Relationship

Karena Keterbukaan Seseorang Untuk Masalah Pribadi Berbeda-Beda, dan Seharusnya Kita Saling Menghargai

Kenyamanan kita dalam menjalin hubungan pada seseorang pada dasarnya didukung oleh adanya banyak kesamaan dan kesukaan yang kita miliki, tapi tak bisa dipungkuri juga akan ada fase dimana kita dihadapkan dengan perbedan-perbedaan dalam diri masing-masing. Jika ada seseorang yang dengan santai mampu menceritakan semua hal yang dirasakannya kepada orang lain, disisi lain ada juga orang yang sama sekali tak pernah mampu untuk terbuka berbicara kepada orang, bahkan mungkin orang terdekatnya sekalipun.

Bukan berarti dia tidak percaya kepada orang lain tapi memang ada orang yang tak mampu berbicara terbuka kepada orang lain, Ya kita harus menghargai apapun alasan dibalik sikapnya itu.

BAGI SEBAGIAN ORANG MASALAHNYA ADALAH MILIKNYA

Seseorang yang selalu ceria dan mudah senyum bahkan hampir tak pernah menunjukkan kesedihan atau masalah apapun,Bukan berarti dia bahagia setiap hari. Sikap diam yang ditunjukkannya dan tak ingin bercerita bukan berarti dia tak mempercayai oranglan tapi memang bagi sebagian orang ada beberapa hal yang memang tidak ingin ia bagikan kepada siapapun. Karena baginya masalah yang dia sedang alami hanya miliknya dan tak perlu ada oranglain yang tau.

MASING-MASING ORANG PUNYA CARA SENDIRI

Mungkin sebagian orang akan memilih bercerita dan hal tersebut mampu mengurangi beban, tapi dilain sisi ada orang yang memilih untuk tidak ingin bercerita dengan sembarangan orang. Memilih teman yang tepat sebagai pendengar adalah keputusan yang baik, dan bahkan ada juga orang yang memilih untuk diam tak ingin bercerita kepada siapapun. Kita tidak perlu merasa tersinggung karena memang setiap individu mempunya caranya masing-masing untuk masalah pribadinya.

ADA ALASAN DIBALIK SIKAPNYA YANG TERTUTUP

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa setiap orang mempunya alasan tersendiri untuk semua sikap dan perilaku yang ditunjukkan, begitu juga dengan keterbukaan dan sikap tertutup yang seseorang tunjukkan untuk masalah pribadinya. Mereka memilih diam karena mungkin ada beberapa hal-hal yang mereka pertimbangkan dan jaga. Apapun itu alasannya mungkin bagi mereka itulah yang terbaik.

BERIKAN WAKTU UNTUKNYA BISA BERPIKIR DAN MENENANGKAN DIRI

Orang yang sulit terbuka biasanya memerlukan waktu untuk sendiri, memikirkan masalahnya dengan tenang untuk kemudian mencari solusi dengan caranya sendiri. Mereka tidak terbiasa mampu berbicara langsung untuk ketika ada masalah dan lebih cenderung berdiam diri meski ada masalah sekalipun

DAN SUDAH SEHARUSNYA KITA MENGHARGAI KEPUTUSANNYA

Dan pada akhirnya yang harus kita lakukan untuk menyikapi sikap seseorang yang seperti ini hanyalah bisa menghargai keputusannya, bukan lantas pergi dan menjauh darinya kita harus tetap menjalin komunikasi yang baik dengannya. Karena tidak semua orang yang kita anggap sudah dekat dengan kita bisa nyaman dengan kita sebagaimana kita merasa nyaman dengannya. Karena ada titik dimana seseorang memang butuh sendiri untuk semua masalah yang dihadapi dan dimilikinya.

Selama hal itu tidak menganggu hubungan kita dengannya sah-sah saja, kita bisa menjalani hari seperti biasa. Karena kenal dengan seseorang bukan berarti kita tau semua cerita dan kisah hidupnya. Jika mungkin kita adalah orang yang sangat gampang membuka diri untuk bercerita dengan oranglain tapi tak semua orang yang kita kenal bisa nyaman dengan kita kita sebagaimana diri kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Salahkah Masih Mengharap Lebih Sementara Kita Diharuskan Untuk Bersyukur Dengan Yang Ada?

Tidak sedikit orang yang sering mengeluh atas pendapatan yang diperolehnya. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Dirimu tidak pernah puas akan suatu hal dan selalu iri terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain membuatmu selalu ingin meminta lebih dan tidak bersyukur terhadap kondisi yang dijalani selama ini.

Berapapun rezeki yang telah kamu terima hari ini, janganlah lupa untuk mensyukurinya. Tidak perlu banyak, asal bisa mencukupi kebutuhan hidup kamu sehari-hari pantaslah kamu syukuri dengan hati yang tulus.

Coba tanya pada diri sendiri, di saat Tuhan telah mencukupkan rezeki apakah kamu pantas mengeluh, merasa marah dan kecewa? Sedangkan banyak saudara kita di luar sana yang masih hidup serba kekurangan dan kelaparan.

Terlalu Banyak Rezeki Juga Tidak Baik, Rezeki yang Berlebihan Justru Membuat Kamu Lalai

Rezeki adalah bagian dari ujian hidup. Melalui rezeki, Tuhan mengukur seberapa besar keimanan kita. Apakah akan tetap taat atau lali menjalankan segala perintah-Nya. Mempunyai rezeki yang berlebih mungkin dapat membuat hati ini senang, tetapi seringkali membuat kita lupa diri. Tidak sedikit orang yang menjadi sombong karena punya banyak harta dan lupa terhadap sesamanya.

Memiliki harta yang berlebih membuat kita lebih mengutamakan nafsu daripada kewajiban dan memperbanyak amal. Disadari atau tidak, punya banyak harta namun tidak pernah bersyukur justru mendorong kita pada situasi yang berbahaya. Ingat, rezeki adalah amanah atau titipan dari yang maha kuasa. Jika tidak pandai menjaganya kamu yang akan rugi suatu saat nanti.

Setiap Orang Sudah Ditentukan Ukuran Rezekinya Masing-Masing, Tidak Perlu Risau Tidak Kebagian Rezeki

Dari sejak di dalam kandungan, Tuhan telah menentukan rezeki bagi masing-masing umatnya. Setiap orang takrannya berbeda-beda. Tidak perlu iri dan dengki jika orang lain rezekinya lebih banyak darimu, jika kamu merasa iri itu artinya kamu belum bersyukur dan masih risau tidak akan kebagian rezeki.

Belakangan sering kita lihat di berbagai media tentang orang lain yang bertengkar karena merasa “lahannya” untuk mencari rezeki telah diambil orang lain, ia takut bahwa suatu saat orang tersebut akan mengambil rzekinya dan dia menjadi miskin.

Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan umatNya sengsara. Selama kita beriman dan terus berusaha, rezeki akan datang kepada kita melalui jalan dan cara apapun yang halal.

Punya Rezeki Lebih, Jangan Lupa Saling Berbagi

Sebanyak 2,5% dari penghasilan yang kita dapatkan adalah milik orang lain. Maka dari itu, ketika sudah mendapatkan rezeki yang mencukupi jangan lupa untuk berbagi pada sesama. Membagikan rezeki kita pada orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita miskin. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan memberikan pahala atau ganjaran yang sepadan dengan kebaikanmu. Untuk itu, berbagilah sebanyak-banyaknya.

Berbagi dengan niat dan hati yang tulus akan membuat batin kita merasa lebih bahagia. Bahagia melihat senyuman sesama manusia, bahagia karena ada orang lain yang bisa terselamatkan atas pertolongan yang kita berikan. Rasakanlah hidup yang lebih bahagia melalui berbagi pada sesama.

Bersyukur dengan Rezeki yang Kamu Terima, Membuat Hatimu Lapang

Semua yang telah diberikan oleh Tuhan adalah yang terbaik buat kita. Bersyukur adalah salah satu cara untuk berterima kasih pada Tuhan. Ia tidak pernah meminta apapun pada umatnya selain selalu beriman kepadanya. Bersyukur dengan hati, bersyukur melalui lisan, dan bersyukur melalui perbuatan akan membuat hati jadi lebih lapang.

Bersyukur membuat kita selalu ingat kepada Tuhan dan selalu ingat untuk tidak mengeluh. Betapa tidak sopannya kita jika selalu kecewa terhadap kehidupan yang telah diberikan, padahal Tuhan tdak pernah mengharapkan balasan apapun dari kita. Selama mau berusaha dan berdoa, rezeki akan mengikuti, ia tidak akan pernah pergi.

“Saat kita bersyukur atas apa yang dimiliki meski kecil itu, kita akan melihat hal-hal itu langsung bertambah,” –The Magic, Rhonda Byrne

Tidak Perlu Risau, Rezeki akan Datang dari Arah yang Tidak Kamu Duga

Seseorang yang bertakwa pada Tuhannya, ia akan selalu diberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Seseorang yang beriman kepada Tuhannya, ia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Itulah ketentuan Tuhan terhadap umatnya, bahwa rezeki bisa datang dari arah manapun. Jika kamu merasa belum mendapatkan rezeki yang cukup dari tempat kerjamu yang sekarang, kamu akan mendapatkannya dari tempat lainnya. Seperti saat bertemu orang di jalan, ketika ada di angkutan umum, dan sebagainya.

Rezeki itu tidak hanya berupa uang semata. Bisa jadi lewat senyuman orang lain, hari yang cerah, masih diberi kesempatan untuk bernapas lega, ucapan terima kasih dari teman baik, itu juga merupakan rezeki.

Jadi, janganlah mengukur rezekimu hanya dari uang saja, jika kamu tetap demikian, kamu tidak akan pernah puas dan mau bersyukur. Sesungguhnya rezeki adalah sesuatu yang mencukupi dan dapat memberi manfaat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top