Spirituality

Pertanyaan Pada Diri Sendiri, Sudahkah Kita Bersyukur Untuk Hari Ini?

Bersyukur itu mudah dikatakan tapi sungguh, tak mudah dilakukan. Karena kadang kita terlalu sibuk memperhatikan apa yang tidak kita miliki. Sekaligus juga kita kerap terpana dengan yang sudah dimiliki orang lain.

Sesungguhnya hal tersebut wajar. Kita memang dititipkan nafsu yang mendorong kita menginginkan hal yang belum kita miliki. Namun kalau tak dikontrol hal itu bisa saja mengkonsumsi kepribadian kita. Malah nanti kita selalu merasa kurang dan kosong.

Mungkin kita perlu berhenti sejenak. Merenung memikirkan apa yang membuat kita berada di sini saat ini. Tak perlu merogoh jauh ke belakang atau menatap jauh ke depan. Cukup mensyukuri hari ini.

Hidup Dengan Keluarga Yang Saling Menyayangi Dan Lingkungan Yang Aman

Berada diantara keluarga yang saling menyanyangi membuat kita lebih giat untuk menghitung berkah yang sudah kita terima, lihatlah mereka yang kehilangan orang yang disayangi dalam hidupnya entah itu karena kesakitan, maut atau direnggut oleh bencana alam di lingkungannya. Kehilangan orang yang disayangi dalam hidup menjadi penderitaan batin yang tak tertandingi, bahkan membayangkannya saja kadang sudah membuat hati kita tercabik. Bersyukurlah kita yang masih hidup bersama dengan keluarga yang lengkap dengan nyaman.

Punya Tempat Tinggal Dan Bisa Makan Setiap Hari

Berterimakasihlah kepada sang pemberi hidup karena memberikan kita rumah untuk tinggal dan bisa makan setiap harinya, bandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak memiliki rumah untuk tinggal. Berpindah-pindah hanya untuk merebahkan tubuh yang kelelahan, berjuang bertaruh nyawa untuk memenuhi rasa lapar akan sesuap nasi.

Tapi kita tak pernah menganggap hal ini penting. Bahkan masih sering mengeluh dan khawatir ke orang lain, soal apakah kita bisa makan esok hari.  Kita perlu ingat budayawan Sujiwo Tejo khawatir besok tak bisa makan saja, itu sudah menghina Tuhan. Bukankah ini saatnya kita mensyukuri apa yang ada di depan meja makan kita saat ini?

Mendapat Kesempatan Merasakan Pendidikan Dan Memiliki Pekerjaan

Percaya atau tidak memang tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dalam hidup, kesempatan untuk merasakan pendidikan salah satunya. Kita harus mensyukuri hal ini dengan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya karena tak semua orang bisa merasakan pendidikan yang sama. Sebagian dari mereka bahkan tak pernah tau apa itu pendidikan yang sebenarnya, mereka tidak seberuntung kita yang bisa mendapatkan pendidikan bahkan hingga ke pekerjaan.

Selalu melihat hidup oranglain yang terlihat sempurna dan membandingkannya dengan hidup kita hanya akan membuat kita banyak mengeluh dan meminta. Yang sadar atau tidak kita sering kali lupa jika masih ada orang yang tidak seberuntung kita. Bersyukurlah untuk hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akuilah bahwa segala yang ada dalam hidup kita adalah hal yang patut untuk disyukuri karena tak semua orang bisa mendapatkan apa yang kita miliki sekarang ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Tanpa Sadar Kita Sering Melakukan Sikap-sikap Egois Ini Hingga Membuat Orang Lain Menjauh

http://laruno.com/karir/tipskarir-cara-bijak-mengahadapi-rekan-yang-menyebalkan/

Hampir semua orang ingin menjadi sosok yang terbaik, peduli dengan sekitarnya dan penuh semangat. Pada kenyatanya sosok ideal seperti itu tidak bisa selalu ditemukan. Bahkan ada beberapa orang yang tidak menempatkan hal itu sebagi prioritas.

Berteman dengan orang yang memiliki perangai buruk memang kurang menyenangkan. Kamu pun sulit untuk menemukan kenyamanan saat menjalin interaksi dengannya. Kalau sudah begini alih-alih ingin menjadikannya sahabat dekat, orang pun buru-buru menjauh darinya. Beberapa sikap tak baik ini harus kamu hindari. Sebaiknya kamu juga menjauh dari orang yang gemar bersikap seperti ini.

Kamu Tak Pernah Peduli Pada Orang Lain. Kamu Hanya Fokus Pada Dirimu Sendiri. Bisa Dibilang Kamu Egois!

Kamu hanya peduli tentang kamu dan kepentinganmu saja. Kamu tak mau tahu dengan orang-orang yang berada disekitarmu. Bahkan seringkali kamu  tak memberikan kesempatan kepada lawan bicaramu untuk berkata. Kalau kamu seperti ini akan lebih baik bila segera berubah sebelum satu per satu temanmu angkat kaki.

Kamu Hanya Menilai Orang Lain Dari Penampiannya!

Kamu terbiasa menilai orang lain dari tampilanny saja. Padahal kecantikan abadi justru datang dari hati. Kalau kamu seperti ini, segera rubah pola pikirmu. Mulai belajar lebih bijak menilai orang lain.

Segala Sesuatu Dalam Hidup Kamu Anggap Kompetisi. Kamu Tak Rela Bila Ada Yang Lebih Baik Darimu

Apakah kamu orang yang selalu menganggap diri sendiri merasa lebih dari orang lain? Kamu tak akan membiarkan orang lain untuk mengalahkanmu, bahkan sekalipun itu teman kamu sendiri. Jika seperti itu kamu memang bukan orang yang asyik untuk diajak berteman. Kamu harus bisa lebih peduli pada teman-temanmu dan membiarkan mereka merasa bangga pada kemampuannya

Bagimu Teman Berarti Musuh. Kamu Tak Segan Untuk Menjatuhkan Mereka Dari Belakang

Alih-alih mengangap teman sebagai partner yang saling mendukung, justru kamu menanggap mereka sebagai musuh kamu. Kamu tak segan untuk berkonflik dengan teman-temanmu. Bahkan pertengkaran sengit dengan teman nyaris selalu mewarnai harimu. Kamu tak segan menjatuhkan teman demi bisa mencapai tujuanmu. Tak heran bila tak ada orang yang tahan lama bertahan denganmu.

Kamu Menuntut Orang Lain Untuk Menganggapmu Penting

Kamu tak ragu untuk mempertanyakan seberapa penting dirimu bagi orang lain. Tentu saja pertanyaan ini akan membuat teman-temanmu merasa tak nyaman. Kamu ingin orang lain menganggapmu sepenting yang kamu mau. Kamu juga akan marah bila teman-temanmu tak melibatkan kamu dalam momen penting mereka. Sudahlah, kehidupan temannmu tak hanya berpusat di kamu!

Bersikap Layaknya Seorang Bos Hanya Akan Membuat Orang-orang Menjauh Darimu

Kamu selalu menganggap dirimu paling penting diantara teman-temanmu. Setiap keputusan penting yang diambil teman-temanmu harus berdasarkan persetujuanmu. Kamu juga selalu membuat orang lain berada dikendalimu. Ayolah berhenti melakukan ini sebelum orang-orang menjauhimu!

Bahkan Kamu Pun Enggan Jujur Pada Dirimu Sendiri

Kejujuran adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menghargai orang-orang disekitar kamu. Tak heran saat kamu tak bisa jujur pada dirimu sendiri, kamu bukanlah orang yang asyik untuk diajak berteman. Tak bisa jujur pada sendiri, berbohong dan membuat citra palsu hanya akan membuat kamu dijauhi teman-temanmu.

Kamu Tak Segan Untuk Berkata Kasar Dan Mempermalukan Teman-teman Kamu Di Depan Orang Banyak

Jika kamu menganggap bahwa berkata kasar dan suka mempermalukan teman-teman kamu di depan orang banyak adalah hal lumrah, sepertinya kamu harus mulai mengubah pola pikir kamu dari sekarang. Mungkin ada saatnya kamu tak setuju dengan pendapat teman-teman kamu, namun hal ini tak lantas membuat kamu memiliki hak untuk berkata kasar pada temanmu. Ini bukan hal baik yang bisa kamu lakukan. Bersikaplah lebih bijak!

Gayanya Sih Sok Mandiri, Alih-alih Bisa Mengurus Diri Sendiri, Nyatanya Kamu Lebih Sering Merepotkan Teman Kamu

Seberapa sering kamu meminta bantuan dari temanmu? Jika cukup sering, apakah kamu juga tak segan mengulurkan bantuaan pada temanmu saat dia membutuhkannya? Jika tidak berarti kamu belum memiliki kualitas menjadi teman yang baik. Setiap teman berbuat baik hendakknya kamu membalasnya dengan perbuatan baik. Bila kamu masih merasa segan untuk itu, kamu bukan teman yang asyik. Tidak heran bila kamu kerap dijauhi orang.

Selalu Berpikir Negatif. Siapa Sih Yang Betah Berteman Lama-lama Dengan Orang Yang Selalu Pesimis?

Memiliki pola pikir negatif dalam memandang dunia hanya akan membuat kamu dijauhi teman-temanmu. Belum lagi mental pesimis yang hanya akan membuat kamu terlihat menyedihkan. Bangkit dan hadapi hidup ini dengan berani! Selalu berpikiran negatif hanya akan membuatmu dijauhi orang.

Jika kamu merasa beberapa sikap tersebut ada pada diri kamu, segera bangkit dan perbaiki diri kamu. Bukankah tak ada gunanya mempertahankan sikap buruk!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Menunda Pekerjaan Itu Artinya Kamu Sedang Menangguhkan Suksesmu. Atasi Dengan Cara Ini

Dua hal yang sering menjadi hambatan dalam bekerja adalah memulai pekerjaan dan menjaga fokus saat bekerja. Pekerjaanmu tidak akan segera dimulai jika kamu masih saja terus menunda-nunda pekerjaanmu.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan adalah sesuatu yang buruk, jika dibiarkan kebiasaan ini akan mendarah daging dan akhirnya kamu sulit untuk jadi produktif.

Yuk, mulai sekarang hindari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan agar waktu yang kamu miliki berguna lebih efisien dan bermanfaat! Ini 9 cara yang bisa membantumu untuk terhindar dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Kamu Bisa Memulainya Dengan Mencicil Pekerjaan Dan Mengatur Jadwalmu

Melihat pekerjaan yang menumpuk memang menyebalkan dan seringkali membuat kita down duluan. Tetapi, jika ingin cepat selesai dan terhindar dari omelan bos, kamu bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan cara mencicilnya, kemudian atur jadwal untuk mengerjakannya.

Misalnya, kamu punya 4 pekerjaan yang berbeda-beda namun harus selesai dalam waktu satu bulan. Kamu bisa mencicilnya satu persatu dengan cara, pekerjaan 1 dikerjakan di minggu pertama, pekerjaan 2 dikerjakan pada minggu kedua, pekerjaan 3 dikerjakan pada minggu ketiga, dan pekerjaan keempat dikerjakan di minggu keempat.

Dengan mencicil, pekerjaan kamu akan selesai pada waktunya. Kamu pun terhindar dari omelan bos yang galak.

Hindari Segala Hal Yang Mengalihkan Fokusmu Saat Melakukan Pekerjaan

Sebisa mungkin hindari sumber-sumber yang membuat perhatian kita jadi tidak fokus saat bekerja. Sumber yang paling sering membuat kita tidak fokus adalah smartphone dan media sosial. Sebisa mungkin hindari kedua hal itu saat bekerja. Ketika pekerjaanmu sudah selesai, barulah kamu bisa kembali menggunakannya dengan leluasa.

Letakan smartphone sejauh mungkin dari pandangan saat kita sedang bekerja, pastikan kamu sudah menyetelnya dalam mode silent agar tidak ada suara-suara mengganggu yang dapat memecah fokus. Kemudian, tutup semua akun media sosial yang kamu punya saat sedang bekerja.

Pilihlah Tempat Yang Nyaman Untuk Melakukan Pekerjaan Agar Kamu Semakin Fokus

Tempat yang nyaman saat bekerja adalah faktor penting agar kita tetap fokus. Untuk itu, pilih atau buatlah tempat kerja yang nyaman untuk dirimu sendiri. Jika tempat untuk melakukan pekerjaan sudah tidak nyaman, bagaimana kamu bisa fokus bekerja? Bila perlu tambahkan wewangian aromatheraphy di sekitar tempatmu untuk membantumu tetap konsentrasi saat bekerja.

Jangan Terlalu Banyak Berpikir, Kerjakan Tanpa Banyak Mengeluh

Kebiasaan yang sering membuat kita menunda-nunda pekerjaan adalah karena kita terlalu banyak berpikir. Banyak berpikir tentang pekerjaan yang menumpuk, banyak berpikir tentang kerjaan yang tak kunjung selesai dan sebagainya.

Padahal, kuncinya satu. Kerjakan saja! Tanpa banyak mengeluh. Pekerjaan tersebut tidak akan selesai jika kamu tidak mengerjakannya. Tidak usah memikirkan terlalu banyak hal, ambil laptop kamu sekarang dan kerjakan sebaik yang kamu bisa!

Bekerjalah Sesuai Dengan Ritmemu. Kamu Bisa Memilih Waktu Yang Menurutmu Paling Nyaman Untuk Bekerja

Kenali dirimu sendiri, temukan ritme kerja yang paling sesuai dengan kepribadianmu. Ketahui kapan waktu yang paling produktif bagi kamu untuk berpikir dan bekerja? Pagi? Siang? Malam? Jika sudah tahu, manfaatkan waktu tersebut untuk menuntaskan kewajiban.

Mengetahui ritme yang paling cocok untukmu, kamu akan lebih mudah untuk mengatur waktu dan kesempatan yang paling bermanfaat untuk produktivitasmu.

Agar Tak Terasa Berat, Bagi Pekerjaanmu Menjadi Beberapa Bagian Sesuai Yang Kamu Inginkan

Jika kamu merasa berat mengerjakan satu pekerjaan sekaligus, pecahlah menjadi beberapa bagian yang kecil-kecil. Misalnya, kamu punya satu tugas besar soal analisis keuangan suatu perusahaan, cobalah untuk mulai mengerjakan dari hal yang paling mudah, kemudian ke bagian paling sulit. Jika kamu merasa lelah, ada baiknya istirahat sambil sesekali mengumpulkan data untuk kepentingan analisismu.

Jika Pekerjaanmu Masih Terasa Berat, Cari Partner Untuk Bekerja Sama Agar Bisa Dilakukan Dengan Cepat

Jika dirasa bekerja sendiri terasa berat, cobalah minta bantuan seorang rekan untuk membantu menyelesaikannya secara bersama-sama. Bekerja sendirian bisa membuat kamu selalu mencari alasan untuk menunda-nunda, tetapi jika ada rekan yang membantu, bukan saja pekerjaan tersebut jadi lebih ringan tapi juga ada yang membantu untuk mengingatkan. Carilah rekan yang bisa diandalkan.

Beri Penghargaan Pada Diri Sendiri Ketika Berhasil Menyelesaikan Tugas 

Siapa sih yang tidak suka diberi penghargaan? Meski diberikan dari sendiri dan untuk diri sendiri, sebuah penghargaan bisa membuat kita termotivasi untuk menuntaskan pekerjaan sampai selesai. Misalnya, jika kamu telah selesai mengerjakan tugas dari kantor, kamu berhak mentraktir dirimu makan di restoran favoritmu.

Bekerja Keras Memang Akan Membuatmu Semakin Dekat Dengan Kesuksesan, Namun Cukup Istirahat Juga Tak Kalah Penting

Terakhir, dan juga penting adalah jangan lupa untuk tidur yang cukup. Seringkali penyebab dari kebiasaan suka menunda-nunda adalah karena kita terlalu lelah untuk melakukan satu pekerjaan. Kelelahan mengakibatkan kita malas, malas membuat kita jadi menunda-nunda, jika terus begitu maka pekerjaan pun jangan harap bisa selesai.

Pastikan dirimu mendapat tidur yang cukup agar produktivitasmu tidak terganggu dan tidak mudah terserang penyakit. Jika bisa 8 jam setiap hari, namun jika tidak bisa tidur selama 8 jam, asalkan kamu tidur selama beberapa jam saja, itu sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap fit.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Life

Untuk Mereka Yang Memiliki Tingkat Kecerdasan Tinggi, Bahagia Adalah Sesuatu Yang Langka

“Happiness in intelligent people is the rarest thing I know.” – Ernest Hemingway, seorang penulis/novelis, jurnalis penerima Nobel (1899-1961). Pernyataan dari Ernest tersebut seakan memberi gambaran bagi kita bahwa memang pada kenyataannya orang-orang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi cenderung jarang bahagia.

Hal itu juga bisa kita lihat dari sikap dan cara mereka untuk menjalani hidupnya sehari-hari,terlihat tidak bahagia karena lebih banyak menyendiri dan jarang bisa bersosialisasi dengan lingkungannya. Tapi apakah hal tersebut membuktikan bahwa mereka tak pernah bahagia?

Sebelum memutuskan untuk memberi mereka label tidak bahagia kita juga harus tahu terlebih dahulu apa sekiranya alasan bagi mereka yang berotak cerdas cenderung sulit untuk menemukan bahagianya.

Orang Yang Memiliki Kecerdasan Tinggi Merasa Tertekan Jika Harus Bersosialisasi Dengan Orang Lain

Sebagian besar dari mereka merasa mengalami kesusahan dalam menjalin komunikasi dengan orang lain, apalagi jika menurut mereka hal tersebut bukanlah sesuatu yang menguntungkan baginya. Lebih memilih untuk menyendiri karena mereka merasa kurang membutuhkan komunikasi dengan lingkungannya.

Jika kebanyakan orang akan merasa bahagia ketika mereka bisa bertemu dan bersosialisasi dengan orang banyak justru orang dengan tingkat kecerdasan yang tinggi mengalami sebaliknya, lantas apakah ini berarti bahwa mereka tidak bahagia?

Lebih Tertarik Dengan Hal Lain Yang Dianggap Penting, Sehingga Kebahagiaan Menjadi Urusan Nomor Sekian

Banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang dijadikan target oleh mereka, menciptakan hal-hal baru yang mereka mau tanpa memerlukan oranglain untuk mencapainya. Lebih fokus pada diri sendiri untuk bisa hidup sesuai aturan yang mereka ciptakan membuat mereka merasa tak perlu untuk beradaptasi lagi dengan lingkungan tertentu untuk bahagia. Karena hidupnya tidak bergantung pada orang lain sehingga mudah untuk membuat target dan menjalani hidupnya, dan bahagia menjadi prioritas nomor sekian.

Menilai Segala Sesuatu Terlalu Tinggi Sesuai Standar Yang Mereka Mau

Orang dengan tingkat kecerdasan tinggi selalu yakin atas apa yang mereka inginkan dan hal lain diluar harapan ataupun ekspektasi mereka yang mungkin akan mengecewakan, dan ini membuat mereka semakin sulit untuk bahagia. Hal ini berlaku untuk segala aspek dalam hidup mereka, baik itu karir, persoalan cinta atau hal lain yang penting dalam hidupnya.

Akan tetapi kita juga harus menyadari bahwa tidak semua hal dalam hidup  bisa kita dapatkan, tapi ini tidak berlaku bagi mereka yang cerdas. Mereka lebih sering mempertahankan persepsi idealistiknya terhadap dunia yang tidak menolong mereka dalam memahami bagaimana kehidupan berjalan. Sehingga saat mereka mendapatkan kenyataan bertolak belakang dengan harapannya, mereka akan merasa sangat kecewa.

Bahkan Mereka Sering Menghakimi Diri Sendiri Terlalu Keras Dengan Caranya

Alasan lain ketidakbahagiaan juga hadir dari kecenderungan mereka yang terlalu ekstrim menghakimi diri mereka sendiri. Itu tidak hanya berlaku seputar keberhasilan dan kegagalan mereka, akan tetapi mencakup segala hal dalam hidup mereka. Kebiasaan berpikir mereka yang mendalam menganalisis tindakan dan perilaku mereka dibandingkan dengan standar tinggi mereka.

Ungkapan bahwa tak ada manusia yang sempurna sepertinya tidak berlaku bagi mereka, meskipun kesalahan tersebut  dilakukan tanpa sengaja, kecenderungan ini sudah cukup menjadi alasan bagi mereka untuk menghakimi diri sendiri tanpa perlu alasan. Hal inilah yang sering mengganggu pikiran mereka dan merusak mood mereka. Jenis kilas balik kekesalahan masa lalu seperti ini sering dialami orang-orang cerdas, rasa bersalah dan ketidakpuasan memenuhi pikiran mereka. Emosi negatif inilah yang sering menghilangkan rasa bahagia dari hidup mereka

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top