Life

Tanpa Perlu Menunggu Kaya, Cara Membahagiakan Orang Tua ini Sederhana Tapi Layak Kamu Coba

cara membahagiakan orang tua tanpa prestasi

Sebagai seorang  anak kamu pasti  selalu merasa tidak pernah mampu  membahagiakan orang tuamu dengan maksimal. Karena kenyataannya memang tidak akan pernah ada anak yang mampu membalas semua pengorbanan yang telah orang tua mereka lakukan.

Termasuk dirimu dan siapapun yang sedang membaca ini. Namun meski begitu, bukan berarti kamu sama sekali tidak bisa membuat orang tuamu bahagia dengan cara mu sendiri.

Karena membuat orang tua bahagia tidak melulu tentang materi berlimpah yang kamu berikan untuk mereka. Tapi tentang niat tulus yang mampu mereka lihat dari dirimu.

Sebetulnya cara membahagiakan orang tua kita tidak  serumit itu kok. Ada banyak hal sederhana yang bisa membuat mereka bahagia. Kamu hanya perlu mencobanya dan juga membiasakannya.

Tak Perlu Sesuatu Yang Berlebihan, Tutur Katamu Yang Lembut Sudah Lebih dari Cukup Untuk Mereka

Orang tua sebetulnya tak pernah menuntut sesuatu yang tidak mampu anaknya beri. Mereka paham jika kamu masih berjuang demi hidupmu sendiri.

Cukup bahagiakan mereka dengan tutur katamu yang lembut dan sopan. Sesungguhnya tutur katamu yang lembut itu  adalah hadiah dari perjuangan mereka dalam mendidikmu. Ada sebuah kebanggaan kecil yang terselip dari orang tuamu saat kamu berbicara lemah lembut pada mereka. Artinya mereka  telah berhasil mendidikmu menjadi manusia yang baik dan mampu memperlakukan siapapun dengan baik.  

Mendengarkan Saran Orang Tuamu Mungkin Berlawanan Dengan  Hatimu,Tapi Apa Salahnya Mempertimbangkan Pendapat Mereka

Meski sudah dewasa dan mampu memutuskan semuanya sendiri. Tidak ada salahnya mendengarkan pendapat orang tua dan saran mereka meski kamu sama sekali tidak memintanya.

Walau terkadang pendapat mereka berlawanan arah denganmu .Tidak masalah. Kamu hanya perlu menerimanya dan tidak harus selalu melakukan yang mereka sarankan jika menurutmu itu tidak sesuai denganmu.

Karena saat mereka memberi nasehat padamu. Itu hanya wujud kasih sayang tiada batas  pada anak yang mereka cintai. Mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Agar anak yang dicintainya selalu bahagia.

Bertanyalah Kabarnya Setiap Hari Meski Tak Selalu Bisa Berkunjung

Untuk kamu yang sedang menuntut ilmu atau berkarir jauh dari kedua orang tuamu. Pasti ada rasa kangen tak terbendung yang tak bisa kamu ungkapkan setiap hari. Meski tak mampu pulang untuk bersua dengan orangtua tercinta.

Kamu tidak perlu merasa bersalah sama sekali. Kamu  masih bisa kok membuat mereka  bahagia  dengan selalu menanyakan kabar mereka melalui telpon atau video call.  Meski ragamu tidak selalu hadir untuk memeluk mereka. Setidaknya menanyakan kabar mereka setiap hari bisa jadi pengobat rindu mereka padamu yang sedang jauh dan tak tersentuh.

Jadilah Anak Terbaik Meski Tidak Dengan Materi Terbaik

Meski tak mampu memberi materi berlebih. Kamu tetap bisa membahagiakan mereka dengan  menjadi  yang terbaik untuk kedua orang tuamu. Cobalah selalu menjadi anak yang tak pernah mengecewakan mereka dalam hal apapun.

Misalnya saja.  Jagalah pergaulanmu agar kamu tidak terjerumus hal-hal yang sekiranya kurang pantas untukmu dan merugikan  orangtuamu. Dengan menjaga dirimu sendiri, Secara tidak langsung kamu sedang menjaga kehormatan orang tua yang selalu menyayangimu.

Setidaknya meski tak mampu memberikan kehidupan terbaik untuk mereka. Paling tidak kamu tidak membuat mereka terbebani dan mengkhawatirkan banyak hal yang tidak perlu mereka pikirkan.

Ketika ingin berkunjung ke orangtuamu, bawakan makanan kesukaan mereka

Membahagiakan orangtua tak harus selalu memberikan barang mewah dan mahal, satu hal sederhana yang bisa kamu lakukan adalah dengan membawakan makanan kesukaannya ketika kamu datang mengunjunginya, dengan begitu orangtuamu pasti akan bahagia karna sang anak sangat-sangat mengerti apa yang disukai orangtuanya.

Ingatlah tentang hari penting mereka, seperti ulangtahun ataupun hari ulang tahun pernikahan mereka

Doakan dan ucapkan selamat saat hari penting mereka tiba, jangan lupa untuk mengadakan perayaan kecil demi menghangatkan suasana, ajaklah orangtuamu makan diluar atau jika ingin lebih hemat kamu juga bisa mengadakannya dirumah dengan memasak makanan yang spesial untuk hari itu.

Saat berkumpul, ciptakanlah suasana nyaman. Lupakan sejenak tentang urusan kantor dan gadgetmu

waktu yang kamu habiskan dengan kedua orangtua mungkin adalah kesempatan yang jarang bagi sebagian orang. Manfaatkan waktu ini sebaik mungkin dengan banyak mengobrol tanpa perlu terganggu oleh urusan kantor dan gadgetmu, kamu sudah banyak menghabiskan waktumu diluar sibuk dengan duniamu sendiri, untuk kali ini saja fokuslah pada orangtuamu.

Terbukalah dan Lebih banyak Berkomunikasi Dengan Mereka

Cara membahagiakan orang tua yang selanjutnya adalah dengan selalu berkomunikasi dengan mereka dan berbagi tentang apapun yang kamu rasakan. Jadikan mereka orang pertam yang mengetahui kabar gembira dalam hidupmu. Meski terkesan sederhana.

Mereka akan selalu merasa bahwa mereka selalu jadi yang  utama di hidupmu. Komunikasinlah segala hal bersama mereka  agar mereka selalu merasa bahwa meski raga berjauhan tapi mereka selalu penting untukmu apapun yang terjadi. Cukup mudah bukan membahagiakan orang tua sebetulnya, Karena sesungguhnya yang mereka inginkan adalah kasih sayang serta penghormatan darimu. Membuat orang tua bahagia tidak melulu soal apa yang bisa dilihat dengan mata.  Namun  tentang apa yang bisa dirasakan dalam hati.


Inspiration

Ini Bahayanya Jika Anak Dibebani Terlalu Banyak PR dari Sekolah!

http://health.detik.com/read/2014/03/29/140514/2540508/1301/hati-hati-ini-dampak-buruk-jika-anak-stres-karena-pr




Bermain adalah hak anak. Idealnya anak-anak mendapat cukup waktu untuk bermain. Selepas pulang sekolah adalah waktu yang yang diharapkan bisa digunakan anak-anak untuk bermain-main. Sayangnya tidak semua anak bisa merasakan hal itu.

Bila guru memberi PR terlalu banyak, anak jadi tak bisa bermain sepulang sekolah, PR yang banyak menuntut anak untuk tetap berkutat dengan pelajaran sekolah sekalipun mereka telah berada di rumah. Kalau sudah begini alih-alih meningkatkan prestasi anak, PR yang terlalu banyak justru memberikan dampak negatif bagi anak.

Anak-anak yang Terlalu Banyak Mengerjakan PR Memiliki Resiko Obesitas Lebih Tinggi

Beban PR yang terlalu banyak akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Selepas jam sekolah pun mereka harus tetap memeras otak untuk menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru. Kalau sudah begini bisa dipastikan tingkat stres mereka akan jadi lebih tinggi. Kalau sudah begini, kecenderungan untuk gemuk pun akan jadi lebih besar.

Hal ini terjadi karena seseorang yang tengah dalam kondisi stres atau kurang tidur biasanya cenderung akan makan lebih banyak karena pengaruh hormon. Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Kalau sudah seperti ini, resiko obesitas pun jadi kian tinggi.

Beban PR yang Kelewat Banyak Bisa Mengakibatkan Anak Lebih Mudah Sakit

Sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi, beban PR yang banyak secara otomatis membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Konsekuensinya jam tidur anak jadi berkurang. Padahal berkurangnya jam tidur biasanya diikuti dengan melemahnya daya tahan tubuh. Dalam kondisi seperti ini anak akan lebih mudah terserang penyakit.

Pekerjaan Rumah yang Terlalu Banyak Tak Hanya Membuat Anak Rawan Stres, Seluruh Anggota Keluarga Juga Terkena Imbasnya

Dalam kondisi tertentu, anak kadang perlu didampingi saat mengerjakan PR. Mengerjakan PR yang kelewat banyak tidak hanya menjadi beban bagi anak, orang tua atau pengasuh pun bisa saja ikut stres. Belum lagi bila anak sakit, seisi rumah pun akan direpotkan.

Memberi PR berlebihan pada anak memang tidak efektif. Bukan saja menempatkan anak dalam kondisi yang rentan stres. Hal ini juga memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan anak. Kalau sudah begini, perlu dilakukan komunikasi antara orang tua dan guru demi mendapatkan pola pembelajaran yang tepat untuk anak.


Spirituality

Hei Diri yang Masih Sering Menyakiti Orangtua, Apa Pantas Disebut Manusia Dewasa?




Meski saat ini usia kita sudah masuk di kepala 2 bahkan 3, tak dapat disangkal bahwa terkadang kita masih sering bertengkar dengan orangtua. Entah itu karena urusan yang sepele hingga yang berat, hingga kini pun kita masih belum bisa membahagiakan kedua orangtua kita.

Padahal, orangtua sudah bersedia merawat kita hingga menjadi sukses seperti saat ini. Dia rela berkorban tanpa imbalan hanya untuk membuat kita bisa tumbuh dengan baik. Bertengkar dengan mereka adalah sebuah kesalahan yang sepatutnya tidak kita lakukan.

Mereka juga hanya seorang manusia yang tidak sempurna, tetapi selagi mereka masih ada di hadapan kita, kewajiban kita hanyalah untuk selalu melindunginya dengan baik.

Kita Terlalu Sibuk Mendewasakan Diri Tanpa Kita Sadari Orangtua Pun Semakin Tua

Semakin bertambahnya usia, banyak pula beban dan tanggung jawab yang kita miliki. Permasalahan datang silih berganti, diri tidak henti untuk terus mengembangkan potensi. Setiap hari kita berkutat untuk menaklukan hidup, berusaha sekuat tenaga agar tidak menyerah. Namun, dibalik sibuknya kita untuk mendewasakan diri kita seringkali lupa bahwa orangtua pun semakin tua dimakan usia.

Sebagian dari kita lebih mementingkan diri sendiri tanpa peduli bagaimana nasib orangtua yang mungkin saat ini sedang mengkhawatirkan kita. Kita seringkali lebih mementingkan kekasih sendiri daripada orangtua yang setiap hari selalu mendoakan kita.

Berilah orangtua kamu perhatian selagi masih diberi kesempatan, jangan hanya sekadar memberi kabar, tapi kunjungilah mereka sesering mungkin. Kamu tidak tahu bahagianya mereka ketika melihat wajahmu meski tidak membawa apapun untuk mereka.

Setidaknya Buat Mereka Tersenyum Selagi Masih Ada Waktu, Kita Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi Besok

Sekeras apapun usahamu menghadapi kerasnya dunia, ingatlah selalu pada usaha orangtua yang telah membesarkanmu dari sejak lahir sampai sekarang tanpa kenal lelah dan mengeluh. Kita tidak pernah tahu derita dan luka apa yang telah mereka lalui selama mengasuh kita dan membuat kita bahagia. Jangan sampai kesibukan yang kamu jalankan saat ini membuat kamu jadi melupakan jasa orangtua yang tidak ternilai harganya.

Buatlah mereka tersenyum, tidak ada harta yang lebih bernilai dibanding saat melihat orangtua tersenyum bahagia karena melihatnya kini tumbuh dengan baik.

Orangtua Tidak Menuntut Apa-apa Kok, Tapi Kita Selalu Membebani Pikiran Sendiri dengan Harus Memberikan Mereka Sesuatu

Seringkali alasan kita enggan untuk bertemu dengan orangtua adalah kita masih belum sukses dan tidak bisa membawa sesuatu untuk dibanggakan. Padahal orangtua tidak menuntut apa-apa darimu, asal kamu bahagia dia pun akan merasa senang.

Sebagai anak, kita terjebak pada pikiran bahwa untuk membuat orangtua bahagia adalah dengan membelikannya barang mewah dan mengajaknya makanan di restoran. Pikiran-pikiran itu memang gak salah, tetapi terlalu kuat untuk dijadikan sebagai alasan untuk tidak bertemu orangtua kalau tidak memilikinya.

Daripada dipusingkan dengan pikiran repot seperti itu, lebih baik kamu sediakan banyak waktu untuk mengurus orangtuamu. Waktumu untuk mereka jauh lebih berharga daripada barang-barang mewah. Percuma saja kamu mengirimi mereka barang mewah tiap bulan, tapi kamu tidak pernah hadir sekalipun untuk menengok keadaannya.

Selalu Sempatkan Waktu untuk Menengoknya, Jangan Hanya Datang Ketika Butuh Sesuatu

Ya, seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, waktu jauh lebih berharga daripada barang-barang mewah. Sisakan waktumu untuk memanjakan orangtua. Meski kamu sibuk, tapi jika menyempatkan diri untuk menengok orangtua sepekan atau sebulan sekali itu akan membuat mereka senang.

Saat tahu, kamu akan mengunjungi mereka, orangtua manapun pasti akan bergegas memasakan makanan kesukaanmu sekalipun kamu tidak memintanya. Kenapa ya? Karena mereka sangat merindukan anak-anak yang telah didiknya sejak masih dalam kandungan.

Saat masih kamu anak-anak hingga remaja, kamu tinggal bersama orangtuamu. Wajar, jika mereka sangat merindukan kamu.

Jangan Sesekali Punya Pikiran untuk Mengabaikan Orangtua

Ada sebuah kisah, tentang seorang anak yang ingin meninggalkan ibunya di hutan. Ia menggendong sang ibu masuk ke hutan dan berencana meninggalkannya. Tapi, saat anak itu hendak pergi meninggalkan ibunya di hutan gelap sendirian, sang ibu berkata, “Nak, tadi ibu sudah meninggalkan jejak dengan ranting sepanjang perjalanan agar kamu pulang kembali ke rumah dengan selamat”.

Mendengar perkataan sang ibu, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan ibu di hutan dan pergi kembali ke rumah bersama sang ibu. Dia memutuskan terus merawat orangtuanya hingga ajal menjemput.

Ya, sejahat apapun kita pada orangtua kita, dia tidak akan kembali menjahatimu. Orangtua selalu ingin yang terbaik untukmu meski kamu tidak pernah berbuat baik sekalipun padanya.

Sungguh, belumlah kita dewasa jika masih menyakiti perasaan orangtua kita apalagi sampai ada niatan untuk mengabaikannya. Orangtua kamu mungkin terkadang menyebalkan dan merepotkan, tapi kelakuannya yang sekarang ini belum sebanding dengan kenakalan kita sewaktu masih kecil

Sayangilah orangtuamu, sampai kapanpun itu.


Spirituality

Ingin Berhasil Dalam Hidup? Muliakan Orangtuamu




parents

Seorang pengusaha pernah ditanya apa rahasianya hingga bisa sukses seperti sekarang ini? Jawabannya sungguh menarik. Ia tidak menjawab kerja keras dan disiplin, bukan juga karena butuh banyak kenalan atau pengalaman, bukan pula karena jenjang pendidikan yang tinggi. Lalu apa rahasianya?

Ia menjawab, kesuksesannya itu diraih karena ia menjadikan orang tua sebagai raja. Ia percaya dengan bersikap demikian, maka rezeki yang didapat pun akan melimpah bak kekayaan seorang raja. Orangtua adalah hal yang berharga yang sangat penting dalam kehidupan kita. Sejauh mana kamu bisa membahagiakan orangtua sendiri? Sejauh itu pula Tuhan akan selalu memberikan kebahagaiaan pada dirimu.

Terkadang Kita Terlalu Sibuk Bertambah Dewasa, Sehingga Kita Lupa Bahwa Orangtua pun Bertambah Tua

Setelah dewasa banyak hal yang perlu diurus dan dipikirkan. Kamu terlalu sibuk mengembangkan diri menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi. Melakukan hal tersebut memang tidak ada salahnya, justru baik untuk kehidupan kamu kedepannya. Tetapi, selagi kamu sibuk untuk mengembangkan diri jangan sampai kamu lupa dengan orangtua di rumah. Jika kamu tidak bisa mengurus mereka setiap hari, kamu bisa menyempatkan diri di waktu luang atau saat akhir pekan untuk memanjakan mereka sesekali.

Ingatlah bahwa waktu kebersamaan dengan orangtua sangatlah penting, jangan sampai disia-siakan. Waktu yang berjalan maju tidak dapat ditarik mundur. Jangan sampai kamu menyesal setelah mereka pergi dari dunia ini. Kamu akan merasa menyesal karena tidak bisa melakukan yang terbaik untuk mereka saat masih hidup di dunia. jadilah anak yang berbakti jika ingin hidupmu di dunia berjalan dengan baik.

Kasih Sayangnya Tidak Terbatas, Mengapa Kita Membatasi Cinta Kepadanya?

Mulai dari kandungan sampai kamu sukses seperti sekarang, kasih sayang ibu dan ayah terus mengalir tanpa batas dan tanpa henti. Tidak peduli seberapa besar kesalahanmu, orangtua akan selalu memaafkanmu. Hal ini karena mereka sangat sayang pada anak yang telah mereka lahirkan sendiri.

Jangan karena alasan sibuk bekerja, sudah punya keluarga dan anak, cintamu pada orangtua jadi berkurang dan terbatas. Tunjukan dan berikanlah kasih sayang yang tulus dan penuh cinta pada orangtuamu sama seperti ketika mereka merawatmu saat masih kecil hingga bisa sukses seperti sekarang.

Izin Orangtua adalah Izin Tuhan

Salah satu keridaan Tuhan berasal dari orangtua. Cara kamu memperlakukan orangtuamu akan berpengaruh dalam hidupmu. Untuk itu, jika ingin segala rencanamu ingin lancar dan berhasil, alangkah lebih baik kamu meminta izin dari orangtua kamu di rumah. Meminta izin pada orangtua bukan berarti kamu tidak mandiri dan tidak bisa membuat keputusan sendiri, tetapi anggap saja cara ini sebagai cara agar tiap usahamu dilancarkan dan didengar oleh Tuhan karena telah meminta restu orangtua.

Doa Orangtua adalah Doa yang Manjur

Percayalah, doa kedua orangtua adalah doa yang paling manjur. Inilah alasan mengapa kamu tidak seharusnya menyakiti perasaan kedua orangtua. Ketika hati orangtua tersakiti, Tuhan pun akan murka. Celakalah orang-orang yang memperlakukan orangtuanya dengan buruk.

Kamu pasti ingat kisah Malinkundang bukan? Kamu tentunya tidak ingin berakhir menjadi sebongkah batu sperti Malinkundang yang telah durhaka pada sang ibu. Maka itu, perlakukanlah orangtuamu dengan sebaik-baiknya, khususnya sang ibu karena hanyalah ibumu yang rela menaggung lelah karena mengandungmu selama 9 bulan lamanya dan berjuang agar kamu lahir ke dunia dengan selamat.

Ibumu akan Selalu Mendukung Keputusanmu

Diceritakan, dahulu ada sebuah tradisi di Jepang bahwa orang yang sudah tua dibuang ke hutan karena dianggap menyusahkan. Suatu hari, ada seorang pemuda ingin membuang sang ibu yang sudah tua ke dalam hutan yang lebat dengan harapan ibunya tidak akan pernah bisa keluar dari hutan itu.

Selama perjalanan ke hutan, sang ibu digendong oleh sang anak. Sang ibu yang tidak berdaya, menggapai ranting-ranting pohon dan menjatuhkannya sepanjang perjalanan. Ia lakukan hal itu sebagai penanda jalan.

Sesampainya di hutan, sang anak lalu menurunkan ibunya di hutan. Sang ibu hanya berkata, “Anakku, aku sangat menyayngimu. Tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan dengan ranting kayu yang ibu ambil selama perjalanan. Ibu takut kamu tersesat, ikutilah tanda tersebut agar kau sampai rumah dengan aman”.

Mendengar kata-kata sang ibu yang tulus, anak lelaki itu pun membawa kembali ibu ke rumah dan memutuskan untuk merawatnya dengan baik.

Dari cerita tersebut bisa disimpulkan, ibu akan selalu mendukungmu dalam mengambil keputusan selama itu baik bagimu. Ia tidak akan melarang atau menghalangi jalanmu. Semua itu dilakukannya karena kamu adalah anaknya, buah hati yang sangat ia cintai karena berasal dari rahimnya sendiri.

Buat kamu yang masih takut untuk meminta restu orangtua, jangan pernah khawatir. Ibu akan selalu mendukungmu hingga menuju puncak kesuksesan.

MOST SHARE

To Top