiri. Tidak jarang masalah yang ingin kita selesaikan berkaitan dengan ego sendiri. Maka dari itu, belajarlah untuk berlapang dada dan menerima jika memang masalah tersebut  muncul karena pribadi kita yang tidak terkontrol dengan baik. Setelah mengakuinya, minta maaflah kepada orang – orang terkait. Dengan begitu, masalah dapat teratasi dengan lebih cepat.

8. Tetap Berpikiran Positif

Mungkin mudah untuk dikatakan, namun sulit untuk mempertahankan pikiran positif kita. Berpikir positif akan memberikan aura positif pula pada lingkungan sekitar kita. Dengan begitu, kita dapat mengambil keputusan sebaik mungkin.

9. Monitor dan Evaluasi

Ketika cara menghadapi masalah sudah ditemukan dan dieksekusi, hal lain yang harus kita perhatikan adalah memonitor progress dari solusi tersebut. Jika pada perjalanannya kamu menemukan banyak kejelekan, maka evaluasilah kembali keputusanmu sebelum terlambat. Dengan begitu, kamu dapat mengantisipasi masalah agar tidak bertambah rumit.

10. Ambil Hikmah dari Setiap Masalah

Setiap masalah yang dihadapi pasti memiliki manfaat di dalamnya. Saat menghadapi suatu masalah, jangan berlama-lama dirundung kesedihan dan merasa stress berat. Cobalah untuk mencari keuntungan dalam setiap masalahmu. Dengan begitu, kamu dapat memaksimalkan keuntungan tersebut. Di sisi lain, kamu dapat menghadapi masalah dengan pikiran yang lebih positif.


Life

Cara Sederhana Menghilangkan Rasa Bosan Untukmu yang Merasa Sendirian

cara menghilangkan rasa bosan

Rasa bosan adalah sesuatu yang umum dirasakan oleh manusia. Bosan bisa melanda siapa saja yang berpotensi merasakannya. Biasanya rasa bosan akan muncul saat sedang nganggur atau tidak ada kerjaan. Tak jarang rasa bosan ini membuat kita frustasi karena tak kunjung hilang dan tidak tau cara menghilangkannya.

Rasa bosan tidak boleh dibiarkan bersarang terlalu lama. Jika dibiarkan, tak jarang rasa bosan membuat hubungan dengan orang lain menjadi buruk sulit berpikir positif, serta self confidence (percaya diri) yang rendah. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui tips menghilangkan rasa bosan.

Penyebab Munculnya Rasa Bosan

Sebelum kita mengetahui cara menghilangkan bosan, mari kita jabarkan apa saja penyebab munculnya bosan dalam diri. Berikut alasan atau penyebab bosan:

Stagnan

Stagnan adalah keadaan saat kita melakukan hal yang sama terus menerus. Ketika ini terjadi, rasa bosan akan menghampiri. Keadaan stagnan ini bisa muncul saat kita merasa kehidupan kita tidak ada perubahan berarti dari waktu ke waktu.

Kesendirian

Pernahkah kamu ditinggal keluarga sendirian di rumah sehingga tidak ada teman mengobrol? Ya, tentunya jika dibiarkan terus menerus, kesendirian akan terasa membosankan. Terkadang, kita memang butuh waktu untuk sendiri. Namun, sendiri dalam jangka waktu yang lama akan membuat hati merasa jenuh.

Tidak ada aktivitas

Selain pekerjaan yang sama dilakukan secara terus menerus, tidak ada aktivitas sama sekali juga dapat memunculkan rasa bosan lho. Rata-rata orang mengeluh bosan karena rasa “gabut” yang melanda.

Kondisi yang tidak Menyenangkan

Sama dengan mood, bosan juga bisa muncul berdasarkan kondisi hati. Saat hati sedang tidak nyaman, rasa bosan dapat menghampiri. Ada beberapa kondisi yang memungkinkan kondisi tidak menyenangkan ini terjadi, seperti menunggu sesuatu yang tidak pasti, disuruh-suruh, menyesal, selalu disalahkan, stres berat dan sejenisnya.

Cara Mengatasi Bosan atau Jenuh

Sebelumnya, perlu kita pahami bahwa bosan atau jenuh itu wajar. Kunci untuk mengatasinya adalah dengan pengendalian diri. Meskipun begitu, tetap ada tips ampuh untuk menghilangkan rasa bosan ini. Berikut beberapa penyebab rasa bosan diantaranya:

1. Lakukan Hobimu

Hobi identik dengan hal hal yang kita sukai. Ketika bosan, melakukan hobi dapat menjadi salah satu solusi. Namun, kamu harus tetap menyesuaikannya dengan situasi dan kondisi. Misalnya kamu memiliki hobi menonton film, maka disela-sela kesibukan atau saat jam istirahat, kamu dapat membaca berita-berita tentang film terbaru dan mendiskusikannya dengan teman untuk menyusun rencana liburan. Dengan begitu, rasa bosanmu dapat sedikit teratasi.

2. Cintai Pekerjaanmu

Mungkin mudah untuk dikatakan, tapi merealisasikan tips yang satu ini sangatlah sulit bagi sebagian orang. Banyak orang yang mengerjakan hal yang sama terus menerus di tempat kerjanya sehingga merasa bosan. Berbeda dengan orang yang memang mencintai pekerjaannya, mereka akan lebih bahagia di tempat bekerja dan jarang merasa bosan karenanya. Maka dari itu, jika kamu ingin tetap semangat tanpa merasa bosan, maka cintailah pekerjaanmu. Jika mencintai pekerjaan sekarang sulit, maka carilah pekerjaan yang kamu cintai. Jika mengerjakan sesuatu dengan enjoy, tentu pekerjaan yang sulit akan terasa lebih ringan.

3. Mencoba Hal Baru

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, salah satu penyebab bosan adalah stagnan. Jadi, salah satu tips mengatasi sesuatu yang stagnan adalah melakukan sesuatu yang berbeda. Cobalah meluangkan waktu di akhir pekan untuk mempelajari hal baru. Misalnya dengan mencoba yoga, renang, lari pagi, atau aktivitas lain yang belum pernah Kamu coba sebelumnya.

4. Mengubah Tampilan Ruangan

Coba lihat dengan seksama tampilan kamarmu saat ini. Kapan terakhir kali kamu mendekorasi ulang kamarmu? Jika sudah sangat lama, cobalah untuk membuatnya lebih menarik dan lebih enak dilihat. Kondisi ruangan baru akan membuatmu lebih semangat saat bangun tidur. Dengan begitu, kamu dapat melalui hari dengan semangat baru.

5. Mencari Suasana Baru

Saat bosan muncul, bisa saja itu terjadi karena kondisi hati sedang buruk atau sedang bad mood. Cobalah untuk memperbaiki kondisi hatimu dengan berjalan-jalan ke luar. Kamu juga bisa mencoba berjalan ke tempat-tempat baru untuk menyegarkan pikiran.

6. Bersosialisasi

Bosan bisa muncul saat sedang sendiri. Pada saat itu, mungkin yang kamu butuhkan adalah bersosialisasi. Cobalah untuk pergi ke tempat orang-orang yang kamu cintai untuk bersosialisasi. Jika tidak memungkinkan, Kamu juga bisa menelepon orang tua, pasangan, atau sahabatmu untuk sekedar curhat atau menanyakan kabarnya.

7. Memelihara Hewan

Memelihara hewan di rumah adalah kegiatan yang menyenangkan. Tak jarang kita tertawa karena tingkah laku hewan peliharaan yang lucu. Tak jarang karena hobi memelihara hewan yang sama, bisa bergabung Bersama komunitas pecinta hewan dan menambah koneksimu. Dengan begitu, kamu memiliki banyak aktivitas dan tidak cepat bosan.

MOST SHARE

To Top