Spirituality

Ingin Mendapatkan Semua Yang Kamu Inginkan? Pantang Menyerah Atau Serakah?

cara agar percaya diri

Setiap manusia pasti memiliki keinginan. Hal itu wajar adanya, karena keinginan timbul dari hasrat seorang manusia. Tidak salah memang mempunyai keinginan. Namun, hal itu akan menjadi salah ketika keinginan berubah menjadi keserakahan.

Ciri-ciri orang yang serakah adalah menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya. Mereka menahan dirinya untuk menolong orang lain. Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu telah mengalami greed syndrome atau sindrom keserakahan. Lalu, bagaimana sebenarnya ciri-ciri orang yang serakah? Yuk simak 6 ciri-cirinya!

Selalu Iri Dan Dengki Dengan Apa Yang telah Dimiliki Orang Lain, Hatinya Selalu Tidak Bahagia Melihat Orang Lain Sukses

Keserakahan itu selalu diidentikan dengan iri hati. Serakah merupakan hasrat yang besar untuk memiliki sesuatu secaa lebih dan lebih lagi. Sedangkan iri adalah keinginan besar seseorang untuk memiliki apa yang orang lain miliki. Serakah dan iri berjalan berdampingan. Hatinya tidak pernah puas dengan kesuksesan orang lain. Selalu saja ingin yang lebih baik daripada yang orang lain miliki. Ia tidak akan pernah rela melihat orang lain bahagia.

Tidak Punya Empati, Bahkan Acuh Tak Acuh Pada Lingkungan Di Sekitarnya

Orang yang telah terkena sindrom serakah hatinya akan mati. Dalam dirinya tidak adal lagi empati pada nasib orang lain. Ia hanya peduli dengan kepentingannya sendiri tanpa peduli dengan keadaan orang lain. Orang yang sudah serakah pun tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukannya, tidak heran jika dia selalu menjadi penyebab orang lain sakit hati.

Hanya Fokus Pada Hal Yang Menguntungkan Dirinya Saja

Orang yang serakah hanya peduli pada situasi yang menguntungkan bagi dirinya. Malas-malasan dalam bekerja namun mengharapkan bonus atas kinerjanya yang sedikit. Demi mendapatkan keinginannya ini, tidak jarang ia melakukan cara licik yang merugikan orang lain tapi menguntungkan dirinya.

Soal Egois Dia Selalu Menjadi Juaranya

Jika berbicara orang yang paling egois di dunia, adalah orang yang serakah. Ia hanya mengutamakan kepentingan dan kepuasan pribadinya. Tidak peduli orang lain berkata apa, selama dirinya bahagia dengan cara yang diinginkannya, itu akan membuatnya senang.  Sikapnya yang sangat egois, mudah membuat orang-orang membencinya hingga akhirnya tidak ada yang mau menjadi temannya.

Orang yang serakah tidak akan tertarik untuk memperhatikan dan menolong orang lain, walaupun orang yang meminta bantuan adalah keluarga terdekatnya sendiri. Jika membantu pun ia akan membebankan imbalan pada orang yang ditolongnya.

Bahkan Tak Segan Untuk Memanipulasi Segala Hal Demi Keuntungan Pribadi

Ciri-ciri orang yang terkena sindrom serakah adalah selalu berusaha melakukan segala cara agar dia tidak pernah rugi. Ia tidak ragu melakukan sabotase dan manipulasi kepada orang-orang terdekatnya. Orang seperti ini pandai bermuka dua, dari luar dia kelihatan baik tetapi hatinya penuh rencana busuk dan akalnya licik. Jika berteman dengan orang seperti ini sebaiknya waspada.

Melakukan Segala Cara Demi Kebutuhan Materi Bukan Lagi Menjadi Hal Aneh Baginya

Ciri terakhir orang yang serakah adalah tidak memiliki batasan demi memenuhi keinginannya. Ia haus akan kepuasan fisik dan materi. Ia tidak takut untuk menembus batas-batas norma, moral, dan etika demi mencapai tujuan yang menguntungkan dirinya.

Meski Terlihat Menguntungkan, Bersikap Serakah Hanya Akan Mendatangkan Kerugian-kerugian Ini!

Ketahuilah, segala yang berlebihan itu tidak baik, apalagi serakah. Bersikap serakah terhadap segala hal di dunia akan membuat kamu hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawi. Kamu terlalu sibuk memikirkan cara hidup enak, tetapi lupa menyiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Orang yang serakah dan hanya mementingkan dirinya sendiri tidak akan memiliki teman. Rasa acuh yang dilakukannya pada orang lain mudah melukai perasaan orang yang ada di dekatnya, sehingga tidak ada yang mau mendekatinya bahkan menjadikannya teman.

Keserakahan dalam diri seseorang dapat membuatnya buta akan lingkungan sosial di sekitarnya, hatinya membeku, dan telinganya tak lagi mau mendengar. Hidupnya akan kesusahan ketika dia mengalami musibah, dia lupa bahwa segala hal di dunia ini tidak bisa dikerjakan seorang diri. Di kala butuh bantuan, dia tidak mempunyai siapapun untuk menolongnya. Ia telah melukai hati banyak orang-orang sehingga tidak ada yang mau membantu

Punya keinginan untuk diwujudkan memang bukan hal yang salah, tetapi capailah dengan cara-cara yang benar. Jangan sampai keserakahan menguasai dirimu. Ingatlah, orang lain pun berhak untuk bahagia dan memiliki apa yang menjadi haknya.

Beberapa cara untuk terhindar dari sifat serakah adalah dengan banyak bersyukur, tak sombong, tidak hanya selalu melihat ke atas tapi juga ke bawah, dan mau terbuka terhadap orang lain. Terkadang sesuatu yang diperoleh secara bersama-sama akan jauh lebih menyenangkan, daripada didapatkan sendiri dengan cara-cara yang licik dan keji dengan mengorbankan orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Karena Kamu Tak Hidup Selamanya, Waktumu Terlalu Berharga Jika Hanya Dihabiskan Untuk Memusingkah Hal-hal Ini!

Detik demi detik berlalu, terkadang waktu terasa begitu cepat berputar. Namun juga tak jarang waktu terasa berjalan sangat lama. Akan ada banyak hal yang dilalui seseorang saat menjalani hidupnya. Ada banyak tawa, tangis, amarah, senang, dan berbagai hal lainnya.

Sesekali mimpi dan cita-cita menuntutmu  untuk mengorbankan banyak waktu. Karena perjalanan waktu tidak bisa diputar ulang lagi, tidak heran bila waktu terasa begitu penting. Bahkan uang sebanyak apa pun tak bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Meski begitu, ada beberapa hal dalam hidup yang tidak perlu kita pikirkan atau lakukan hingga mengorbankan banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal  yang lebih bermanfaat.

Kita Dilahirkan Untuk Menjadi Diri Sendiri Bukan Sebagai Sosok Sempurna. Jadi Tidak Menjadi Masalah Jika Ada Orang Yang Tak Menyukaimu

Tak ada gading yang tak retak, setiap manusia pun dilahirkan dengan kekurangan, entah fisik ataupun sikap. Karena cacat itu, kamu tak bisa memaksakan siapa pun untuk  mencintai dan menerima dirimu. Lantas apakah masih perlu menghabiskan waktu untuk merubah dirimu agar dicintai oleh semua orang?

Jawabannya tentu ‘tidak’. Karena kriteria ‘baik’ dan ‘buruk’ pun tidak ada standar tetapnya, kita juga tidak bisa memaksakan seseorang yang hadir untuk terus menetap. Sebagiamana penjahat akan selalu memiliki pendukung,  pahlawan pun akan selalu memiliki pembenci. Kita tak perlu berkecil hati jika ada yang membenci, karena setiap orang terlahir untuk menjadi apa adanya dirinya dengan kekurangan yang juga melekat. Kamu hanya harus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Cintailah mereka yang menerimamu dengan tulus, namun jangan memusuhi pembencimu.

Waktu Tidak Akan Bisa Terulang, Hidupmu Juga Tidak Berlangsung Selamanya

Saat mimpi besar sedang diukir, akan banyak hal yang akan dikorbankan tak terkecuali waktu. Kita yang merasa waktu begitu cepat berlalu, lantas mengharuskan diri untuk melakukan banyak demi sebuah pencapaian hidup. Sibuk mengejar mimpi tak jarang membuat kita lupa bahwa kehidupan tidak akan berlangsung selamanya.

Bukan hanya untuk mengejar ambisimu, kamu juga harus membagi waktu yang kamu miliki dengan orang-orang terdekat. Memberikan hadiah terbaik bagi diri sendiri dengan menjaga kesehatan serta berbagi canda tawa bersama keluarga akan membuat hidupmu lebih bermakna.

Perbedaan Yang Membuat Semuanya Menjadi Sempurna. Kamu Pun Tak Perlu Berusaha Mati-matian Untuk Merubah Apa Pun

Seperti jemari tangan yang memiliki ruang satu sama lain untuk memberikan tempat untuk jemari lainnya mengisi, itulah gambaran sederhana bagaimana hidup ini tidaklah sempurna, namun bisa menjadi utuh jika saling melengkapi. Tidak ada orang yang dilahirkan sama persis. Semua orang memiliki kelebihan dan  kelemahannya masing-masing.

Maka wajar bila hidup selalu diwarnai dengan hal yang kamu sukai maupun tidak. Meski begitu, dua hal tersebut akan selalu berjalan beriringan. Kamu juga tak harus mengubal hal yang tidak disukai menjadi seperti apa yang seharusnya menurutmu. Waktumu terlalu berharga jika hanya kamu manfaatkan untuk mengubah semua itu. Meski begitu kamu masih bisa bersyukur dan membuat semuanya jadi terasa indah.

Kamu Tetap Harus Ingat Bahwa Kehidupan Yang Sebenarnya Adalah Dunia Nyata

Kemajuan dari teknologi memang memberikan pengaruh tersendiri.  Dunia terasa dalam genggaman. Dunia maya menjadi salah satu aspek penting dalam sosialisasi yang kerap mengedepankan gengsi. Kehidupan yang tidak pernah benar-benar nyata justru menarik kita dari hidup yang sebenarnya. Mendekatkan yang jauh namun mengabaikan yang dekat. Mengorbakan kenyataan hanya untuk sebuah pengakuan dari dunia maya. Padahal jika direnungkan kembali, kehidupan yang sebenarnya terjadi di dunia nyata.

Sesulit Apa Pun keadaan Dan Sekejam Apa pun Dunia Memperlakukanmu, Pada Akhirnya Hanya Diri Sendiri Yang Menentukan Jalan Hidupmu

Saat kita merasa terpuruk, serta mempertanyakan mengapa kehidupan orang lain lebih menguntungkan dibandingkan dirimu, sumpah serapah dan kemarahan akan perasaan tidak adil atas hidup yang dijalani pun akan terlontar begitu saja. Namun jika direnungkan kembali, apakah kita yakin bahwa hidup orang lain lebih baik dari apa yang kita jalani. Bagaimana jika hal yang dia alami lebih sulit dari yang kita lalui dan lebih menyedihkan dari apa yang terlihat?

Memang hidup bisa saja seperti itu, namun mereka yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Tapi mereka bisa dan mau menempatkan serta mengendalikan diri agar tetap di posisi tersebut dan mensyukuri apa yang sedang mereka lalui. Menempatkan diri untuk tetap menjalani hidup meskipun sulit. Jika mereka saja bisa, mengapa kita harus meratapi takdir dan jalan hidup yang memang harus kita lalui untuk mencapai sebuah akhir yang bahagia.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Ingin Cepat Kaya Meski Gaji Pas-pasan? Trik Berhemat Hingga 50% Ini Harus Kamu Coba!

Setiap tahun, bahkan setiap 6 bulan sekali, harga kebutuhan pokok di Indonesia mengalami inflasi. Buat kamu yang belum tahu, inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena cepatnya uang kertas beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang (sumber: KBBI).

Nah, akibat inflasi inilah banyak harga barang mengalami kenaikan, apalagi dimomen-momen tertentu seperti saat memasuki bulan Ramadhan, natal, atau tahun baru. Meski saat ini kamu belum mempunyai tanggungan keluarga, setidaknya kamu pun harus hidup berhemat. Hal ini, agar kamu memiliki persiapan ketika semua harga mengalami kenaikan dan tidak membuatmu harus pinjam uang ke teman bahkan ke bank untuk memenuhi kebutuhan sehari-harimu.

Bagaimana caranya? Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan dikehidupan sehari-hari untuk mengelola keuanganmu agar tidak defisit karena harga kebutuhan pokok yang terus naik.

Buatlah Daftar Keluar-Masuk Uang Yang Jelas

Banyak dari kita yang sering melakukan pemborosan dikarenakan tidak pernah membuat catatan tentang dana yang masuk dan keluar. Akibatnya, kita tidak tahu persis dana yang keluar itu telah digunakan untuk apa saja. Kamu hanya tahu setiap hari uangmu berkurang tanpa perhitungan yang jelas.

Catatan keuangan ini berguna lho agar kamu tahu dengan jelas kemana dana yang kamu peroleh digunakan, kamu juga bisa membuat anggaran dana jika punya catatan keuangan agar tidak terlalu boros saat menggunakan uang.

Ketika Ada Diskon, Manfaatkan Hal Itu untuk Membeli Perlengkapan Sehari-hari

Jika ada diskon pasta gigi, minyak goreng, telur, atau apa pun itu, kamu bisa memanfaatkannya untuk mengurangi anggaran belanja bulanan. Bila perlu ketika barang yang kamu butukan sedang diskon, kamu bisa membelinya dalam jumlah cukup banyak untuk stok satu bulan. Memang sih barang diskonan jumlah potongannya tidak terlalu banyak. Tetapi, potongan harga ini sangat bermanfaat jika kamu sedang ingin berhemat.

Usahakan Untuk Memiliki Tempat Penyimpanan Uang yang Berbeda-beda

Disarankan agar kamu memiliki tempat penyimpanan uang yang berbeda-beda untuk terhindar dari sifat boros. Tempat penyimpanan uang itu bisa kamu sesuaikan dengan skala prioritasnya. Misalnya, kamu mempunyai tiga buah rekening yang diperuntukan untuk menabung, kebutuhan sehari-hari, dan dana untuk keperluan mendesak.

Memang ribet sih, tapi ini semua demi keuanganmu yang sehat dan terhindar dari sifat boros. Setiap kali gaji kamu masuk, segera sisihkan 20%-nya untuk menabung. Kemudian sisanya disimpan untuk kebutuhan sehari-hari dan dana mendesak.

Oia, jika kamu tidak ingin penghasilanmu dipotong karena adanya bunga bank dan biaya administrasi bank, kamu bisa menyimpan uangmu dengan cara tradisional, yakni simpan di celengan atau kotak khusus yang jauh dari pandangan mata agar kamu terhindar dari godaan untuk memakainya.

Jangan Mudah Terbawa Nafsu Ketika Berbelanja

Ini yang biasanya membuat kita jadi berperilaku boros. Mudah terbawa nafsu untuk membeli barang-barang yang menurut kita lucu atau menarik. Saat berjalan-jalan di mal, usahakan untuk tidak mudah tergoda oleh tawaran SPG/SPB yang menawarkan barang padamu.

Jika kamu tidak benar-benar butuh atau masih ada barang di rumah yang bagus, kamu tidak perlu membelinya. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan ya!

Menabunglah Menggunakan Rumus 80-20!

Seorang pemikir manajemen bisnis bernama Joseph M. Juran memperkenalkan konsep menabung 80-20. Konsepnya dari rumus ini sangat sederhana. Kamu hanya perlu menabung sebesar 20% dari pendapatan bersih yang telah kamu peroleh. Kemudian gunakan sisanya untuk dibelanjakan. Sebesar 50% dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan 30% sisanya dipakai untuk membeli apa yang kita inginkan.

Saat kamu telah terbiasa menggunakan rumus ini, uang simpananmu bisa digunakan untuk hal lain guna meningkatkan pendapatan yang lebih besar. Salah satunya dengan mulai melakukan investasi misalnya.

Jangan Pelit untuk Saling Berbagi Rezeki dengan Orang Lain, Kamu Tidak akan Jatuh Miskin Hanya Karena Memberi

Terakhir, jangan pelit untuk berbagi rezeki dengan orang lain. Semakin banyak kamu berbagi, semakin terbuka lebar pintu rezekimu. Jangan takut miskin karena telah berbagi dengan orang lain, justru kamu akan mendapatkan bekal untuk pergi menuju surga-Nya. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadan tiba, bulan ini adalah waktu yang tepat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Justru hal yang salah adalah jika kamu berbagi penghasilan dengan orang yang tidak semestinya dan untuk kegiatan yang tidak baik. Misalnya, pergi berfoya-foya bersama teman, mentraktir teman untuk mabuk-mabukan, menggunakan uang untuk tujuan jahat, dan hal-hal lainnya.

Mudahkan trik di atas? Jika, kamu sudah membiasakan diri untuk menabung bukan tidak mungkin kamu bisa mulai usaha sendiri. Banyak orang dengan kekayaan melimpah justru dari mulai membuka usaha sendiri, bukan bekerja untuk orang lain.

Nah, jika bisa berhemat hingga 50%, tak mustahil keinginanmu untuk cepat kaya bisa segera terwujud? Yuk, mulai menabung dari sekarang agar kamu tidak sengsara dimasa tua!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Gagal Terus? Cobalah Introspeksi Diri, Ternyata 5 Hal Ini Yang Membuatmu Sulit Sukses!

Kamu pasti pernah merasa frustasi dalam hidup ini karena tidak ada satu pun rencana yang terlaksana sesuai dengan keinginanmu. Kamu membenci dirimu sendiri dan merasa menjadi orang yang gagal dan tidak berguna. Perasaan kecewa, marah, dan kesal pada dunia pun terus menghampiri. Seakan dunia yang harus menanggung kesalahan saat ada hal yang tidak berjalan sesuai kehendakmu.

Sampai kapan kamu mau menyalahkan keadaan atas hidupmu yang tak  kunjung berkembang? Cobalah untuk introspeksi diri. Apakah hal yang kamu lakukan selama ini sudah benar?

Coba Periksa dengan Teliti, Apakah Rencana yang Kamu Buat Sudah Benar-benar Matang?

Ketika rencana tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah dibuat, sering kali kita menyalahkan realitas. Kamu merasa sudah berusaha sekuat tenaga, tapi keberhasilan belum berpihak juga. Akhirnya kalimat, “Memang bukan takdirku untuk memperolehnya” menjadi pembelaan diri yang ampuh.

Tapi sebenarnya, sebelum kamu menyalahkan takdir. Apakah kamu sudah membuat rencana yang benar-benar ingin kamu raih dengan matang? Coba kroscek lagi. Bisa jadi hal itu akibat dari bagian rencanamu yang kurang matang. Kekurangan inilah yang menyebabkan rencana yang kamu buat jadi tidak berhasil sesuai dengan keinginan.

Manfaatkan Satu Kesempatan yang Ada dengan Semaksimal Mungkin

Kamu mungkin punya banyak  mimpi, sama seperti orang kebanyakan. Tetapi, mengapa ya mimpi orang lain terwujud sedangkan mimpi kamu sendiri tak kunjung tergapai?

Pikiran yang seperti itu membuat kamu merasa hidupmu stagnan. Kamu merasa Tuhan memang telah menciptakanmu untuk terus menjalani kehidupanmu yang sekarang ini.

Pernahkah kamu berpikir bahwa orang-orang di luar sana yang sudah berhasil mewujudkan mimpinya sebelumnya harus berusaha lebih keras darim? Jangan munafik, kamu sendiri pasti merasa bahwa usaha yang kamu lakukan selama ini belum maksimal. Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik perbaiki usaha kamu untuk meraih mimpi.

Mimpi yang Pudar Karena Terus Mengalami Kegagalan, Itu Merupakan Tanda Bahwa Usahamu Kurang Keras

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Bisa jadi mimpi yang kamu impikan belum terwujud karena kurangnya usahamu untuk meraihnya. Kita seringkali terburu-buru untuk mewujudkan mimpimu. Padahal kamu masih punya banyak waktu, karena dirimu sendirilah yang berhak mengatur kapan mimpi tersebut akan terwujud.

Diri sendiri adalah musuh terbesar yang sulit ditaklukan. Jangan sampai rasa ragu dan kekhawatiran yang tidak penting menghambat langkahmu untuk meraih mimpi dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Terlalu Memusingkan Omongan Orang, Padahal Kamu yang Menjalani Kehidupan

Dikritik, disepelekan, diremehkan oleh orang lain adalah pengalaman terburuk yang pernah atau akan dialami oleh seseorang. Perasaan dikucilkan dan tidak didukung inilah yang terkadang membuat kamu bertanya tentang kapasitas dan kemampuanmu sendiri sebagai manusia. Kamu jadi tidak percaya diri karena ada satu orang yang berkomentar buruk tentang dirimu.

Jika terlalu memusingkan perkataan orang, kapan kamu mau maju? Yakinlah dengan apa yang kamu anggap benar. Tak usah terlalu memikirkan perkataan orang yang tidak suka akan dirimu. Meskipun kamu sudah melakukan yang terbaik, orang-orang tetap akan mencibirmu dan ada saja orang yang tidak suka  kepadamu. Anggap saja cacian dari mereka sebagai sebuah motivasi untuk terus berkembang.

Sibuk Menyalahkan Pekerjaan yang Tidak Sesuai, Padahal Kamu Punya Banyak Pilihan

Pekerjaan yang tak pernah usai membuatmu stres dan tidak merasa bahagia. Hari-hari yang membosankan dan karier yang tidak kunjung naik membuatmu merasa hidup tidak pernah berkembang. Tapi anehnya, kamu masih saja bertahan di perusahaan kamu yang sekarang. Kenapa? Alasannya pasti karena mencari pekerjaan sekarang itu sulit,  jika keluar dari perusahaan pasti bakal jadi pengangguran.

Padahal, jika kamu tidak membatasi diri dan tidak takut akan jadi pengangguran, kamu bisa saja keluar dari tempatmu bekerja sekarang juga. Kamu punya banyak pilihan untuk menentukan kebahagiaanmu sendiri. Tak usah takut tidak punya pekerjaan, ingat rezeki sudah diatur oleh Tuhan.

Menyalahkan Tuhan atas Jodoh yang Tak Kunjung Datang. Tapi Apakah Kamu Sudah Berusaha Mencari?

Kamu pasti merasa, seiring bertambahnya usia, tekanan untuk segera menikah dan membina hubungan rumah tangga semakin terasa jelas. Keluarga inti, saudara, teman dekat bahkan tetangga sibuk bertanya “Kapan menikah?”. Kamu yang kebingungan dengan pertanyaan tersebut pun pasrah saja menjawab,”Segera, mohon doanya”. Menerima pertanyaan seperti itu memang menjengkelkan, karena kita sendiri tidak tahu kapan jodoh itu akan datang.

Tapi  jika kamu benar-benar ingin bertemu dengan jodohmu, berusahalah untuk mencarinya. Jangan terus berdiam diri dan menunggu saja. Sejatinya, meski jodoh sudah ditakdirkan oleh Tuhan untukmu, tapi dia tidak akan begitu saja jatuh dari langit. Perlu usaha dan tindakan untuk bertemu dengan belahan hatimu. Bisa saja dia sedang menunggumu di luar sana, dan menunggumu untuk menjemputnya. Sesuatu yang berharga itu memang perlu diusahakan, sama seperti jodoh. Kamu tidak akan pernah benar-benar mendapatkannya, jika kamu tidak mengusahakannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top