Business

Saat Zona Nyaman Dapat Membuatmu Bekerja Lebih Baik, Bertahan atau Tinggalkan?

Pasti kamu sering mendengar kalimat “Jangan berlama-lama di zona nyaman, nanti gak berkembang”.

Sebuah kata-kata motivasi agar kita tidak terlalu lama ada di zona nyaman. Banyak yang mengartikan zona nyaman sebagai sesuatu yang akan membuat dirikita tidak akan berkembang dan bermalas-malasan. Kenapa? Karena zona nyaman sama artinya dengan kita melakukan hal yang sama secara terus-menerus tanpa ada niatan untuk merubah pola untuk berkembang.

Tapi apakah benar-benar salah kalau kita selalu berada di dalam zona nyaman yang kita lakukan saat ini? Kita pun masih bingung mendefinisikan apakah yang selama ini kita lakukan salah atau benar.

Seorang penulis bernama Megan Dhaum dalam bukunya “The Unspeakable and Other Subjects of Discussion” berargumen soal zona nyaman. Menurutnya, kunci sebuah kepuasan hidup terletak pada keberhasilanmu hidup semaksimal mungkin dalam batasan zona nyaman.

Contohnya begini, jika kamu bukan seorang yang ahli memperbaiki komputer rusak, jangan paksakan diri kamu untuk belajar memperbaiki komputer yang rusak.

Jadilah orang terbaik dalam bidang yang sukai, misalnya jadi ahli tentang mencari ahli servis komputer terbaik namun murah dan berkualitas. Bisa juga dengan jadi ahli tentang informasi tempat penjualan komputer yang terpercaya sehingga komputer rusak kamu bisa dijual dan diganti yang baru.

Kenyamanan yang Sebenarnya Muncul Ketika Kita Sudah Menemukan Keseimbangan antara Passion dan Realitas

Zona nyaman, seringkali digambarkan dengan seseorang yang bermalas-malasan di sofa yang empuk tanpa melakukan apapun. Benarkah demikian?

Realitanya, mana ada sih orang yang selama hidupnya tidak melakukan apapun? Merasa nyaman tanpa ada tanggungjawab dan kewajiban yang harus dipenuhi. Adakah orang yang benar-benar merasa nyaman bila dalam kondisi tersebut? Pengangguran saja, pengen cepat dapat kerja.

Zona nyaman itu bukanlah zona malas, tetapi zona dimana insting untuk berkarya berjalan seimbang dengan kenyataan lain yang ada di dalam hidup. Meski saat ini usaha yang telah kamu lakukan tidak cepat membjuatmu jadi orang kaya raya, tetapi jika kamu sudah merasa bahagia dan menemukan kepuasan batin, itu sama saja kamu sudah sukses dalam hidupmu. Semua tentang bagaiman cara memanfaatkan zona yang dijalani semaksimal mungkin.

Bukannya Takut untuk Menghadapi Tantangan, Tapi  Berada di Zona Nyaman Sudah Menjadi Bagian dari Hidup

Seseorang yang berada di zona nyaman sering disamakan dengan orang-orang yang tidak ingin menerima tantangan dalam hidup. Mereka yang ada di zona nyaman sering dianggap tidak berkembang.

Padahal, meski ada di dalam zona nyaman, kamu tidak pernah berhenti untuk memperbaiki diri jadi lebih baik lagi. Kunci utama dalam meraih hidup yang bahagia adalah mengenali  potensi yang ada di dalam diri sendiri, apa yang benar-benar kamu inginkan, apa saja yang bersedia kamu korbankan, sejauh mana konsistensi, dan dapat bertahan dari berbagai tekanan yang ada. Pada akhirnya usaha yang kamu lakukan sama saja dengan yang dilakukan oleh orang-orang yang menyebut dirinya “berani keluar dari zona nyaman”.

Kamu Bisa Fokus Jadi yang Terbaik dalam Zona Nyamanmu

Terdapat perbedaan yang besar antara orang yang tidak berani mengejar impian sehingga berdiam diri di dalam zona nyaman yang sebenarnya tidak nyaman dengan mereka yang sudah menemukan kenyamanan sehingga menolak mengikuti standar kesuksesan orang lain. Tidak ada salahnya berada di  zona nyaman jika kamu bisa sukses dengan caramu sendiri. Intinya adalah tidak takut dan pantang menyerah.

Kenyamanan adalah salah satu hal yang patut disyukuri. Kamu tidak harus melewati jalan yang ekstrem atau berliku-liku untuk mencapai kesuksesanmu sendiri. Setiap orang punya kisah suksesnya masing-masing. Mungkin kamu merupakan orang yang termasuk meraih kesuksesan dengan cara yang aman.

Kamu justru bisa memfokuskan segala potensi yang dimiliki untuk jadi orang yang terbaik dalam batasan kenyamananmu.

Beberapa Orang Sukses Bisa Berhasil Meski ada di Dalam Zona Nyaman

Jika kamu tidak percaya bahwa orang yang berada di zona nyaman pun bisa sukses, kamu bisa lihat Lionel Messi. Betapa cintanya ia pada klub sepakbola FC Barcelona, sehingga dari umurnya yang masih sangat muda hingga sekarang ia tidak pernah pindah ke klub lainnya. Konsistensi dan ketekunan membuatnya bisa sukses menjadi pemain terbaik sepakbola.

Ada juga Walt Disney yang namanya masih kita dengar hingga saat ini. Dahulu ia sempat ditolak berkali-kali dan dianggap sebagai orang yang tidak bisa menggambar. Tapi, karena ia sangat menyukai apa yang dilakukannya dalam dunia gambar, ia pun terus melakukannya karena sudah merasa nyaman.

Kalau kamu sudah merasa nyaman dengan kondisi yang sekarang, lanjutkan saja. Karena saat kamu menemukan kenyamanan dari apa yang kamu lakukan sekarang, kamu akan mengerjakannya dengan sepenuh hati.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Jika Mengumbar Masalah Tak Akan Menuai Simpatik, Lalu Untuk Apa Kamu Masih Melakukannya?

Hidup tak hanya tentang senyuman dan tawa. Ketika kesedihan mendekat, hati lantas gundah. Kamu pun sulit untuk mengendalikan diri agar tak kian terperosok dalam palung kesedihan. Padahal saat kesedihan menghimpit, yang kita butuhkan hanyalah sikap legowo dan ketenangan untuk menghadapinya.

Berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya juga bisa dilakukan. Hal ini jauh lebih baik daripada kamu mengumbar masalah. Mungkin memang akan ada orang yang melirik saat kamu mengumbar masalahmu, tapi bukan berarti mereka akan simpatik pada kamu.

Bisa Jadi Sang Pemilik Hidup Sedang Berada Didekatmu Saat Ini, Untuk Itu Dia Menaruh Masalah Atas Hidup Yang Kamu Jalani

Jika boleh mengambil gambaran atas hidup yang sedang kamu jalani dapat diumpamakan sebuah kaleng biskuit dengan berbagai jenis isi. Tentu kamu tak menyukai semua biskuit yang ada di dalamnya, ada beberapa biskuit yang mungkin tak kamu suka. Entah karena rasa yang tak sesuai atau teksturnya yang memang tak sesuai dengan seleramu. 

Ketika satu biskuit yang dengan rasa yang tak kamu sukai telah diambil dari dalam kaleng, tentu masih ada biskuit favorit yang bisa kamu nikmati setelahnya. Demikian pula dengan kehidupan yang kamu lalui. Mungkin hari ini kamu yang tak bahagia. Namun esok hari pasti ada cerita indah yang jauh lebih membahagiakan. Lagi pula setiap goncangan hidup hanyalah bentuk dari kepedulian semesta untuk kita. Bisa saja sang Tuhan memang sedang ingin berada dekat denganmu. Untuk itu Dia menguji kamu dengan masalah.

Berbagi Memang Perlu, Namun Untuk Masalahmu Sebaiknya Hanya Kamu Yang Tahu!

Konon menceritakan masalah yang sedang kamu hadapi dapat mengurangi beban. Hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, tapi tak juga bisa dibenarkan dengan sepenuhnya. Memang kamu bisa jadi meraga lega karena telah bercerita, namun untuk solusinya tak selalu ada.

Seringnya pilihan ini malah melahirkan pandangan buruk atas dirimu. Tanpa merasa perlu membantu, orang-orang malah akan berlomba jadi hakim untuk dirimu. Menilai kamu sebagai pribadi yang terlalu lemah, sehingga mengumbar masalah kepada mereka. Karena tidak semua orang akan tergerak hatinya untuk peduli atas masalah yang sedang kamu hadapi. Sebaliknya bisa jadi mereka malah tertawa senang melihat penderitaanmu.

Tak Hanya Kamu, Orang Lain Pun Tentu Punya Masalah. Hanya Saja Cara Untuk Menghadapinya Mungkin Berbeda

Membandingkan hidupmu dengan orang lain yang terlihat bahagia, memang tak akan ada habisnya. Akan selalu ada sisi lebih dari yang mereka punya, tapi tak ada di hidupmu. Kebiasaan ini perlahan akan menggiringmu pada kegiatan berandai-andai tanpa ujung. Alhasil semua hal yang kamu miliki akan selalu terasa kurang dan tak sempurna.

Satu hal yang mungkin sedang kamu lupakan, bahwa mereka juga punya masalah yang sama. Ini sudah jadi hukum alam untuk semua manusia yang ada. Hanya saja cara untuk menghadapinya mungkin berbeda. Dia yang terlihat selalu bahagia bisa jadi orang yang paling menderita. Tapi untuk beberapa alasan yang mungkin dirinya percaya, tak sekalipun ia menunjukkan semua luka. Seharusnya kita juga melakukan hal yang sama. Berhenti berpikir bahwa masalah yang ada dalam hidup hanya datang pada dirimu saja!

Mulailah Melatih Diri Untuk Tetap Bersabar, Maka Masalah Yang Datang Akan Terasa Sebagai Teman Yang Menguatkan

Untuk segala keluh kesah dan persoalan yang sedang melanda, kesabaran memang jadi satu-satunya hal yang kamu butuhkan. Kamu bisa mengangguk jika setuju atau menggeleng karena tak sependapat. Yap sesukamu saja,  toh kamu berhak sepenuhnya atas hidupmu.

Kamu sudah cukup kuat untuk menahan semua beban yang ada, serta bijaksana untuk menyikapinya. Tak perlu menganggap hal ini jadi sebuah persoalan pelik yang akan menyakitkan. Sebaliknya pandanglah itu sebagai seorang teman yang akan menguatkan. Membantumu berdiri dan naik ke level hidup yang lebih tinggi. Sehingga kelak masalah baru kembali datang, diri ini sudah tak lagi sama, kamu telah berevolusi jadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Sebenarnya Dunia Hanya Ingin Kamu Mengetahui Seberapa Kuat Dirimu

Untuk segala sesuatunya semesta tentu telah punya ukuran, baik itu kesedihan atau kebahagian. Kita hanya perlu jadi pelakon baik untuk sebuah cerita. Tetap tenang dan menghadapinya, tanpa perlu mengumbar masalah. Perlahan waktu yang berjalan akan memberi kita ruang untuk merasa bahagia. Tersenyum hingga tertawa, kemudian tersadar bahwa hidup yang kita punya memang tak selalu sama. Dan satu hal yang perlu kita percaya, bahwa semuanya sudah ada ketentuannya. Sebagai mahkluk yang hidup dan bergerak kita hanya perlu berencana. Menjalani semua cerita dengan versi terbaik yang kita punya. Hingga kelak waktu sendiri akan memperlihatkan pada orang lain dan dunia, bahwa kita adalah pribadi yang kuat dan bahagia.

Lalu bagaimana dengan kamu ?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top