Spirituality

Jika Dendam di Hati Tak Kunjung Mereda, Pahami Ini untuk Menghilangkannya dengan Mudah

Semua orang pasti  pernah mengalami sakit hati dan kekecewaan. Jika luka yang ditimbulkan sudah cukup dalam akan sulit disembuhkannya. Luka yang membekas umumnya  akan meninggalkan dendam yang jika dibiarkan akan bertumpuk dan dapat berujung pada tindakan yang tidak baik.

Memaafkan memang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi ada baiknya merenungkan dan memikirkan akibat yang ditimbulkan jika kamu membalas dendam perbuatan seseorang yang telah melukai perasaan kamu.

SEMUA ORANG PERNAH SAKIT HATI, JANGAN TERLALU MERASA BAHWA DIRI YANG PALING TERSAKITI

Semua orang, pernah sakit hati jadi jangan mersa bahwa kamu yang paling menyedihkan di dunia ini. selama hidup masih punya hati, kita sebagai manusia biasa tidak punya kuasa jika seseorang melukai hati kita di masa kini ataupun masa yang akan datang. Belajarlah pada orang-orang yang selalu tegar walaupun dirinya telah disakiti oleh banyak orang lebih dari yang kamu rasakan saat ini.

Memperlihatkan bahwa kamu sakit hati saat ini pada orang banyak hanya menunjukan betapa lemahnya kamu. Orang-orang tidak akan simpati pada hal tersebut.

ANGGAP SAKIT HATI YANG KAMU RASAKAN BAGIAN DARI UJIAN HIDUP

Mungkin sakit hati yang kamu alami saat ini merupakan ujian bagi dirimu untuk menuju ke tingkatan yang lebih baik lagi. Hidup tak selamanya mulus, ada ujian dan tantangan yang harus kamu hadapi untuk terus bertahan.

MEMBALAS PERLAKUAN BURUKNYA MENJADIKAN KAMU SAMA SAJA DENGAN DIRINYA

Membalas dendam terhadap perlakukan buruk orang lain terhadapmu tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin ada perasaan lega yang kamu rasakan setelah membalas perbuatannya, namun setelahnya akan timbul perasaan tidak menyenangkan.

Memendam rasa dendam yang berlebihan hanya akan membuat kamu gampang sakit dan menjadikan hatimu kotor. Daripada disimpan mending dibuang jauh-jauh.

PERCAYALAH HUKUM TIMBAL BALIK ITU ADA

Tak perlu membalas dendam kepada dia yang telah membuat hatimu berlubang. Yakinlah hukum timbale balik selalu ada dan berlaku bag siapapun. Jika kamu berbuat pada seseorang, kamu pun akan menerima hal yang sama. Begitu juga dengan perbuatan jahat.

Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan tidak perlu merasa kamu yang paling benar dan merasa paling suci. Ingatlah selalu kata-kata ini ketika kamu merasa sulit untuk memaafkan.

“Apakah kita orang yang sangat suci sehingga memaafkan kesalahan orang lain begitu sulit? Bukankah Tuhan Maha Pemaaf?”

JIKA HATIMU SEDANG TERSAKITI, MUNGKIN DULU KAMU PERNAH MENYAKITI ORANG LAIN?

Seperti yang sudah dikatakan pada poin sebelumnya, hukum timbale balik itu selalu ada. Mungkin perasaan sakit yang kamu rasakan saat ini adalah akibat dari perbuatan yang pernah kamu lakukan dulu terhada orang lain. mugkin kamu secara tidak sadar telah membuat hati orang lain menjadi sakit karena perbuatan atau perkataan yang kamu anggap biasa?

Cobalah kembali introspeksi diri. Tak ada orang yang selama hidupnya benar. Tidak perlu mengutuk keadaan. Nikmatilah proses yang ada.

INGATLAH WAKTU YANG KAMU HABISKAN HANYA UNTUK MEMBALAS DENDAM AKAN SIA-SIA

Kamu terlalu sibuk dengan usaha balas dendam kamu terhadapnya sehingga melewatkan berbagai momen dan kesempatan yang berharga. Kamu melupakan betapa pentingnya menyayangi anggota keluarga, kamu lupa akan kelulusan sahabatmu, kamu lupa akan kelahiran anak pertamamu, dan sebagainya. Semua hal tersebut bisa lewat saja karena kamu hanya memikirkan cara untuk balas dendam.

MASA DEPAN AKAN HANCUR DAN KAMU MENJADI ORANG YANG GAGAL

Kamu terlalu sibuk dengan segala urusan sakit hati dan balas dendam. Padahal hidup haru terus berjalan. Kamu jadi tidak punya kesempatan untuk memperbaiki hidupmu di masa kini sebagai bekal di masa depan. Kedepannya kamu tidak punya rencana apapun setelah berhasil membalas dendam. Jangan heran, bila nantinya orang-orang di sekitar kamu telah terlebih dahulu sukses daripada kamu.

PERASAAN AKAN LEBIH LEGA JIKA KAMU MEMAAFKAN ORANG YANG TELAH MENYAKITIMU

Percaya perasaan kamu akan lebih lega jika kamu memaafkan orang yang telah menyakiti hati. Pikiran lebih tenang dan hati pun menjadi lebih plong. Tak ada beban yang perlu dibawa selama bertahun-tahun. Berat memang melakukan hal ini, tapi kamu bisa berdoa kepada Sang Pencipta agar  kamu bisa mendapatkan  ganti yang lebih baik atas rasa sakit hatimu itu.

JIKA KAMU TIDAK TERLALU SIBUK DENGAN DENDAM, KAMU BISA MEMPEROLEH BANYAK TEMAN YANG BISA MENGOBATI HATIMU YANG TERLUKA

Melupakan rasa dendam yang ada dan mulai bergaul dengan orang-orang yang baru dapat membantu kamu mengobati hati yang terluka. Tak ada gunanya menutup diri setelah disakiti orang lain. jika kehilangan satu teman yang berharga, kamu bisa mencari lagi yang baru bukan?

1 Comment

1 Comment

  1. adi pracaya

    November 23, 2016 at 4:43 pm

    It’s so good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Maafkanlah, Maka Tuhan Akan Memberimu Lebih Banyak Kebahagiaan

Kebahagian dan kesedihan adalah dua hal yang silih berganti menemani kehidupan selama denyut nadi masih ada. Hakeket manusia sebagai makhluk sosial membuatnya harus berinteraksi dengan orang-orang yang berada dilingkungannya. Sayangnya, komunikasi itu tak selamanya mulus. Kadang muncul gesekan yang membuat hubungan jadi renggang.

Sebagai makhluk yang tak sempurna, sesekali manusia memang melakukan kesalahan. Terkadang kamu berada disubjek yang melakukan kesalahan, namun tak menutup kemungkinan kamu menjadi objek penderita atas kesalahan yang dilakukan orang lain. Tak bisa dipungkiri, saat kamu mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain, kamu akan merasa tidak nyaman. Bahkan bisa saja akan memunculkan rasa sakit hati tak berkesudahan yang bisa berujung pada dendam.

Menyimpan rasa sakit hati dan dendam sesungguhnya hanya akan membuat hati kamu tidak tenang. Bagaimana kamu bisa merasakan damai bila di dalam hatimu tersimpan bara yang sewaktu-waktu bisa membakar kamu? Tidak ingin hal itu terjadi bukan? Maka maafkanlah mereka yang pernah menyaktimu. 4 kebaikan ini hanya akan kamu dapatkan setelah kamu ikhlas memberi maaf.

Tak Ada Gunanya Menyimpan Dendam Dalam hati. Maafkanlah, Agar Kebahagiaan Menghampiri Hidupmu

Dengan memberi maaf berarti kamu telah melepaskan sesuatu yang selama ini menjadi bara dihatimu. Memafkan akan membuat kamu menjalani hidup dengan lapang. Kamu akan merasa lebih ringan melangkah. Dengan hati yang jauh lebih ringan, maka kebahagiaan pun akan lebih mudah diraih. Untuk apa terus menyimpan dendam dalam hati jika hanya menghalangi datangnya kebahagiaan?

Memberi Maaf Berarti Memperbaiki Hubungan. Hidupmu Pun Akan Terasa Damai

Sifat memafkan akan membuat hubungan horizonalmu lebih baik. Tidak memiliki sifat keras kepala dan pendendam akan membuat kamu memiliki banyak teman. Selain itu hubunganmu dengan pasangan akan langgeng. Dengan demikian hidupmu pun akan terasa lebih damai.

Memaafkan Dapat Menghindarkan Kamu Dari Stres. Pikiranmu Pun Jauh Lebih Produktif

Ketika kamu telah ikhlas memaafkan berarti saat itu pula kamu telah melepas rasa sakit hati dan dendam yang membuat pikiranmu tidak tenang. Kamu telah melakuka tindakan tepat. Tak ada gunanya memang menyimpan amarah dalam hati. Tidak hanya hati kamu yang akan merasa lelah, tubuh kamu juga turut merasakan imbasnya.  Bukankah tak ada gunanya mengingat-ingat hal yang telah berlalu? Apalagi bila hal itu hanya membuatmu tak nyaman.

Amarah Akan Membuat Tubuhmu Harus Bekerja Lebih Keras. Demi Kesehatanmu Maka Maafkanlah

Amarah membara yang disimpan akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Aliran darah meningkat, otot menegang dan muncul keringat berlebihan. Memendam amarah hanya akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Bahkan bisa mengakibatkan kamu sakit. Memaafkan akan membuat kamu merasa jauh lebih baik. Tentu kebaikan tersebut hanya akan kamu dapatkan setelah kamu benar memaafkan dengan hati.

1 Comment

1 Comment

  1. adi pracaya

    November 23, 2016 at 4:43 pm

    It’s so good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Tak Perlu Merasa Bersalah Untuk Melakukan 5 Hal Ini Jika Memang Bisa Membuatmu Nyaman

Kebanyakan orang merasa cemas terhadap segala hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Seperti merasa bersalah karena telah melakukan hal yang tidak banyak dilakukan oleh orang-orang. Banyak orang yang masih merasa takut jika melakukan hal yang diluar kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Takut dianggap aneh, menyalahi aturan, dan sebagainya.

Padahal kamu pun berhak memutuskan dan menentukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Selama masih dalam batas kewajaran dan tidak melanggar hukum yang berlaku, sebenarnya sah-sah saja. Setiap orang punya hak untuk bebas dalam berpendapat dan berperilaku.

Jika kamu sering melakukan 5 hal di bawah ini, sekarang saatnya untuk berhenti merasa cemas dan bersalah!

Tiap Orang Butuh ‘Me Time’ Dan Tidak Ingin Diganggu Oleh Siapa Pun

Jangan pernah merasa bersalah jika lagi ingin sendirian atau butuh ‘me time’ untuk diri sendiri. Tidak perlu merasa tidak enak ketika teman mengajak untuk berkumpul tetapi kamu tidak ingin melakukannya karena sedang butuh waktu untuk sendiri.

Tak perlu sungkan menolak ajakan teman, jika kamu butuh waktu sendirian. Katakan pada mereka kamu akan ikut bergabung di lain waktu. Melakukan ‘me time’ memang sesekali diperlukan untuk bisa terhindar dari stres atau rutinitas sehari-hari. Jangan sampai ada seorang pun bahkan teman terdekatmu mengganggu ritual ‘me time’ ketika kamu sedang membutuhkannya.

Selektif Dalam Pertemanan Dan Tidak Lagi Berhubungan Dengan Orang-orang Tertentu

Setiap orang berhak menentukan siapa saja yang akan menjadi temannya. Selektif dalam memilih teman itu perlu agar kita tidak terjebak dalam hal-hal yang negatif. Jadi, jika kamu terpaksa mengeliminasi atau tidak ingin berhubungan lagi dengan beberapa orang tertentu, itu adalah hak sepenuhnya.

Terkesan kejam dan menyeramkan ya? Tapi tidak perlu merasa bersalah, kamu melakukan ini bukan hanya demi kepentingan kamu sendiri, tetapi juga demi kepentingan hidupnya. Kalau memang sudah tidak cocok lagi berteman atau saling bekerja sama, untuk apa lagi berhubungan? Untuk apa berhubungan jika saling membenci?

Mengatakan Tidak Pada Sesuatu Yang Tak Ingin Kamu Lakukan

Jangan merasa bersalah karena kamu mengatakan tidak atau menolak tawaran pekerjaan karena kamu memang tidak mau melakukannya. Totalitas dan ketulusan akan lebih terwujud dan terlaksana saat benar-benar diinginkan.

Banyak orang sukses berani mengatakan tidak pada segala hal, daripada harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakannya. Jangan takut dianggap orang yang jahat karena menolak suatu tawaran dari orang lain. Kamu hanya akan menyesal dan merasa tidak nyaman jika menerima tawaran yang sebenarnya tidak bisa kamu lakukan.

Merasa Mempunyai Kemampuan Dibidang Tertentu

Setiap orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, jika kamu punya bakat khusus tertentu jangan merasa minder! Pelihara dan kembangkan kemampuan alami yang ada di dalam dirimu!

Jangan pernah merasa sungkan karena kamu lebih baik dibanding orang lain. Jika ada yang iri padamu, acuhkan saja mereka. Mereka yang iri pada kelebihan dirimu sebenarnya adalah orang yang tidak mampu.

Saat ini masih banyak orang yang malu mengeluarkan atau menunjukan kemampuan yang dimilikinya di depan umum. Ini dikarenakan karena takut kemampuan atau kelebihannya dicemooh oleh orang lain, tidak disukai oleh orang lain, atau karena tidak percaya diri. Tunjukkan kemampuanmu! Yakinkan diri bahwa kelebihan yang kamu miliki bukanlah suatu kesalahan!

Mati-matian Mempertahankan Pendapat Yang Kamu Yakini Benar

Seseorang biasanya dibenci karena terlalu memegang teguh pendapat yang diyakininya. Seorang yang mempertahankan pendapatnya seringkali dianggap keras kepala dan berpikiran tidak terbuka. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika orang lain tidak menyetujui pendapatmu. Orang yang berbeda pendapat itu biasa, karena itulah perbedaan.

Jika ada orang lain yang tidak suka karena kamu terlalu kekeuh mempertahankan pendapatmu, biarkan saja. Toh, pendapatmu juga tidak mengganggu mereka.

 

Bagaimana, apakah kamu pernah merasa bersalah saat melakukan hal-hal di atas? Jika iya, sebaiknya nukai sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. Karena sebenarnya hal-hal di atas adalah hal yang umum terjadi dan banyak orang yang melakukannya.

Kamu bebas berekspresi dan menentukan jalan hidupmu sendiri. Intinya, kamu tidak perlu takut jika berbeda dengan orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Percaya diri dan yakin bahwa tindakanmu ini tidak melanggar aturan apa pun akan membuatmu tidak ragu-ragu lagi dalam mengambil sikap. Yuk jadi diri sendiri mulai dari sekarang!

1 Comment

1 Comment

  1. adi pracaya

    November 23, 2016 at 4:43 pm

    It’s so good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Sekalipun Untuk Kebaikan, Kebohongan Tetap Saja Merugikan Dan Tak Bisa Dibenarkan

Ketika kita menyadari bahwa tidak selalu apa yang diinginkan sesuai dengan ekspetasi yang selama ini menghiasi angan. Sama halnya dengan kenyataan yang tidak selalu menyenangkan. Pada dasarnya kita tahu akan hal itu, tapi ego hati tetap saja tidak bisa menerima, menghindari sebisa mungkin rasa sakit yang ada. Menyenangkan hati sebisa mungkin sekalipun memungkiri kenyataan dan kebenaran.

Kita sadar jika tidak ada satu orang pun ingin bersedih atau bahkan merasa tersakiti. Rasanya karena kesadaran akan hal itu membuat kita juga tidak ingin menyakiti siapa pun dengan kenyataan yang tidak menyenangkan, atau bahkan ingin menutupi segala kesalahan yang diperbuat sehingga kebohongan menjadi salah satu jalan dan menjadi sebuah pembenaran.

Berbohong untuk kebaikan menjadi salah satu alasan untuk kita membenarkan perbuatan itu, lalu akankah yang kita lakukan memang benar-benar baik, dan apakah semua hal yang ditutupi oleh kebohongan akan menjadi lebih baik?

Segala Hal Besar Dimulai Dari Hal Kecil, Begitu Juga Dengan Sebuah Kebohongan

Istilah kecil-kecil menjadi bukit rasanya menyenangkan jika hal itu adalah suatu hal yang memang baik. Tetapi apa jadinya jika ternyata hal itu adalah sebuah penyakit ganas, yang perlahan tetapi pasti menggorogoti tubuh kita tanpa disadari. Rasanya sebuah kebohongan sama halnya dengan penyakit ganas, tidak terdeteksi dan dimulai dari hal kecil kemudian bisa kapan saja menghancurkan hidup dalam waktu sekejap.

Dari kebohongan kecil, yang ternyata membantu kita untuk menutup kesalahan dan memang mendapatkan respon yang baik dari sebuah kebohongan kecil. Membuat kita semakin menutupi kebohongan kecil itu dengan kebohongan yang lainnya hingga menjadi sebuah kesalahan yang tak terkendalikan. Membuat kita menjadi terlena hanya karena ingin menyenangkan orang lain dan menutupi kekurangan diri atas ketidaksempurnaan sebagai manusia

 

Bukankah Kebahagiaan Itu Diciptakan Diri Sendiri, Lantas Apa Dengan Berbohong Hidupmu Benar-benar Bahagia?

Bahagia itu bisa hadir dari hal-hal kecil dan sederhana, mensyukuri segala pemberian Tuhan dengan penuh penerimaan untuk segala rasa, bahagia atau bahkan sedih. Rasanya hal-hal yang tersebut menjadi dambaan bagi setiap jiwa yang masih merasakan hidup, ketenangan hati akan setiap detik yang dijalani tanpa merasa bersalah akan hal apa pun, karena menyadari semua adalah ketetapan-Nya.

Dan untuk sebuah ketidakjujuran, apakah benar-benar bisa membahagiakan diri? Mungkin bisa menyembunyikan sementara, tetapi apa hatimu akan merasa tenang dan terhindar dari perasaan bersalah karena menutupi kesalahan dengan kesalahan lainnya yang terlihat seolah benar. Ketika mempertahankan suatu yang salah untuk tetap menjadi sebuah kebenaran kegelisahan dan khawatir akan terus menyelimuti sampai kapan pun dan berakhir menyedihkan karena diri jauh dari ketenangan jiwa.

 

Lalu Apa Yang Akan Terjadi Bila Seseorang Tahu Telah Dibohongi? Akankah Semua Tetap Sama Atau Menjadi Lebih Buruk Dari Sebelumnya

Apa yang terlintas didalam benak, saat menyebutkan apa yang membuat manusia satu dan lainnya berhubungan baik untuk waktu lama? Jika salah satu jawabannya adalah sebuah kepercayaan, lalu apa jadinya jika kepercayaan tersebut dirusak oleh sebuah kebohongan yang terbongkar. Tentu hanya akan berujung pada kekecewaan dan kemarahan.

Jika memang benar berbohong demi kebaikan itu tak masalah, lalu mengapa semua orang merasa marah saat mengetahui dirinya dibohongi? Jika memang benar kebohongan menyelamatkanmu, lalu apa benar-benar menyelamatkanmu dari masalah yang lebih besar ketika mereka yang kita bohongi tahu akan sebuah kebenaran yang ditutupi oleh kebohongan.

Seandainya berbohong itu tidak merugikan, maka semua orang akan bahagia dan baik-baik saja saat tahu dirinya dibohongi oleh orang lain dan orang yang melakukan kebohongan akan bahagia dan  tak merasa bersalah.

1 Comment

1 Comment

  1. adi pracaya

    November 23, 2016 at 4:43 pm

    It’s so good

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top