Life

Kamu Yakin Temanmu yang Sekarang Benar-Benar Tulus? Kenali 9 Tanda-Tandanya

teman sejati

Mencari teman itu gampang, kamu tinggal pergi ke sebuah klub, komunitas, organisasi, atau mencarinya melalui dunia maya. Kemudian melakukan perkenalan diri, berbaur, dan beranikan diri untuk mengobrol dengan orang-orang baru, dalam hitungan menit kamu akan mendapatkan teman-teman baru.

Temanmu memang banyak, tapi apakah kamu tahu bahwa mereka benar-benar tulus padamu? Jangan sampai mereka berteman denganmu karena kamu punya banyak uang saja. Penting untuk mengetahui tanda-tanda temanmu benar-benar tulus padamu atau tidak.

MEREKA HANYA ADA SAAT KAMU SEDANG BAHAGIA

Teman sejati tidak hanya hadir di saat kamu senang atau saat kamu sedang berada di puncak kesuksesanmu saja. Teman yang benar-benar tulus berteman denganmu akan mengupayakan dirinya selalu ada bahkan di saat-saat dukamu. Ketika kamu merasa sedih, terpuruk, dan berada di titik terbawah kehidupanmu dan ingin berbagi cerita, temanmu yang tulus selalu siap sedia menyiapkan bahunya untukmu bersandar dan telinganya untuk mendengarkan seluruh curhatmu.

MEREKA DATANG DI SAAT BUTUH SAJA KETIKA SUDAH TIDAK BUTUH MEREKA HILANG BAK DITELAN MATAHARI

Mereka merupakan jenis orang yang akan datang kepadamu hanya ketika mereka butuh. Butuh uang, butuh tempat tinggal, butuh makan, dan lain-lain. Kamu mungkin tidak keberatan dan dengan senang hati membantu atas nama pertemanan. Tapi, apa yang dilakukan teman yang tidak tulus? Ketika kamu membutuhkan pertolongannya, dia hilang bagai ditelan panasnya matahari. Tiba-tiba nomornya tidak bisa dihubungi, selalu tidak ada ketika dihampiri rumahnya. Untuk itu, lebih berhati-hati lagi saat memilih orang untuk dijadikan teman.

MEREKA ENGGAN MENDENGARKAN KELUH KESAHMU

Hadir saja gak ada saat kamu butuhkan, apalagi disuruh mendengar cerita tentang keluh kesahmu sehari-hari? Teman yang baik bisa menghargaimu dengan cara mau mendengarkan curhatanmu. Meski tidak menyimak, kehadirannya dan kesediaannya saat mendengarkan cerita dapat membuatmu lega. Setidaknya kamu punya satu teman yang perhatian dan ada untukmu.

MEREKA MERASA RISIH KETIKA HAL BAIK TERJADI PADAMU

Ciri-ciri ini yang paling mudah dilihat dari teman palsu. Ia akan merasa risih, iri, atau jengkel melihat kesuksesanmu. Disaat orang lain mengucapkan selamat atas upaya yang telah kamu lakukan menuju kesuksesan, dia justru malah menghindar dan tidak peduli terhadapmu. Jika temanmu menunjukan ciri-ciri seperti ini, artinya temanmu mempunyai tujuan lain saat ia menjalin pertemanan denganmu.

MEREKA DIAM-DIAM BERUSAHA MENJATUHKANMU

Sikapnya mungkin selama ini baik padamu, tetapi teman yang tidak tulus biasanya mempunyai maksud lain ketika mendekatimu. Bisa jadi ia diam-diam ingin menjatuhkanmu. Mereka iri dengan pekerjaanmu, kariermu yang cemerlang, atau kekayaan yang kamu miliki. Ia akan melakukan segala cara yang tidak pernah diketahui olehmu untuk diam-diam menjatuhkanmu. Hati-hati ya!

MEREKA BICARA BURUK DI BELAKANGMU

Mungkin selama ini kamu merasa hubunganmu dengan temanmu itu baik-baik saja. Ia selalu bersikap manis padamu, selalu menolongmu ketika kesulitan, bersedia mendengarkan curhatanmu kapanpun, pokoknya dia terlihat baik di depanmu. Tapi siapa sangka, nyatanya ia selalu berbicara jelek di belakangmu. Sebenarnya, ia memanfaatkan waktunya ketika bersamamu hanya untuk mencari kekuranganmu, kemudian menceritakannya dengan sedikit ‘bumbu’ manipulasi kepada orang banyak agar banyak orang yang tahu akan kelemahanmu.

MEREKA MEMBUATMU TERLIHAT BURUK DI MATA ORANG LAIN BAHKAN ORANG-ORANG TERDEKAT JADI MENJAUHIMU KARENA PERBUATANNYA

Kebiasaannya yang sering berbicara jelek tentangmu pada orang-orang akan merusak citra baik yang selama ini kamu bangun. Tipe teman yang tidak tulus bisa jadi sangat berbahaya karena ia mampu membuat orang-orang terdekatmu jadi menjauhimu dan tidak percaya lagi kepadamu. Bisa saja ia ‘mencuri’ semua orang-orang yang sayangi untuk kepentingannya.

Sebelum kamu jatuh dan berteman dengan tipe teman yang seperti ini. Sebaiknya kamu sudah mengenali tanda-tandanya agar sesuatu yang buruk menimpamu di masa depan.

MEREKA TIDAK BISA MENJAGA KEPERCAYAAN DENGAN BAIK

Ketika diberi kepercayaan, teman yang tidak tulus padamu tidak akan pernah bisa menjaganya dengan baik. Ia selalu saja ingkar janji. Ia akan dengan mudah mengkhianati. Maka jangan heran, kamu akan sering sakit hati jika berteman dengan seseorang yang seperti ini. Teman-teman yang benar tulus padamu akan berusaha sebaik mungkin menjaga amanat yang kamu berikan.

SELALU TIDAK PERNAH JUJUR SAAT BERBICARA PADAMU

Tanda-tanda teman yang tidak tulus terakhir ialah dia selalu berwajah dua. Didepanmu ia seakan berbuat dan berkata jujur. Kamu pun tidak ragu menceritakan semua rahasiamu padanya. Tetapi sebaliknya, ia tidak pernah sekalipun berkata jujur padamu. Begitupun ketika dimintai pendapat, ia tidak akan pernah berpendapat dengan bijak dan benar. Bisa saja ia berpendapat untuk menjatuhkanmujati diri sebenarnya ialah dia sama sekali tidak peduli padamu. Kamu idak bisa mempercayainya untuk menjadi teman apalagi seorang sahabat. Jauhilah teman-teman yang tidak tulus saat ia dekat denganmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Maafkanlah, Maka Tuhan Akan Memberimu Lebih Banyak Kebahagiaan

Kebahagian dan kesedihan adalah dua hal yang silih berganti menemani kehidupan selama denyut nadi masih ada. Hakeket manusia sebagai makhluk sosial membuatnya harus berinteraksi dengan orang-orang yang berada dilingkungannya. Sayangnya, komunikasi itu tak selamanya mulus. Kadang muncul gesekan yang membuat hubungan jadi renggang.

Sebagai makhluk yang tak sempurna, sesekali manusia memang melakukan kesalahan. Terkadang kamu berada disubjek yang melakukan kesalahan, namun tak menutup kemungkinan kamu menjadi objek penderita atas kesalahan yang dilakukan orang lain. Tak bisa dipungkiri, saat kamu mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain, kamu akan merasa tidak nyaman. Bahkan bisa saja akan memunculkan rasa sakit hati tak berkesudahan yang bisa berujung pada dendam.

Menyimpan rasa sakit hati dan dendam sesungguhnya hanya akan membuat hati kamu tidak tenang. Bagaimana kamu bisa merasakan damai bila di dalam hatimu tersimpan bara yang sewaktu-waktu bisa membakar kamu? Tidak ingin hal itu terjadi bukan? Maka maafkanlah mereka yang pernah menyaktimu. 4 kebaikan ini hanya akan kamu dapatkan setelah kamu ikhlas memberi maaf.

Tak Ada Gunanya Menyimpan Dendam Dalam hati. Maafkanlah, Agar Kebahagiaan Menghampiri Hidupmu

Dengan memberi maaf berarti kamu telah melepaskan sesuatu yang selama ini menjadi bara dihatimu. Memafkan akan membuat kamu menjalani hidup dengan lapang. Kamu akan merasa lebih ringan melangkah. Dengan hati yang jauh lebih ringan, maka kebahagiaan pun akan lebih mudah diraih. Untuk apa terus menyimpan dendam dalam hati jika hanya menghalangi datangnya kebahagiaan?

Memberi Maaf Berarti Memperbaiki Hubungan. Hidupmu Pun Akan Terasa Damai

Sifat memafkan akan membuat hubungan horizonalmu lebih baik. Tidak memiliki sifat keras kepala dan pendendam akan membuat kamu memiliki banyak teman. Selain itu hubunganmu dengan pasangan akan langgeng. Dengan demikian hidupmu pun akan terasa lebih damai.

Memaafkan Dapat Menghindarkan Kamu Dari Stres. Pikiranmu Pun Jauh Lebih Produktif

Ketika kamu telah ikhlas memaafkan berarti saat itu pula kamu telah melepas rasa sakit hati dan dendam yang membuat pikiranmu tidak tenang. Kamu telah melakuka tindakan tepat. Tak ada gunanya memang menyimpan amarah dalam hati. Tidak hanya hati kamu yang akan merasa lelah, tubuh kamu juga turut merasakan imbasnya.  Bukankah tak ada gunanya mengingat-ingat hal yang telah berlalu? Apalagi bila hal itu hanya membuatmu tak nyaman.

Amarah Akan Membuat Tubuhmu Harus Bekerja Lebih Keras. Demi Kesehatanmu Maka Maafkanlah

Amarah membara yang disimpan akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Aliran darah meningkat, otot menegang dan muncul keringat berlebihan. Memendam amarah hanya akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Bahkan bisa mengakibatkan kamu sakit. Memaafkan akan membuat kamu merasa jauh lebih baik. Tentu kebaikan tersebut hanya akan kamu dapatkan setelah kamu benar memaafkan dengan hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Tak Perlu Merasa Bersalah Untuk Melakukan 5 Hal Ini Jika Memang Bisa Membuatmu Nyaman

Kebanyakan orang merasa cemas terhadap segala hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Seperti merasa bersalah karena telah melakukan hal yang tidak banyak dilakukan oleh orang-orang. Banyak orang yang masih merasa takut jika melakukan hal yang diluar kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Takut dianggap aneh, menyalahi aturan, dan sebagainya.

Padahal kamu pun berhak memutuskan dan menentukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Selama masih dalam batas kewajaran dan tidak melanggar hukum yang berlaku, sebenarnya sah-sah saja. Setiap orang punya hak untuk bebas dalam berpendapat dan berperilaku.

Jika kamu sering melakukan 5 hal di bawah ini, sekarang saatnya untuk berhenti merasa cemas dan bersalah!

Tiap Orang Butuh ‘Me Time’ Dan Tidak Ingin Diganggu Oleh Siapa Pun

Jangan pernah merasa bersalah jika lagi ingin sendirian atau butuh ‘me time’ untuk diri sendiri. Tidak perlu merasa tidak enak ketika teman mengajak untuk berkumpul tetapi kamu tidak ingin melakukannya karena sedang butuh waktu untuk sendiri.

Tak perlu sungkan menolak ajakan teman, jika kamu butuh waktu sendirian. Katakan pada mereka kamu akan ikut bergabung di lain waktu. Melakukan ‘me time’ memang sesekali diperlukan untuk bisa terhindar dari stres atau rutinitas sehari-hari. Jangan sampai ada seorang pun bahkan teman terdekatmu mengganggu ritual ‘me time’ ketika kamu sedang membutuhkannya.

Selektif Dalam Pertemanan Dan Tidak Lagi Berhubungan Dengan Orang-orang Tertentu

Setiap orang berhak menentukan siapa saja yang akan menjadi temannya. Selektif dalam memilih teman itu perlu agar kita tidak terjebak dalam hal-hal yang negatif. Jadi, jika kamu terpaksa mengeliminasi atau tidak ingin berhubungan lagi dengan beberapa orang tertentu, itu adalah hak sepenuhnya.

Terkesan kejam dan menyeramkan ya? Tapi tidak perlu merasa bersalah, kamu melakukan ini bukan hanya demi kepentingan kamu sendiri, tetapi juga demi kepentingan hidupnya. Kalau memang sudah tidak cocok lagi berteman atau saling bekerja sama, untuk apa lagi berhubungan? Untuk apa berhubungan jika saling membenci?

Mengatakan Tidak Pada Sesuatu Yang Tak Ingin Kamu Lakukan

Jangan merasa bersalah karena kamu mengatakan tidak atau menolak tawaran pekerjaan karena kamu memang tidak mau melakukannya. Totalitas dan ketulusan akan lebih terwujud dan terlaksana saat benar-benar diinginkan.

Banyak orang sukses berani mengatakan tidak pada segala hal, daripada harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakannya. Jangan takut dianggap orang yang jahat karena menolak suatu tawaran dari orang lain. Kamu hanya akan menyesal dan merasa tidak nyaman jika menerima tawaran yang sebenarnya tidak bisa kamu lakukan.

Merasa Mempunyai Kemampuan Dibidang Tertentu

Setiap orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, jika kamu punya bakat khusus tertentu jangan merasa minder! Pelihara dan kembangkan kemampuan alami yang ada di dalam dirimu!

Jangan pernah merasa sungkan karena kamu lebih baik dibanding orang lain. Jika ada yang iri padamu, acuhkan saja mereka. Mereka yang iri pada kelebihan dirimu sebenarnya adalah orang yang tidak mampu.

Saat ini masih banyak orang yang malu mengeluarkan atau menunjukan kemampuan yang dimilikinya di depan umum. Ini dikarenakan karena takut kemampuan atau kelebihannya dicemooh oleh orang lain, tidak disukai oleh orang lain, atau karena tidak percaya diri. Tunjukkan kemampuanmu! Yakinkan diri bahwa kelebihan yang kamu miliki bukanlah suatu kesalahan!

Mati-matian Mempertahankan Pendapat Yang Kamu Yakini Benar

Seseorang biasanya dibenci karena terlalu memegang teguh pendapat yang diyakininya. Seorang yang mempertahankan pendapatnya seringkali dianggap keras kepala dan berpikiran tidak terbuka. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika orang lain tidak menyetujui pendapatmu. Orang yang berbeda pendapat itu biasa, karena itulah perbedaan.

Jika ada orang lain yang tidak suka karena kamu terlalu kekeuh mempertahankan pendapatmu, biarkan saja. Toh, pendapatmu juga tidak mengganggu mereka.

 

Bagaimana, apakah kamu pernah merasa bersalah saat melakukan hal-hal di atas? Jika iya, sebaiknya nukai sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. Karena sebenarnya hal-hal di atas adalah hal yang umum terjadi dan banyak orang yang melakukannya.

Kamu bebas berekspresi dan menentukan jalan hidupmu sendiri. Intinya, kamu tidak perlu takut jika berbeda dengan orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Percaya diri dan yakin bahwa tindakanmu ini tidak melanggar aturan apa pun akan membuatmu tidak ragu-ragu lagi dalam mengambil sikap. Yuk jadi diri sendiri mulai dari sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Sekalipun Untuk Kebaikan, Kebohongan Tetap Saja Merugikan Dan Tak Bisa Dibenarkan

Ketika kita menyadari bahwa tidak selalu apa yang diinginkan sesuai dengan ekspetasi yang selama ini menghiasi angan. Sama halnya dengan kenyataan yang tidak selalu menyenangkan. Pada dasarnya kita tahu akan hal itu, tapi ego hati tetap saja tidak bisa menerima, menghindari sebisa mungkin rasa sakit yang ada. Menyenangkan hati sebisa mungkin sekalipun memungkiri kenyataan dan kebenaran.

Kita sadar jika tidak ada satu orang pun ingin bersedih atau bahkan merasa tersakiti. Rasanya karena kesadaran akan hal itu membuat kita juga tidak ingin menyakiti siapa pun dengan kenyataan yang tidak menyenangkan, atau bahkan ingin menutupi segala kesalahan yang diperbuat sehingga kebohongan menjadi salah satu jalan dan menjadi sebuah pembenaran.

Berbohong untuk kebaikan menjadi salah satu alasan untuk kita membenarkan perbuatan itu, lalu akankah yang kita lakukan memang benar-benar baik, dan apakah semua hal yang ditutupi oleh kebohongan akan menjadi lebih baik?

Segala Hal Besar Dimulai Dari Hal Kecil, Begitu Juga Dengan Sebuah Kebohongan

Istilah kecil-kecil menjadi bukit rasanya menyenangkan jika hal itu adalah suatu hal yang memang baik. Tetapi apa jadinya jika ternyata hal itu adalah sebuah penyakit ganas, yang perlahan tetapi pasti menggorogoti tubuh kita tanpa disadari. Rasanya sebuah kebohongan sama halnya dengan penyakit ganas, tidak terdeteksi dan dimulai dari hal kecil kemudian bisa kapan saja menghancurkan hidup dalam waktu sekejap.

Dari kebohongan kecil, yang ternyata membantu kita untuk menutup kesalahan dan memang mendapatkan respon yang baik dari sebuah kebohongan kecil. Membuat kita semakin menutupi kebohongan kecil itu dengan kebohongan yang lainnya hingga menjadi sebuah kesalahan yang tak terkendalikan. Membuat kita menjadi terlena hanya karena ingin menyenangkan orang lain dan menutupi kekurangan diri atas ketidaksempurnaan sebagai manusia

 

Bukankah Kebahagiaan Itu Diciptakan Diri Sendiri, Lantas Apa Dengan Berbohong Hidupmu Benar-benar Bahagia?

Bahagia itu bisa hadir dari hal-hal kecil dan sederhana, mensyukuri segala pemberian Tuhan dengan penuh penerimaan untuk segala rasa, bahagia atau bahkan sedih. Rasanya hal-hal yang tersebut menjadi dambaan bagi setiap jiwa yang masih merasakan hidup, ketenangan hati akan setiap detik yang dijalani tanpa merasa bersalah akan hal apa pun, karena menyadari semua adalah ketetapan-Nya.

Dan untuk sebuah ketidakjujuran, apakah benar-benar bisa membahagiakan diri? Mungkin bisa menyembunyikan sementara, tetapi apa hatimu akan merasa tenang dan terhindar dari perasaan bersalah karena menutupi kesalahan dengan kesalahan lainnya yang terlihat seolah benar. Ketika mempertahankan suatu yang salah untuk tetap menjadi sebuah kebenaran kegelisahan dan khawatir akan terus menyelimuti sampai kapan pun dan berakhir menyedihkan karena diri jauh dari ketenangan jiwa.

 

Lalu Apa Yang Akan Terjadi Bila Seseorang Tahu Telah Dibohongi? Akankah Semua Tetap Sama Atau Menjadi Lebih Buruk Dari Sebelumnya

Apa yang terlintas didalam benak, saat menyebutkan apa yang membuat manusia satu dan lainnya berhubungan baik untuk waktu lama? Jika salah satu jawabannya adalah sebuah kepercayaan, lalu apa jadinya jika kepercayaan tersebut dirusak oleh sebuah kebohongan yang terbongkar. Tentu hanya akan berujung pada kekecewaan dan kemarahan.

Jika memang benar berbohong demi kebaikan itu tak masalah, lalu mengapa semua orang merasa marah saat mengetahui dirinya dibohongi? Jika memang benar kebohongan menyelamatkanmu, lalu apa benar-benar menyelamatkanmu dari masalah yang lebih besar ketika mereka yang kita bohongi tahu akan sebuah kebenaran yang ditutupi oleh kebohongan.

Seandainya berbohong itu tidak merugikan, maka semua orang akan bahagia dan baik-baik saja saat tahu dirinya dibohongi oleh orang lain dan orang yang melakukan kebohongan akan bahagia dan  tak merasa bersalah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top