Life

Ingin Lebih Dihargai Orang Lain? Jangan Segan Untuk Mengakui Kesalahanmu Dan Berhenti Berpura-Pura Menjadi Sempurna!

Setiap manusia pasti ingin dihargai oleh orang-orang disekitarnya. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial, membuatnya membutuhkan penerimaan dari orang lain. Pun kebutuhan untuk dihargai adalah hal yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Pertanyaannya adalah tentang bagaimana caranya  kamu membuat orang lain untuk lebih menghargai kamu. Menampilkan sosokmu yang seolah-oleh sempurna tentu akan membuat kamu dihargai orang lain. Namun dalam hal ini kamu akan dihargai hanya karena topeng palsumu. Tentu hal ini tidak akan bisa bertahan lama. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tak sempurna.

Berpura-pura akan membuatmu tak nyaman menjalani hidup. Sampai kapan kamu sanggup seperti itu?

Buatlah orang lain lebih menghargaimu dirimu dengan cara yang lebih bijak. Tak lagi bersembunyi dibalik topeng pura-puraanmu akan membuatmu lebih nyaman menjalani hidup. Berhenti berpura-pura menjadi sempurna. Jalani hari sesuai kemampuanmu, tunjukkan sifat dan watak aslimu. Namun tetap lakukan yang terbaik untuk orang-orang disekelilingmu. Buat mereka nyaman dengan keberadaanmu. Kalau sudah begini mereka pasti akan lebih meghargaimu.

Berbuat salah akan membuatmu lebih mensyukuri hidup

Ketika kamu berbuat kesalahan, kemudian orang-orang perlahan menjauhimu, kamu akan lebih bisa mensyukuri saat bahagiamu. Kamu akan mulai mengerti bahwa kebersamaan dengan orang-orang yang menyanyangimu dengan tulus adalah momen yang tak bisa dibeli dengan uang. Pun ketika kamu sedang menikmati saat-saat bahagiamu, kamu akan lebih hati-hati dalam melangkah agar tidak jatuh dalam kesalahan yang sama lagi.

Mengakui kesalahan akan membuat kamu termotivasi untuk terus menjadi orang yang lebih baik

Hidup adalah proses belajar yang terus menerus. Selagi manusia masih hidup, proses jatuh bangun itu akan terus terjadi. Orang yang mau terus belajar akan mendapat hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidupnya. Pun setiap kamu mengakui kesalahan, hendaknya kamu bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Terlebih usaha kamu untuk menjadi orang yang lebih baik akan menjadi bukti sejauh mana kamu meyesali kesalahanmu itu.

Mengakui kesalahan, membuatmu menjadi orang yang rendah hati. Untuk apa menjadi tinggi hati bila manusia acap kali masih berbuat salah?

Mengakui kesalahan akan mengingatkanmu pada hakekat manusia sebagai makhluk yang tak sempurna. Paling tidak dengan mengakui kesalahanmu kamu tak lagi menjelma menjadi orang yang sok dan merasa paling benar. Kontrol egomu dan buat orang lain merasa nyaman saat berada di dekatmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Salahkah Masih Mengharap Lebih Sementara Kita Diharuskan Untuk Bersyukur Dengan Yang Ada?

Tidak sedikit orang yang sering mengeluh atas pendapatan yang diperolehnya. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Dirimu tidak pernah puas akan suatu hal dan selalu iri terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain membuatmu selalu ingin meminta lebih dan tidak bersyukur terhadap kondisi yang dijalani selama ini.

Berapapun rezeki yang telah kamu terima hari ini, janganlah lupa untuk mensyukurinya. Tidak perlu banyak, asal bisa mencukupi kebutuhan hidup kamu sehari-hari pantaslah kamu syukuri dengan hati yang tulus.

Coba tanya pada diri sendiri, di saat Tuhan telah mencukupkan rezeki apakah kamu pantas mengeluh, merasa marah dan kecewa? Sedangkan banyak saudara kita di luar sana yang masih hidup serba kekurangan dan kelaparan.

Terlalu Banyak Rezeki Juga Tidak Baik, Rezeki yang Berlebihan Justru Membuat Kamu Lalai

Rezeki adalah bagian dari ujian hidup. Melalui rezeki, Tuhan mengukur seberapa besar keimanan kita. Apakah akan tetap taat atau lali menjalankan segala perintah-Nya. Mempunyai rezeki yang berlebih mungkin dapat membuat hati ini senang, tetapi seringkali membuat kita lupa diri. Tidak sedikit orang yang menjadi sombong karena punya banyak harta dan lupa terhadap sesamanya.

Memiliki harta yang berlebih membuat kita lebih mengutamakan nafsu daripada kewajiban dan memperbanyak amal. Disadari atau tidak, punya banyak harta namun tidak pernah bersyukur justru mendorong kita pada situasi yang berbahaya. Ingat, rezeki adalah amanah atau titipan dari yang maha kuasa. Jika tidak pandai menjaganya kamu yang akan rugi suatu saat nanti.

Setiap Orang Sudah Ditentukan Ukuran Rezekinya Masing-Masing, Tidak Perlu Risau Tidak Kebagian Rezeki

Dari sejak di dalam kandungan, Tuhan telah menentukan rezeki bagi masing-masing umatnya. Setiap orang takrannya berbeda-beda. Tidak perlu iri dan dengki jika orang lain rezekinya lebih banyak darimu, jika kamu merasa iri itu artinya kamu belum bersyukur dan masih risau tidak akan kebagian rezeki.

Belakangan sering kita lihat di berbagai media tentang orang lain yang bertengkar karena merasa “lahannya” untuk mencari rezeki telah diambil orang lain, ia takut bahwa suatu saat orang tersebut akan mengambil rzekinya dan dia menjadi miskin.

Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan umatNya sengsara. Selama kita beriman dan terus berusaha, rezeki akan datang kepada kita melalui jalan dan cara apapun yang halal.

Punya Rezeki Lebih, Jangan Lupa Saling Berbagi

Sebanyak 2,5% dari penghasilan yang kita dapatkan adalah milik orang lain. Maka dari itu, ketika sudah mendapatkan rezeki yang mencukupi jangan lupa untuk berbagi pada sesama. Membagikan rezeki kita pada orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita miskin. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan memberikan pahala atau ganjaran yang sepadan dengan kebaikanmu. Untuk itu, berbagilah sebanyak-banyaknya.

Berbagi dengan niat dan hati yang tulus akan membuat batin kita merasa lebih bahagia. Bahagia melihat senyuman sesama manusia, bahagia karena ada orang lain yang bisa terselamatkan atas pertolongan yang kita berikan. Rasakanlah hidup yang lebih bahagia melalui berbagi pada sesama.

Bersyukur dengan Rezeki yang Kamu Terima, Membuat Hatimu Lapang

Semua yang telah diberikan oleh Tuhan adalah yang terbaik buat kita. Bersyukur adalah salah satu cara untuk berterima kasih pada Tuhan. Ia tidak pernah meminta apapun pada umatnya selain selalu beriman kepadanya. Bersyukur dengan hati, bersyukur melalui lisan, dan bersyukur melalui perbuatan akan membuat hati jadi lebih lapang.

Bersyukur membuat kita selalu ingat kepada Tuhan dan selalu ingat untuk tidak mengeluh. Betapa tidak sopannya kita jika selalu kecewa terhadap kehidupan yang telah diberikan, padahal Tuhan tdak pernah mengharapkan balasan apapun dari kita. Selama mau berusaha dan berdoa, rezeki akan mengikuti, ia tidak akan pernah pergi.

“Saat kita bersyukur atas apa yang dimiliki meski kecil itu, kita akan melihat hal-hal itu langsung bertambah,” –The Magic, Rhonda Byrne

Tidak Perlu Risau, Rezeki akan Datang dari Arah yang Tidak Kamu Duga

Seseorang yang bertakwa pada Tuhannya, ia akan selalu diberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Seseorang yang beriman kepada Tuhannya, ia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Itulah ketentuan Tuhan terhadap umatnya, bahwa rezeki bisa datang dari arah manapun. Jika kamu merasa belum mendapatkan rezeki yang cukup dari tempat kerjamu yang sekarang, kamu akan mendapatkannya dari tempat lainnya. Seperti saat bertemu orang di jalan, ketika ada di angkutan umum, dan sebagainya.

Rezeki itu tidak hanya berupa uang semata. Bisa jadi lewat senyuman orang lain, hari yang cerah, masih diberi kesempatan untuk bernapas lega, ucapan terima kasih dari teman baik, itu juga merupakan rezeki.

Jadi, janganlah mengukur rezekimu hanya dari uang saja, jika kamu tetap demikian, kamu tidak akan pernah puas dan mau bersyukur. Sesungguhnya rezeki adalah sesuatu yang mencukupi dan dapat memberi manfaat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top