Inspiration

Jika Mengumbar Masalah Tak Akan Menuai Simpatik, Lalu Untuk Apa Kamu Masih Melakukannya?

Hidup tak hanya tentang senyuman dan tawa. Ketika kesedihan mendekat, hati lantas gundah. Kamu pun sulit untuk mengendalikan diri agar tak kian terperosok dalam palung kesedihan. Padahal saat kesedihan menghimpit, yang kita butuhkan hanyalah sikap legowo dan ketenangan untuk menghadapinya.

Berbagi cerita dengan orang yang kamu percaya juga bisa dilakukan. Hal ini jauh lebih baik daripada kamu mengumbar masalah. Mungkin memang akan ada orang yang melirik saat kamu mengumbar masalahmu, tapi bukan berarti mereka akan simpatik pada kamu.

Bisa Jadi Sang Pemilik Hidup Sedang Berada Didekatmu Saat Ini, Untuk Itu Dia Menaruh Masalah Atas Hidup Yang Kamu Jalani

Jika boleh mengambil gambaran atas hidup yang sedang kamu jalani dapat diumpamakan sebuah kaleng biskuit dengan berbagai jenis isi. Tentu kamu tak menyukai semua biskuit yang ada di dalamnya, ada beberapa biskuit yang mungkin tak kamu suka. Entah karena rasa yang tak sesuai atau teksturnya yang memang tak sesuai dengan seleramu. 

Ketika satu biskuit yang dengan rasa yang tak kamu sukai telah diambil dari dalam kaleng, tentu masih ada biskuit favorit yang bisa kamu nikmati setelahnya. Demikian pula dengan kehidupan yang kamu lalui. Mungkin hari ini kamu yang tak bahagia. Namun esok hari pasti ada cerita indah yang jauh lebih membahagiakan. Lagi pula setiap goncangan hidup hanyalah bentuk dari kepedulian semesta untuk kita. Bisa saja sang Tuhan memang sedang ingin berada dekat denganmu. Untuk itu Dia menguji kamu dengan masalah.

Berbagi Memang Perlu, Namun Untuk Masalahmu Sebaiknya Hanya Kamu Yang Tahu!

Konon menceritakan masalah yang sedang kamu hadapi dapat mengurangi beban. Hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, tapi tak juga bisa dibenarkan dengan sepenuhnya. Memang kamu bisa jadi meraga lega karena telah bercerita, namun untuk solusinya tak selalu ada.

Seringnya pilihan ini malah melahirkan pandangan buruk atas dirimu. Tanpa merasa perlu membantu, orang-orang malah akan berlomba jadi hakim untuk dirimu. Menilai kamu sebagai pribadi yang terlalu lemah, sehingga mengumbar masalah kepada mereka. Karena tidak semua orang akan tergerak hatinya untuk peduli atas masalah yang sedang kamu hadapi. Sebaliknya bisa jadi mereka malah tertawa senang melihat penderitaanmu.

Tak Hanya Kamu, Orang Lain Pun Tentu Punya Masalah. Hanya Saja Cara Untuk Menghadapinya Mungkin Berbeda

Membandingkan hidupmu dengan orang lain yang terlihat bahagia, memang tak akan ada habisnya. Akan selalu ada sisi lebih dari yang mereka punya, tapi tak ada di hidupmu. Kebiasaan ini perlahan akan menggiringmu pada kegiatan berandai-andai tanpa ujung. Alhasil semua hal yang kamu miliki akan selalu terasa kurang dan tak sempurna.

Satu hal yang mungkin sedang kamu lupakan, bahwa mereka juga punya masalah yang sama. Ini sudah jadi hukum alam untuk semua manusia yang ada. Hanya saja cara untuk menghadapinya mungkin berbeda. Dia yang terlihat selalu bahagia bisa jadi orang yang paling menderita. Tapi untuk beberapa alasan yang mungkin dirinya percaya, tak sekalipun ia menunjukkan semua luka. Seharusnya kita juga melakukan hal yang sama. Berhenti berpikir bahwa masalah yang ada dalam hidup hanya datang pada dirimu saja!

Mulailah Melatih Diri Untuk Tetap Bersabar, Maka Masalah Yang Datang Akan Terasa Sebagai Teman Yang Menguatkan

Untuk segala keluh kesah dan persoalan yang sedang melanda, kesabaran memang jadi satu-satunya hal yang kamu butuhkan. Kamu bisa mengangguk jika setuju atau menggeleng karena tak sependapat. Yap sesukamu saja,  toh kamu berhak sepenuhnya atas hidupmu.

Kamu sudah cukup kuat untuk menahan semua beban yang ada, serta bijaksana untuk menyikapinya. Tak perlu menganggap hal ini jadi sebuah persoalan pelik yang akan menyakitkan. Sebaliknya pandanglah itu sebagai seorang teman yang akan menguatkan. Membantumu berdiri dan naik ke level hidup yang lebih tinggi. Sehingga kelak masalah baru kembali datang, diri ini sudah tak lagi sama, kamu telah berevolusi jadi pribadi yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Sebenarnya Dunia Hanya Ingin Kamu Mengetahui Seberapa Kuat Dirimu

Untuk segala sesuatunya semesta tentu telah punya ukuran, baik itu kesedihan atau kebahagian. Kita hanya perlu jadi pelakon baik untuk sebuah cerita. Tetap tenang dan menghadapinya, tanpa perlu mengumbar masalah. Perlahan waktu yang berjalan akan memberi kita ruang untuk merasa bahagia. Tersenyum hingga tertawa, kemudian tersadar bahwa hidup yang kita punya memang tak selalu sama. Dan satu hal yang perlu kita percaya, bahwa semuanya sudah ada ketentuannya. Sebagai mahkluk yang hidup dan bergerak kita hanya perlu berencana. Menjalani semua cerita dengan versi terbaik yang kita punya. Hingga kelak waktu sendiri akan memperlihatkan pada orang lain dan dunia, bahwa kita adalah pribadi yang kuat dan bahagia.

Lalu bagaimana dengan kamu ?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Ini Bahayanya Jika Anak Dibebani Terlalu Banyak PR dari Sekolah!

http://health.detik.com/read/2014/03/29/140514/2540508/1301/hati-hati-ini-dampak-buruk-jika-anak-stres-karena-pr

Bermain adalah hak anak. Idealnya anak-anak mendapat cukup waktu untuk bermain. Selepas pulang sekolah adalah waktu yang yang diharapkan bisa digunakan anak-anak untuk bermain-main. Sayangnya tidak semua anak bisa merasakan hal itu.

Bila guru memberi PR terlalu banyak, anak jadi tak bisa bermain sepulang sekolah, PR yang banyak menuntut anak untuk tetap berkutat dengan pelajaran sekolah sekalipun mereka telah berada di rumah. Kalau sudah begini alih-alih meningkatkan prestasi anak, PR yang terlalu banyak justru memberikan dampak negatif bagi anak.

Anak-anak yang Terlalu Banyak Mengerjakan PR Memiliki Resiko Obesitas Lebih Tinggi

Beban PR yang terlalu banyak akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Selepas jam sekolah pun mereka harus tetap memeras otak untuk menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru. Kalau sudah begini bisa dipastikan tingkat stres mereka akan jadi lebih tinggi. Kalau sudah begini, kecenderungan untuk gemuk pun akan jadi lebih besar.

Hal ini terjadi karena seseorang yang tengah dalam kondisi stres atau kurang tidur biasanya cenderung akan makan lebih banyak karena pengaruh hormon. Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Kalau sudah seperti ini, resiko obesitas pun jadi kian tinggi.

Beban PR yang Kelewat Banyak Bisa Mengakibatkan Anak Lebih Mudah Sakit

Sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi, beban PR yang banyak secara otomatis membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Konsekuensinya jam tidur anak jadi berkurang. Padahal berkurangnya jam tidur biasanya diikuti dengan melemahnya daya tahan tubuh. Dalam kondisi seperti ini anak akan lebih mudah terserang penyakit.

Pekerjaan Rumah yang Terlalu Banyak Tak Hanya Membuat Anak Rawan Stres, Seluruh Anggota Keluarga Juga Terkena Imbasnya

Dalam kondisi tertentu, anak kadang perlu didampingi saat mengerjakan PR. Mengerjakan PR yang kelewat banyak tidak hanya menjadi beban bagi anak, orang tua atau pengasuh pun bisa saja ikut stres. Belum lagi bila anak sakit, seisi rumah pun akan direpotkan.

Memberi PR berlebihan pada anak memang tidak efektif. Bukan saja menempatkan anak dalam kondisi yang rentan stres. Hal ini juga memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan anak. Kalau sudah begini, perlu dilakukan komunikasi antara orang tua dan guru demi mendapatkan pola pembelajaran yang tepat untuk anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Business

Ternyata, Kecerdasan Emosional Jadi Faktor Penting Kesuksesan di Tempat Kerja

Pernahkah kamu mendengar pernyataan bila kecerdasan intelegensi tidak seberapa hebat dibandingkan dia yang mempunya kecerdasan emosi yang besar. Suatu penelitian yang dilakukan Carneigie Institute of Technology menunjukkan bahwa 85% kesuksesan finansial seseorang adalah karena kemampuan humanis. Seperti kepribadian dan kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan memimpin, sementara itu pengetahuan teknis mengambil porsi 15%. Hal tersebut sudah membuktikan bahwa kecerdasan emosi seseorang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang.

Dalam sebuah survey builder career 2011 yang melibatkan lebih dari 2.600 manager perekrutan dan sumber daya manusia, 71% cenderung menyatakan bahwa mereka menghargai kecerdasan emosional pada karyawan yang melebihi IQ 75% mengatakan bahwa mereka lebih cenderung mempromosikan pekerja yang sangat emosional, dan 59% mengaku mereka telah melewatkan kandidat dengan IQ tinggi namun kecerdasan emosionalnya rendah.

Lalu adakah hubungannya perusahaan menempatkan standar yang tinggi untuk kecerdasan emosi. Kenapa kecerdasan emosi sangat penting dan berpengaruh besar terhadap pekerjaan?

Saat Masalah Datang, Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi akan Menanggapinya dengan Tenang

Tekanan pada saat bekerja akan sangat sulit dihindari oleh siapa pun. Dan untuk menghadapi tekanan di tempat kerja dibutuhkan kemampuan untuk mengelola emosi kita. Orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi lebih mengetahui batasan diri mereka dan itu membuat mereka lebih mampu mengelola tingkat stresnya. Mereka cenderung memiliki cara yang baik untuk menangani tekanan sehingga bisa tetap bekerja secara efektif di situasi sulit sekalipun.

Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosi akan dengan Mudah Memahami dan Bekerja sama dengan Orang Lain

Dalam dunia kerja kita tidak mungkin bekerja secara individual secara terus-menerus. Ada saatnya kita harus kerja tim dan hal itu sangat penting di tempat kerja, orang-orang yang mampu memahami dan bergaul dengan orang lain akan semakin dicari. Keistimewaan dari orang yang memiliki kecerdasan emosi adalah mereka memiliki kemampuan orang-orang yang berkembang dengan baik sehingga memungkinkan dirinya membangun hubungan dengan beragam sifat orang.

Pendengar yang Baik Adalah Salah Satu Keahlian Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu pekerjaan yang agak sulit bagi sebagian besar orang. Kecenderungan ingin dimengerti dan didengar oleh orang lain, membuat seseorang lebih sulit jika harus menjadi pendengar. Tetapi untuk orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk mendengarkan orang lain.

Hal itu dimungkinkan karena mereka berada dalam posisi yang lebih baik untuk menyingkirkan emosi dan keinginan mereka sendiri dan pertimbangan orang lain. Kemampuan mereka untuk menangkap emosi orang melalui nada suara dan bahasa tubuh sangat berguna dalam pengaturan tim.

Disaat Orang Lain Kesal Jika Mendapatkan Kritik, Tidak Berlaku untuk Mereka yang Punya Kecerdasan Emosi yang Baik

Saat kita melakukan sesuatu yang ternyata ada mendapatkan kritikan dan masukan yang tajam kepada diri kita, sebagian besar orang mungkin tidak akan terima dengan perlakuan yang demikian. Rasa marah atau bahkan menyerah bisa merasuki perasaan mereka, dan kemudian menjadi down.

Sayangnya kamu tidak akan pernah menemukan hal ini pada orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik. Mereka tidak akan memberikan sikap defensif, justru mereka akan dengan terbuka menerima hal itu sebagai sebuah perbaikan, dan terlihat sebagai orang yang positif.

Membuat Keputusan yang Lebih Bijaksana dan Menyeluruh adalah Keahlian Bagi Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi yang baik

Orang cerdas secara emosi cenderung melihat segala sesuatu dengan jelas dari sudut pandang orang lain, mereka dapat membuat penilaian yang lebih baik tentang bagaimana keputusan mereka akan berdampak kepada orang lain. Hal ini tidak hanya menghasilkan pengambilan keputusan secara menyeluruh, namun juga membantu mengelola pengendalian kesalahan saat keputusan tertentu menimbulkan konsekuensi negatif. Kecerdasan secara emosi akan membantu untuk berpikir secara proaktif bukan reaktif, dan itu menguntungkan untuk mengambil keputusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Karena Tak Semua Orang Mampu Bicara Terbuka, Hargailah Dia!

Kenyamanan kita dalam menjalin hubungan baik dalam lingkup asmara ataupun pertemanan dengan seseorang pada dasarnya didukung oleh adanya banyak kesamaan dan kesukaan yang kita miliki. Meski tak bisa dipungkiri juga, akan ada fase dimana kita dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan.

Jika ada seseorang yang dengan santai mampu menceritakan semua hal yang dirasakannya kepada orang lain, disisi lain ada juga orang yang sama sekali tak pernah mampu untuk terbuka berbicara kepada orang, bahkan mungkin orang terdekatnya sekalipun, bukan karena dia tidak percaya kepada orang lain. Tapi memang ada orang yang tak mampu berbicara terbuka pada orang lain. Ya, kita harus menghargai apa pun alasan dibalik sikapnya itu.

Bagi Sebagian Orang Masalahnya Adalah Miliknya

Seseorang yang selalu ceria dan mudah senyum bahkan hampir tak pernah menunjukkan kesedihan atau masalah apa pun, kadang bisa mendadak berubah diam seribu bahasa dengan raut wajah yang sedang menyimpan sebuah masalah. Situasi ini mungkin membuatmu berpikir untuk membantu mengurangi bebannya dengan menawarkan diri sebagai pendengar yang baik akan tetapi dia malah memilih untuk diam.

Hal ini mungkin memberikan kesan seakan-akan dirinya tak mempercayai kita, tapi memang bagi sebagian orang ada beberapa hal yang memang tidak ingin ia bagikan kepada siapa pun. Atau dengan kata lain masalah yang dia sedang alami hanyalah miliknya dan tak perlu diumbar ke orang lain.

Masing-masing Orang Punya Cara Sendiri

Bagi sebagian orang yang memilih untuk bercerita mungkin berpikir bahwa hal tersebut mampu mengurangi beban, tapi di lain sisi ada pula yang memilih untuk tidak ingin bercerita dengan sembarang orang. Memilih teman yang tepat sebagai pendengar mungkin akan jadi hal yang baik. Meski ada juga orang yang memilih untuk diam, tak ingin bercerita. Bukan karena tak percaya kepada siapa pun, tapi itulah caranya.

Jika demikian, kita tidak perlu merasa tersinggung karena memang setiap individu mempunyai caranya masing-masing untuk masalah pribadinya.

Ada Alasan Dibalik Sikapnya

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa setiap orang mempunya alasan tersendiri untuk semua sikap dan perilaku yang ditunjukkan, begitu juga dengan keterbukaan seseorang untuk masalah pribadinya. Mereka memilih diam karena mungkin ada beberapa hal-hal yang mereka pertimbangkan dan jaga. Apa pun itu alasannya mungkin bagi mereka adalah yang terbaik.

Dan Sudah Seharusnya Kita Menghargai Keputusannya

Dan pada akhirnya yang harus kita lakukan untuk menyikapi sikap seseorang yang seperti ini hanyalah dengan menghargai keputusannya, bukan lantas pergi dan menjauh darinya. Kita harus tetap menjalin komunikasi yang baik dengannya. Karena tidak semua orang yang dianggap sudah dekat dengan kita merasa nyaman sebagaimana kita merasa nyaman dengannya. Akan tetap ada titik dimana seseorang memang butuh sendiri untuk semua masalah yang dihadapinya.

Selama hal itu tidak menganggu hubunganmu dengannya, rasanya akan sah-sah saja, kita bisa tetap menjalani hari seperti biasa. Karena mengenal seseorang, bukan berarti kita harus tahu semua cerita dan kisah hidupnya. Meski mungkin kita adalah orang yang begitu gampang membuka diri untuk bercerita dengan orang lain, tak berarti semua orang yang dikenal bisa nyaman dengan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top