Spirituality

Ini Cara Agar Kamu Tidak Sibuk Dengan Sosmed Saat Travelling

sosmed

Travelling sangat erat kaitannya dengan hiburan dan kesenangan. Ada banyak alasan bagi seorang traveler untuk melakukan sebuah perjalanan, entah itu untuk bisnis, liburan, atau hanya sekedar mencoba mendapatkan pengalaman baru dalam hidup. Nah guys, kira-kira kamu masuk kategori yang mana?

Perkembangan tekhnologi saat ini menjadikan sebagian besar orang sangat bergantung dengan smartphone yang dimiliki. Terlebih dengan begitu banyaknya social media yang ada. Banyak diantara mereka menjadikan social media sebagai kawan sejati yang selalu menemani kapan pun dan dimana pun berada. Sehingga bukan hal yang tidak mungkin jika aktivitas mengakses social akan kamu lakukan di sela-sela travelling-mu. Lalu apa hasilnya? Tentu saja travellingmu akan terganggu karena saking sibuknya kamu dengan akun di social mediamu. Untuk menghindari hal ini, berikut adalah beberapa cara agar kamu tidak sibuk dengan sosial mediamu saat travelling.

Nonaktive-Notification
Bagaimana kamu dapat menikmati liburanmu jika baru saja udara sejuk menyapa kulitmu, kamu sudah ditemani dengan suara notifikasi dari akun sosial mediamu yang amat sangat berisik. Jika kamu melakukan perjalanan dan ingin menikmatinya secara utuh, cobalah untuk menonaktifkan notifikasi di smartphone yang kamu miliki.
Log out account
Cara ini mungkin dapat kamu terapkan dalam perjalananmu. Log out akun sosial mediamu dari smartphone dan jangan log in lagi sebelum liburanmu berakhir. Hal ini tentu akan membuat kamu terbebas dengan usikan notifikasi yang masuk di smartphonemu.
Catatan perjalanan
Jika kamu tipe orang yang tidak bisa diam tanpa melakukan apapun dan kebetulan kamu memiliki hobi atau kemampuan untuk menulis catatan pribadi tentang perjalanan yang kamu lakukan, cara ini dapat kamu terapkan. Lupakan sosial media dan mulailah merangkai kata untuk catatan perjalananmu. Setidaknya kamu akan “sibuk” menulis dan melupakan kebisingan sosial mediamu.
Katakan tidak untuk “Wifi”
Hal yang perlu kamu hindari untuk dapat melupakan sosial media dan menikmati liburanmu sepenuhnya adalah dengan menghindari wifi. Tanpa wifi dan dengan jaringan internet yang buruk mungkin akan membuatmu terhindar dari sosial media dan fokus terhadap perjalananmu.
Cobalah berlibur ke tempat yang limit koneksi internet
Nah, cara lain yang cukup ampuh adalah memilih tempat tujuan travelling yang limit koneksi internet. Kenapa? mungkin cara ini sedikit memaksa. Namun dengan cara ini, tentu kamu akan lebih mudah untuk meninggalkan sosialmu karena kamu tidak dapat mengakses internet di tempatmu melakukan travelling.
Simpan foto dan unggah pasca liburan
sebagian orang tidak dapat terpisah dengan sosial media karena terlalu ketagihan untuk mengupload foto liburannya di akun sosial medianya. Agar kamu dapat terhindar dari sosial mediamu, kamu perlu bersabar dan menyimpan dahulu foto dokumentasimu selama melakukan travelling dan mengunggahnya pasca liburan.
Kalau perlu, pergilah tanpa smartphone, cukup kamera digital di kantong
Cara lain yang sangat butuh pemaksaan (mungkin) adalah meninggalkan smartphone di rumah dan pergi travelling hanya dengan keperluan pribadi dan kamera digital di kantong. Dengan begitu kamu akan lebih mudah menikmati liburanmu dan cukup dengan kamera digital ditangan, abadikanlah momen indahmu. Setelahnya, kamu dapat mengunggah foto-foto indahmu saat kembali dari travellingmu yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Ini Bahayanya Jika Anak Dibebani Terlalu Banyak PR dari Sekolah!

http://health.detik.com/read/2014/03/29/140514/2540508/1301/hati-hati-ini-dampak-buruk-jika-anak-stres-karena-pr

Bermain adalah hak anak. Idealnya anak-anak mendapat cukup waktu untuk bermain. Selepas pulang sekolah adalah waktu yang yang diharapkan bisa digunakan anak-anak untuk bermain-main. Sayangnya tidak semua anak bisa merasakan hal itu.

Bila guru memberi PR terlalu banyak, anak jadi tak bisa bermain sepulang sekolah, PR yang banyak menuntut anak untuk tetap berkutat dengan pelajaran sekolah sekalipun mereka telah berada di rumah. Kalau sudah begini alih-alih meningkatkan prestasi anak, PR yang terlalu banyak justru memberikan dampak negatif bagi anak.

Anak-anak yang Terlalu Banyak Mengerjakan PR Memiliki Resiko Obesitas Lebih Tinggi

Beban PR yang terlalu banyak akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Selepas jam sekolah pun mereka harus tetap memeras otak untuk menyelesaikan PR yang diberikan oleh guru. Kalau sudah begini bisa dipastikan tingkat stres mereka akan jadi lebih tinggi. Kalau sudah begini, kecenderungan untuk gemuk pun akan jadi lebih besar.

Hal ini terjadi karena seseorang yang tengah dalam kondisi stres atau kurang tidur biasanya cenderung akan makan lebih banyak karena pengaruh hormon. Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik. Kalau sudah seperti ini, resiko obesitas pun jadi kian tinggi.

Beban PR yang Kelewat Banyak Bisa Mengakibatkan Anak Lebih Mudah Sakit

Sudah bukan menjadi hal yang aneh lagi, beban PR yang banyak secara otomatis membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama. Konsekuensinya jam tidur anak jadi berkurang. Padahal berkurangnya jam tidur biasanya diikuti dengan melemahnya daya tahan tubuh. Dalam kondisi seperti ini anak akan lebih mudah terserang penyakit.

Pekerjaan Rumah yang Terlalu Banyak Tak Hanya Membuat Anak Rawan Stres, Seluruh Anggota Keluarga Juga Terkena Imbasnya

Dalam kondisi tertentu, anak kadang perlu didampingi saat mengerjakan PR. Mengerjakan PR yang kelewat banyak tidak hanya menjadi beban bagi anak, orang tua atau pengasuh pun bisa saja ikut stres. Belum lagi bila anak sakit, seisi rumah pun akan direpotkan.

Memberi PR berlebihan pada anak memang tidak efektif. Bukan saja menempatkan anak dalam kondisi yang rentan stres. Hal ini juga memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan anak. Kalau sudah begini, perlu dilakukan komunikasi antara orang tua dan guru demi mendapatkan pola pembelajaran yang tepat untuk anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Business

Ternyata, Kecerdasan Emosional Jadi Faktor Penting Kesuksesan di Tempat Kerja

Pernahkah kamu mendengar pernyataan bila kecerdasan intelegensi tidak seberapa hebat dibandingkan dia yang mempunya kecerdasan emosi yang besar. Suatu penelitian yang dilakukan Carneigie Institute of Technology menunjukkan bahwa 85% kesuksesan finansial seseorang adalah karena kemampuan humanis. Seperti kepribadian dan kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi dan memimpin, sementara itu pengetahuan teknis mengambil porsi 15%. Hal tersebut sudah membuktikan bahwa kecerdasan emosi seseorang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang.

Dalam sebuah survey builder career 2011 yang melibatkan lebih dari 2.600 manager perekrutan dan sumber daya manusia, 71% cenderung menyatakan bahwa mereka menghargai kecerdasan emosional pada karyawan yang melebihi IQ 75% mengatakan bahwa mereka lebih cenderung mempromosikan pekerja yang sangat emosional, dan 59% mengaku mereka telah melewatkan kandidat dengan IQ tinggi namun kecerdasan emosionalnya rendah.

Lalu adakah hubungannya perusahaan menempatkan standar yang tinggi untuk kecerdasan emosi. Kenapa kecerdasan emosi sangat penting dan berpengaruh besar terhadap pekerjaan?

Saat Masalah Datang, Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi akan Menanggapinya dengan Tenang

Tekanan pada saat bekerja akan sangat sulit dihindari oleh siapa pun. Dan untuk menghadapi tekanan di tempat kerja dibutuhkan kemampuan untuk mengelola emosi kita. Orang yang memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi lebih mengetahui batasan diri mereka dan itu membuat mereka lebih mampu mengelola tingkat stresnya. Mereka cenderung memiliki cara yang baik untuk menangani tekanan sehingga bisa tetap bekerja secara efektif di situasi sulit sekalipun.

Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosi akan dengan Mudah Memahami dan Bekerja sama dengan Orang Lain

Dalam dunia kerja kita tidak mungkin bekerja secara individual secara terus-menerus. Ada saatnya kita harus kerja tim dan hal itu sangat penting di tempat kerja, orang-orang yang mampu memahami dan bergaul dengan orang lain akan semakin dicari. Keistimewaan dari orang yang memiliki kecerdasan emosi adalah mereka memiliki kemampuan orang-orang yang berkembang dengan baik sehingga memungkinkan dirinya membangun hubungan dengan beragam sifat orang.

Pendengar yang Baik Adalah Salah Satu Keahlian Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu pekerjaan yang agak sulit bagi sebagian besar orang. Kecenderungan ingin dimengerti dan didengar oleh orang lain, membuat seseorang lebih sulit jika harus menjadi pendengar. Tetapi untuk orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk mendengarkan orang lain.

Hal itu dimungkinkan karena mereka berada dalam posisi yang lebih baik untuk menyingkirkan emosi dan keinginan mereka sendiri dan pertimbangan orang lain. Kemampuan mereka untuk menangkap emosi orang melalui nada suara dan bahasa tubuh sangat berguna dalam pengaturan tim.

Disaat Orang Lain Kesal Jika Mendapatkan Kritik, Tidak Berlaku untuk Mereka yang Punya Kecerdasan Emosi yang Baik

Saat kita melakukan sesuatu yang ternyata ada mendapatkan kritikan dan masukan yang tajam kepada diri kita, sebagian besar orang mungkin tidak akan terima dengan perlakuan yang demikian. Rasa marah atau bahkan menyerah bisa merasuki perasaan mereka, dan kemudian menjadi down.

Sayangnya kamu tidak akan pernah menemukan hal ini pada orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik. Mereka tidak akan memberikan sikap defensif, justru mereka akan dengan terbuka menerima hal itu sebagai sebuah perbaikan, dan terlihat sebagai orang yang positif.

Membuat Keputusan yang Lebih Bijaksana dan Menyeluruh adalah Keahlian Bagi Mereka yang Memiliki Kecerdasan Emosi yang baik

Orang cerdas secara emosi cenderung melihat segala sesuatu dengan jelas dari sudut pandang orang lain, mereka dapat membuat penilaian yang lebih baik tentang bagaimana keputusan mereka akan berdampak kepada orang lain. Hal ini tidak hanya menghasilkan pengambilan keputusan secara menyeluruh, namun juga membantu mengelola pengendalian kesalahan saat keputusan tertentu menimbulkan konsekuensi negatif. Kecerdasan secara emosi akan membantu untuk berpikir secara proaktif bukan reaktif, dan itu menguntungkan untuk mengambil keputusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Karena Tak Semua Orang Mampu Bicara Terbuka, Hargailah Dia!

Kenyamanan kita dalam menjalin hubungan baik dalam lingkup asmara ataupun pertemanan dengan seseorang pada dasarnya didukung oleh adanya banyak kesamaan dan kesukaan yang kita miliki. Meski tak bisa dipungkiri juga, akan ada fase dimana kita dihadapkan dengan perbedaan-perbedaan.

Jika ada seseorang yang dengan santai mampu menceritakan semua hal yang dirasakannya kepada orang lain, disisi lain ada juga orang yang sama sekali tak pernah mampu untuk terbuka berbicara kepada orang, bahkan mungkin orang terdekatnya sekalipun, bukan karena dia tidak percaya kepada orang lain. Tapi memang ada orang yang tak mampu berbicara terbuka pada orang lain. Ya, kita harus menghargai apa pun alasan dibalik sikapnya itu.

Bagi Sebagian Orang Masalahnya Adalah Miliknya

Seseorang yang selalu ceria dan mudah senyum bahkan hampir tak pernah menunjukkan kesedihan atau masalah apa pun, kadang bisa mendadak berubah diam seribu bahasa dengan raut wajah yang sedang menyimpan sebuah masalah. Situasi ini mungkin membuatmu berpikir untuk membantu mengurangi bebannya dengan menawarkan diri sebagai pendengar yang baik akan tetapi dia malah memilih untuk diam.

Hal ini mungkin memberikan kesan seakan-akan dirinya tak mempercayai kita, tapi memang bagi sebagian orang ada beberapa hal yang memang tidak ingin ia bagikan kepada siapa pun. Atau dengan kata lain masalah yang dia sedang alami hanyalah miliknya dan tak perlu diumbar ke orang lain.

Masing-masing Orang Punya Cara Sendiri

Bagi sebagian orang yang memilih untuk bercerita mungkin berpikir bahwa hal tersebut mampu mengurangi beban, tapi di lain sisi ada pula yang memilih untuk tidak ingin bercerita dengan sembarang orang. Memilih teman yang tepat sebagai pendengar mungkin akan jadi hal yang baik. Meski ada juga orang yang memilih untuk diam, tak ingin bercerita. Bukan karena tak percaya kepada siapa pun, tapi itulah caranya.

Jika demikian, kita tidak perlu merasa tersinggung karena memang setiap individu mempunyai caranya masing-masing untuk masalah pribadinya.

Ada Alasan Dibalik Sikapnya

Satu hal yang perlu kita ingat bahwa setiap orang mempunya alasan tersendiri untuk semua sikap dan perilaku yang ditunjukkan, begitu juga dengan keterbukaan seseorang untuk masalah pribadinya. Mereka memilih diam karena mungkin ada beberapa hal-hal yang mereka pertimbangkan dan jaga. Apa pun itu alasannya mungkin bagi mereka adalah yang terbaik.

Dan Sudah Seharusnya Kita Menghargai Keputusannya

Dan pada akhirnya yang harus kita lakukan untuk menyikapi sikap seseorang yang seperti ini hanyalah dengan menghargai keputusannya, bukan lantas pergi dan menjauh darinya. Kita harus tetap menjalin komunikasi yang baik dengannya. Karena tidak semua orang yang dianggap sudah dekat dengan kita merasa nyaman sebagaimana kita merasa nyaman dengannya. Akan tetap ada titik dimana seseorang memang butuh sendiri untuk semua masalah yang dihadapinya.

Selama hal itu tidak menganggu hubunganmu dengannya, rasanya akan sah-sah saja, kita bisa tetap menjalani hari seperti biasa. Karena mengenal seseorang, bukan berarti kita harus tahu semua cerita dan kisah hidupnya. Meski mungkin kita adalah orang yang begitu gampang membuka diri untuk bercerita dengan orang lain, tak berarti semua orang yang dikenal bisa nyaman dengan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top