Spirituality

Hidup Memang Sebuah Pilihan, dan Saat Rasa Sesal Menghampiri atas Pilihan yang Sudah Ditetapkan.

Aku tau hidup ini adalah anugrah dari Tuhan, terlepas dari menyenangkan atau membahagiakan dalam setiap perjalanannya. Namun ada yang aku tak tau mengapa Tuhan memberikan beberapa pilihan dalam hidup yang aku jalani, apakah ini bentuk kasih sayangnya yang lain? Sehingga aku bisa bebas menjalani hidup yang aku inginkan? Atau ini sebagai hukuman yang Tuhan berikan padaku, sehingga hidup ini menjadi begitu membebankan karena pilihan itu.

Manusia memiliki segala keterbatasan, terbatas untuk berpikir, terbatas pengetahuan tentang dunia dan segala aspeknya. Hal itu juga berlaku padaku tentunya, sehingga aku tak tau apa yang akan terjadi satu menit, satu bulan, satu tahun kemudian di dalam hidupku. Entah aku harus merasa ini adil apa tidak untukku, ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih namun aku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan andaikata aku mengambil sebuah pilihan.

Dan apa yang harus aku lakukan jika ternyata pilihan yang aku ambil justru membuat semua hal menjadi semakin sulit?  Semua terasa salah dan rumit. Rasa sesak datang bersama sesal yang bergelut dihati. Seketika semua hal menjadi tak menyenangkan dan perasaan lelah datang lebih berat dari biasanya. Seketika aku sadar keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang salah, aku telah gegabah mengambil tindakan. Perasaan ingin kembali ke masa lalu menyeruak hanya untuk menarik semua keputusan itu ataupun mengganti pilihanku.

Ingin Memutar Waktu Namun Aku Sadar Itu tak Ada Gunanya

Saat sesal datang memang sungguh menyesakkan. Pikiran untuk memutar waktu tak bisa ku hindari, keinginan untuk memperbaiki, seribu pengandaian menghampiri, dan ribuan sesal yang hanya bisa aku tangisi. Aku marah karena aku ingin pilihan yang aku ambil sesuai dengan segala ekspetasiku.

Namun aku sadar sekeras apapun keinginanku untuk memutar waktu, semua tidak akan berguna. Bahkan hanya akan membawaku ke dalam keterpurukan yang mungkin akan membuatku semakin lebih menyesal dengan segala hal yang telah aku pilih. Rasanya akan semakin menyiksa diri ku jika aku berandai-andai dan berharap waktu dapat di putar ulang serta membuang waktu yang aku punya dengan menyalahkan diri sendiri yang terlalu bodoh menentukan pilihan.

Meskipun Salah, Rasanya Aku Tak Perlu Menghukum Diriku Sendiri dan Membuat Semuanya Semakin Terpuruk.
Setelah pilihan yang aku ambil justru membuatku semakin terpuruk, dan aku ingin semuanya tidak menjadi semakin buruk. Aku tau aku salah dan mungkin bodoh karena gegabah mengambil keputusan, namun menyalahkan dan mengutuk diri rasanya tak akan membantuku menjadi lebih baik. Keputusan telah ditetapkan tetapi Tuhan masih memberimu kesempatan. Kesempatan untuk memperbaikinya, kesempatan untuk tidak melakukan kebodohan yang sama.

Rasanya hatiku akan lebih menerima jika aku mengakui kebodohan yang lalu, namun ingin memulai semuanya lagi dengan awal yang baru. Meskipun tak bisa mengulang waktu yang sudah lalu, setidaknya aku ingin masa depanku tak seburuk masa lalu. Kesalahan dan penyesalannya ini akan aku jadikan cambuk diriku untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dari segala hal. Mungkin ini cara Tuhan mendidik diri ku, agar aku tidak hanya sekedar hidup namun juga bisa memaknai hidup.

Penyesalan ini Sungguh Menyesakkan, Namun Aku Ingin ini Bukan hanya Sekedar Kebodohan.

Rasa sesak justru mengintimidasi diriku setelah keputusan itu aku buat, dan aku tau keputusan yang aku buat adalah sebuah kesalahan. Tapi aku harus menghibur diri ku, bukankah setiap detik hidup kita itu atas izin-Nya. Bahkan kesalahan ini pun sudah di izinkan Tuhan untuk aku alami. Dan rasanya menyalahkan Tuhan juga bukan keputusan yang tepat.

Baiklah akan aku coba melihat hal ini dari sudut pandang lain, dan ternyata masih ada berbagai macam pesan yang Tuhan titipkan untuk ku karena mengambil pilihan yang aku anggap salah ini. Ternyata aku belajar banyak hal dari kesalahan itu. Aku belajar untuk tidak lagi gegabah mengambil setiap keputusan, aku tidak boleh mengambil keputusan beradasarkan nafsu sesaat. Dan aku harus libatkan Tuhanku untuk segala keputusan yang ingin aku buat.

Aku rasa ini adalah salah satu cara Tuhan memberikan cambuk atas segala hal yang aku lakukan, yang hanya terbatas dari ego. Seharusnya ini menjadikan aku semakin dewasa dalam segala hal, bukan justru menangisi kesalahan ini seperti bayi yang masih membutuhkan asi.

Karena Salah dan Benar Itu Hanya Sebatas Pemikiran, Aku Memilih Berdamai dengan Kesalahanku dan Menelan Semua Resiko itu.

Lelah rasanya jika aku hanya menyalahkan keadaan yang sudah terjadi. Sadar itu hanya membuatku semakin sulit, aku memilih untuk berdamai saja dengan keadaan. Tak sama dengan pasrah, karena aku tak ingin kejadian ini terulang. Akan aku ingat dan tak akan aku biarkan penyesalan ini terjadi lagi padaku. Hidup itu memang penuh dengan resiko, termasuk pilihan yang aku ambil juga menyimpan segala resikonya.

Tak bisa menghindar memang, jadi aku nikmati saja sesak itu datang sebagai bagian dari warna dalam hidupku. Aku yakin sesak itu akan hilang seiring berjalannya waktu dan perbaikan atas kualitas diriku. Dan ini bukan hal yang harus dilebih-lebihkan, mungkin Tuhan sudah menyediakan hal yang lebih indah dari apa yang sudah aku sesali.

Sesakit Apapun Hal itu, Masa Depanku Masih Memberikan Kesempatan Untukku Mengukir Kebahagiaan

Aku memang tidak bisa memutar waktu untuk kembali hadir dan merubah semua hal yang sudah berlalu. Tetapi masa depan masih menyediakan banyak ruang untukku memperbaiki banyak hal, termasuk kesalahanku di masa lalu. Mungkin tidak bisa memperbaiki sepenuhnya, setidaknya aku masih bisa kembali berdiri dan terus berusaha untuk kebaikan dan kebahagiaan hidupku di masa depan.

Masih banyak orang yang lebih sedih ataupun lebih bahagia hidupnya dari yang aku jalani saat ini. Dan lagi-lagi ini adalah pilihan, apakah aku ingin meratapi kesalahan atau aku berdiri untuk memulai lagi. Luka itu mungkin masih ada, rasa sesal mungkin masih menghantui tetapi kebahagiaan tak bisa hadir jika tak pernah aku ciptakan. Aku tak pernah tau apa yang akan aku hadapi di masa depan, akan berapa banyak lagi pilihan yang hadir dan akan berapa banyak lagi penyesalan yang akan aku rasakan.

Tuhan memang tak pernah menjanjikan kemudahan dalam setiap kehidupan, namun berjanji akan selalu ada untuk orang-orang yang percaya dengan kuasa-Nya. Segala rasa yang ada jadikan itu sebagai bagian dalam hidup, tawa, tangis, dan segala perasaan yang dirasakan menjadikanmu menjadi manusia yang semakin baik lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Salahkah Masih Mengharap Lebih Sementara Kita Diharuskan Untuk Bersyukur Dengan Yang Ada?

Tidak sedikit orang yang sering mengeluh atas pendapatan yang diperolehnya. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Dirimu tidak pernah puas akan suatu hal dan selalu iri terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain membuatmu selalu ingin meminta lebih dan tidak bersyukur terhadap kondisi yang dijalani selama ini.

Berapapun rezeki yang telah kamu terima hari ini, janganlah lupa untuk mensyukurinya. Tidak perlu banyak, asal bisa mencukupi kebutuhan hidup kamu sehari-hari pantaslah kamu syukuri dengan hati yang tulus.

Coba tanya pada diri sendiri, di saat Tuhan telah mencukupkan rezeki apakah kamu pantas mengeluh, merasa marah dan kecewa? Sedangkan banyak saudara kita di luar sana yang masih hidup serba kekurangan dan kelaparan.

Terlalu Banyak Rezeki Juga Tidak Baik, Rezeki yang Berlebihan Justru Membuat Kamu Lalai

Rezeki adalah bagian dari ujian hidup. Melalui rezeki, Tuhan mengukur seberapa besar keimanan kita. Apakah akan tetap taat atau lali menjalankan segala perintah-Nya. Mempunyai rezeki yang berlebih mungkin dapat membuat hati ini senang, tetapi seringkali membuat kita lupa diri. Tidak sedikit orang yang menjadi sombong karena punya banyak harta dan lupa terhadap sesamanya.

Memiliki harta yang berlebih membuat kita lebih mengutamakan nafsu daripada kewajiban dan memperbanyak amal. Disadari atau tidak, punya banyak harta namun tidak pernah bersyukur justru mendorong kita pada situasi yang berbahaya. Ingat, rezeki adalah amanah atau titipan dari yang maha kuasa. Jika tidak pandai menjaganya kamu yang akan rugi suatu saat nanti.

Setiap Orang Sudah Ditentukan Ukuran Rezekinya Masing-Masing, Tidak Perlu Risau Tidak Kebagian Rezeki

Dari sejak di dalam kandungan, Tuhan telah menentukan rezeki bagi masing-masing umatnya. Setiap orang takrannya berbeda-beda. Tidak perlu iri dan dengki jika orang lain rezekinya lebih banyak darimu, jika kamu merasa iri itu artinya kamu belum bersyukur dan masih risau tidak akan kebagian rezeki.

Belakangan sering kita lihat di berbagai media tentang orang lain yang bertengkar karena merasa “lahannya” untuk mencari rezeki telah diambil orang lain, ia takut bahwa suatu saat orang tersebut akan mengambil rzekinya dan dia menjadi miskin.

Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan umatNya sengsara. Selama kita beriman dan terus berusaha, rezeki akan datang kepada kita melalui jalan dan cara apapun yang halal.

Punya Rezeki Lebih, Jangan Lupa Saling Berbagi

Sebanyak 2,5% dari penghasilan yang kita dapatkan adalah milik orang lain. Maka dari itu, ketika sudah mendapatkan rezeki yang mencukupi jangan lupa untuk berbagi pada sesama. Membagikan rezeki kita pada orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita miskin. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan memberikan pahala atau ganjaran yang sepadan dengan kebaikanmu. Untuk itu, berbagilah sebanyak-banyaknya.

Berbagi dengan niat dan hati yang tulus akan membuat batin kita merasa lebih bahagia. Bahagia melihat senyuman sesama manusia, bahagia karena ada orang lain yang bisa terselamatkan atas pertolongan yang kita berikan. Rasakanlah hidup yang lebih bahagia melalui berbagi pada sesama.

Bersyukur dengan Rezeki yang Kamu Terima, Membuat Hatimu Lapang

Semua yang telah diberikan oleh Tuhan adalah yang terbaik buat kita. Bersyukur adalah salah satu cara untuk berterima kasih pada Tuhan. Ia tidak pernah meminta apapun pada umatnya selain selalu beriman kepadanya. Bersyukur dengan hati, bersyukur melalui lisan, dan bersyukur melalui perbuatan akan membuat hati jadi lebih lapang.

Bersyukur membuat kita selalu ingat kepada Tuhan dan selalu ingat untuk tidak mengeluh. Betapa tidak sopannya kita jika selalu kecewa terhadap kehidupan yang telah diberikan, padahal Tuhan tdak pernah mengharapkan balasan apapun dari kita. Selama mau berusaha dan berdoa, rezeki akan mengikuti, ia tidak akan pernah pergi.

“Saat kita bersyukur atas apa yang dimiliki meski kecil itu, kita akan melihat hal-hal itu langsung bertambah,” –The Magic, Rhonda Byrne

Tidak Perlu Risau, Rezeki akan Datang dari Arah yang Tidak Kamu Duga

Seseorang yang bertakwa pada Tuhannya, ia akan selalu diberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Seseorang yang beriman kepada Tuhannya, ia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Itulah ketentuan Tuhan terhadap umatnya, bahwa rezeki bisa datang dari arah manapun. Jika kamu merasa belum mendapatkan rezeki yang cukup dari tempat kerjamu yang sekarang, kamu akan mendapatkannya dari tempat lainnya. Seperti saat bertemu orang di jalan, ketika ada di angkutan umum, dan sebagainya.

Rezeki itu tidak hanya berupa uang semata. Bisa jadi lewat senyuman orang lain, hari yang cerah, masih diberi kesempatan untuk bernapas lega, ucapan terima kasih dari teman baik, itu juga merupakan rezeki.

Jadi, janganlah mengukur rezekimu hanya dari uang saja, jika kamu tetap demikian, kamu tidak akan pernah puas dan mau bersyukur. Sesungguhnya rezeki adalah sesuatu yang mencukupi dan dapat memberi manfaat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Life

Kalau 10 Tanda Ini Sudah Kamu Rasakan, Itu Mungkin Pertada Kamu Harus Segera Mengubah Hidupmu! Jangan Abaikan!

Hidup adalah sebuah perjalanan yang sukar ditebak. Ada banyak warna yang tertoreh sebagai bukti rentetan kisah. Berada terlalu lama dalam satu warna monoton, acap kali membuat manusia diterkam kebosanan. Lalu kapan saat yang tepat bagi manusia harus berubah?

Terus mengembangkan diri dan berubah menjadi lebih baik adalah hal yang idealnya dilakukan oleh semua orang. Namun bila kamu telah merasakan 10 tanda ini, itu berarti kamu juga harus merubah hidupmu. Jangan abaikan!

Kamu merasa masih ada yang perlu kamu lakukan. Ada dorongan dari dalam diri kamu untuk mengubah hidup!

Jika kamu merasa ada hal yang ingin kamu capai, ini adalah sinyal untuk berubah. Jangan ragu untuk melangkah. Tantanglah diri kamu sendiri untuk melakukan hal baru.

Kegelisahan untuk berubah menjadi orang yang lebih baik dan sukses, nyaris terus membayangi sepanjang hari

Kamu merasa bisa melakukan hal baru untuk lebih mengembangkan diri. Berubah menjadi lebih baik seperti telah telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan lagi. Kalau sudah begini, jangan ragu untuk mendengarkan kata hati kamu.   

Hari esok membuat kamu merasa waswas. Kekhawatiranmu yang tak beralasan mulai mengganggu harimu.

Berhenti mencemaskan hal yang belum terjadi. Kontrol kekhawatiranmu. Jangan sampai rasa cemas yang berlebihan menghambatmu untuk maju. Kalau sudah begini, ini saatnya kamu untuk berubah.

Rutinitas bekerja setiap hati membuat kamu tertekan. Bahkan hal ini mulai membuatmu sulit hidup tenang

Kamu tak lagi merasa nyaman dengan pekerjaanmu. Bahkan kamu melakoni pekerjaanmu dengan hati terpaksa. Jangan biarkan dirimu terlalu lama terjebak dalam situsi ini! Rubah hidupmu dan jangan ragu untuk menemukan kenyamanan.

Kamu merasa tak seharusnya diperintah orang lagi. Bekerja menjadi karyawan tak lagi membuatmu nyaman. Kamu merasa telah sanggup berdiri diatas kaki sendiri.

Kamu tak lagi nyaman menjadi karyawan yang terus menerus diperintah  oleh atasan. Kalau sudah begini, jangan dipaksakan ya! Bangkit dan rubahlah hidupmu. Bukanlah bisa berdiri diatas kaki sendiri dan tidak lagi tergantung pada orang lain akan membuat hidupmu lebih nyaman?

Kamu terlalu banyak berkhayal. Bahkan kamu mulai hidup di dunia imajinasimu. Aktifitasmu pun mulai tak optimal karena kebiasaanmu ini.

Berkhayal memang menyenangkan. Dengan berkhayal kamu dapat menciptakan dunia idealmu. Namun, jika kamu tak bisa fokus bekerja dan pikiranmu  malah diisi dengan khayalan, kamu perlu waspada. Ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut. Berubahla dan segera kembali pada dunia nyata.

Kamu iri pada kehidupan orang lain, sesekali kamu merasa bahwa masih ada yang kurang dari hidupmu

Kalau kamu sudah merasakan tanda ini segeralah rubah hidup kamu. Iri pada keberhasilan orang lain merupakan sebuah tanda bahwa masih ada kurang dari hidup kamu. Kamu pun belum sepenuhnya puas dengan hidup kamu. Jangan segan untuk merubah hidup kamu.

Kamu tak lagi merasa bahagia saat bangun tidur di pagi hari. Istirahat yang berkualitas pun sulit kamu dapatkan akhir-akhir ini

Bangun tidur dipagi hari seharusnya membuat tubuh kamu terasa segar dan kamu pun merasa bahagia. Bila kamu tak mendapatkan kedua hal tersebut, berarti kamu tidak mendapatkan istirahat yang berkualitas. Ada beberapa masalah yang mungkin menjadi penyebab tidur kamu tak nyenyak. Hal itu juga merupakan pertanda jika kamu lelah menjalani kehidupan kamu sekarang ini.

Hobi membicakan orang lain dibelakang menunjukkan kamu mulai pesimis menghadapi kehidupan. Tegakkan kepalamu dan jalani hidup tanpa kehilangan keberanian!

Membicarakan orang lain dibelakang seperti telah menjadi rutinitas yang tak bisa kamu tinggalkan lagi. Ini bukan tanda yang baik. Bergosip hanya akan merugikan diri kamu. Hindarilah membicarakan orang lain dibelakang, karena hidup memang harus dihadapi dengan sikap optimis. Tegakkan kepalamu dan hadapi hidup dengan berani.

Kamu juga selalu berpikiran negatif. Tak heran bila kamu mudah marah hanya karena hal yang sepele

Bukan hanya gemar bergunjing, kamu juga mulai berubah menajadi seseorang yang selalu berpikiran negatif. Kamu sulit sekali untuk bisa melihat hal positif dari suatu hal. Tak heran bila kamu menjadi pribadi yang mudah marah dan mudah tersinggung. Kalai sudah begini, kamu harus cepat-cepat berubah. Karena kondisi  ini menyiratkan ada yang kurang dari hidup kamu. Kamu tidak menemukan kebahagiaan dalam kehidupanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Salahkah Masih Mengharap Lebih Sementara Kita Diharuskan Untuk Bersyukur Dengan Yang Ada?

Tidak sedikit orang yang sering mengeluh atas pendapatan yang diperolehnya. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Dirimu tidak pernah puas akan suatu hal dan selalu iri terhadap kelebihan yang dimiliki orang lain membuatmu selalu ingin meminta lebih dan tidak bersyukur terhadap kondisi yang dijalani selama ini.

Berapapun rezeki yang telah kamu terima hari ini, janganlah lupa untuk mensyukurinya. Tidak perlu banyak, asal bisa mencukupi kebutuhan hidup kamu sehari-hari pantaslah kamu syukuri dengan hati yang tulus.

Coba tanya pada diri sendiri, di saat Tuhan telah mencukupkan rezeki apakah kamu pantas mengeluh, merasa marah dan kecewa? Sedangkan banyak saudara kita di luar sana yang masih hidup serba kekurangan dan kelaparan.

Terlalu Banyak Rezeki Juga Tidak Baik, Rezeki yang Berlebihan Justru Membuat Kamu Lalai

Rezeki adalah bagian dari ujian hidup. Melalui rezeki, Tuhan mengukur seberapa besar keimanan kita. Apakah akan tetap taat atau lali menjalankan segala perintah-Nya. Mempunyai rezeki yang berlebih mungkin dapat membuat hati ini senang, tetapi seringkali membuat kita lupa diri. Tidak sedikit orang yang menjadi sombong karena punya banyak harta dan lupa terhadap sesamanya.

Memiliki harta yang berlebih membuat kita lebih mengutamakan nafsu daripada kewajiban dan memperbanyak amal. Disadari atau tidak, punya banyak harta namun tidak pernah bersyukur justru mendorong kita pada situasi yang berbahaya. Ingat, rezeki adalah amanah atau titipan dari yang maha kuasa. Jika tidak pandai menjaganya kamu yang akan rugi suatu saat nanti.

Setiap Orang Sudah Ditentukan Ukuran Rezekinya Masing-Masing, Tidak Perlu Risau Tidak Kebagian Rezeki

Dari sejak di dalam kandungan, Tuhan telah menentukan rezeki bagi masing-masing umatnya. Setiap orang takrannya berbeda-beda. Tidak perlu iri dan dengki jika orang lain rezekinya lebih banyak darimu, jika kamu merasa iri itu artinya kamu belum bersyukur dan masih risau tidak akan kebagian rezeki.

Belakangan sering kita lihat di berbagai media tentang orang lain yang bertengkar karena merasa “lahannya” untuk mencari rezeki telah diambil orang lain, ia takut bahwa suatu saat orang tersebut akan mengambil rzekinya dan dia menjadi miskin.

Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan umatNya sengsara. Selama kita beriman dan terus berusaha, rezeki akan datang kepada kita melalui jalan dan cara apapun yang halal.

Punya Rezeki Lebih, Jangan Lupa Saling Berbagi

Sebanyak 2,5% dari penghasilan yang kita dapatkan adalah milik orang lain. Maka dari itu, ketika sudah mendapatkan rezeki yang mencukupi jangan lupa untuk berbagi pada sesama. Membagikan rezeki kita pada orang yang membutuhkan tidak akan membuat kita miskin. Ingatlah selalu bahwa Tuhan akan memberikan pahala atau ganjaran yang sepadan dengan kebaikanmu. Untuk itu, berbagilah sebanyak-banyaknya.

Berbagi dengan niat dan hati yang tulus akan membuat batin kita merasa lebih bahagia. Bahagia melihat senyuman sesama manusia, bahagia karena ada orang lain yang bisa terselamatkan atas pertolongan yang kita berikan. Rasakanlah hidup yang lebih bahagia melalui berbagi pada sesama.

Bersyukur dengan Rezeki yang Kamu Terima, Membuat Hatimu Lapang

Semua yang telah diberikan oleh Tuhan adalah yang terbaik buat kita. Bersyukur adalah salah satu cara untuk berterima kasih pada Tuhan. Ia tidak pernah meminta apapun pada umatnya selain selalu beriman kepadanya. Bersyukur dengan hati, bersyukur melalui lisan, dan bersyukur melalui perbuatan akan membuat hati jadi lebih lapang.

Bersyukur membuat kita selalu ingat kepada Tuhan dan selalu ingat untuk tidak mengeluh. Betapa tidak sopannya kita jika selalu kecewa terhadap kehidupan yang telah diberikan, padahal Tuhan tdak pernah mengharapkan balasan apapun dari kita. Selama mau berusaha dan berdoa, rezeki akan mengikuti, ia tidak akan pernah pergi.

“Saat kita bersyukur atas apa yang dimiliki meski kecil itu, kita akan melihat hal-hal itu langsung bertambah,” –The Magic, Rhonda Byrne

Tidak Perlu Risau, Rezeki akan Datang dari Arah yang Tidak Kamu Duga

Seseorang yang bertakwa pada Tuhannya, ia akan selalu diberikan jalan keluar dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Seseorang yang beriman kepada Tuhannya, ia akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.

Itulah ketentuan Tuhan terhadap umatnya, bahwa rezeki bisa datang dari arah manapun. Jika kamu merasa belum mendapatkan rezeki yang cukup dari tempat kerjamu yang sekarang, kamu akan mendapatkannya dari tempat lainnya. Seperti saat bertemu orang di jalan, ketika ada di angkutan umum, dan sebagainya.

Rezeki itu tidak hanya berupa uang semata. Bisa jadi lewat senyuman orang lain, hari yang cerah, masih diberi kesempatan untuk bernapas lega, ucapan terima kasih dari teman baik, itu juga merupakan rezeki.

Jadi, janganlah mengukur rezekimu hanya dari uang saja, jika kamu tetap demikian, kamu tidak akan pernah puas dan mau bersyukur. Sesungguhnya rezeki adalah sesuatu yang mencukupi dan dapat memberi manfaat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Hidupmu Terlihat Cukup Namun Masih Terasa Hampa? Mungkin Ini Penyebabnya

Apakah kamu merasa sudah berjuang cukup keras, semua hasilnya sempurna tapi hatimu nyatanya terasa hampa? Kamu selalu merasa khawatir dan depresi padahal keadaan di sekitar baik-baik saja? Kenapa ya?

Kamu merasa hidupmu salah dan mulai kehilangan arah dalam melakukan sesuatu. Sebenarnya apa penyebabnya? Apa memang benar ada yang salah dengan hidup yang kamu jalankan selama ini?

Bisa jadi kehampaan yang kamu rasakan saat ini karena kamu kurang tidur

Tanpa sadar tubuhmu terlalu banyak dipaksa untuk bekerja sehingga mengakibatkan rasa lelah yang teramat sangat. Belum lagi kebiasaan sering begadang setiap hari, makin lama bukan saja tubuhmu yang semakin hancur tapi juga sasana hati. Seperti yang dikutip dari situs kesehatan rasa lelah yang dialami seseorang akan berpengaruh pada suasana hatinya.

Tak hanya itu, tubuh yang lelah juga berdampak buruk pada fungsi kognitif dan tingkat energi. Ketika seseorang mudah lelah rentan baginya untuk mengalami perasaan yang tidak menentu. Ini jadi penyebab kenapa kamu terus merasa hampa dalam hidup padahal sudah melakukan semua hal dengan benar.

Kalau kamu mudah lelah dan stres, itu artinya kamu butuh liburan! Liburan dapat membantumu untuk lebih relaks dan menentramkan suasana hati. Mengisi kekosongan pada hati yang hampa. Liburan tak hanya sekedar bersenang-senang tapi juga mengajarkan makna kehidupan.

Terlalu lama menyendiri dan tidak mau bersosialisasi membuatmu tidak tahu cara mengembangkan diri

Hatimu hampa dan pikiranmu depresi, kenapa? Penyebabnya mungkin bisa jadi kamu terlalu lama mengisolasi diri dalam kesendirian. Walau nyatanya kamu menghindari orang-orang untuk menghindari kesalahan yang bisa terjadi dalam hidupmu, tetapi alangkah baiknya kamu bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar. Bila perlu, kegiatan bersosialisasi ini terus dilakukan seumur hidup.

Kenapa bersosialisasi itu penting? Banyak penelitian yang dilakukan menemukan bahwa hubungan sosial adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk menyembuhkan depresi. Mengisolasi diri kita dari dunia hanya akan membuat dirimu lebih hampa dan depresi. Membuat hubungan dengan mencari teman, dapat membuat hidupmu lebih bermakna. Bersama teman, kamu bisa menuangkan isi hati dan pikiranmu agar bebas dari keterpurukan. Menjalin hubungan dengan seseorang juga akan membuatmu tidak terus-terusan merasa hampa.

Tidak pernah lagi melakukan aktivitas luar ruang yang sebenarnya dapat membantumu melihat hidup dari sudut pandang lain

Tanpa kamu sadari, rutinitasmu di kantor membuatmu jadi tidak pernah melakukan aktivitas di luar ruangan. Waktu kerja kamu banyak menghabiskan waktu di dalam gedung perkantoran, pada hari libur kamu menghabiskan waktu dengan berdiam diri di rumah. Alhasil, kamu jadi tidak pernah melihat indahnya lingkungan di luar gedung atau rumah.

Padahal, sejumlah studi memperlihatkan adanya manfaat dari kegiatan bernama “ecotheraphy” atau “green theraphy” untuk menyembuhkan depresi yang dialami seseorang. Terapi di alam terbuka memberikan efek rasa segar dan menenangkan hati dan pikiran. Untuk itu, sempatkanlah diri untuk bisa beraktivitas di luar ruangan.

Nah, mumpung lagi musim liburan. Kamu bisa menggunakan cutimu yang tersisa untuk lebih banyak pergi ke alam terbuka yang punya pemandangan yang menakjubkan. Dunia tidak sebatas pandanganmu saja! Rasakan sendiri pengalaman berbeda ketika kamu berani berpetualang di alam terbuka. Indonesia ini indah!

Kamu menguras banyak energi terlalu banyak untuk bekerja, tidak pernah ada waktu untuk bisa membuat diri jadi relaks

Kerja keras itu penting, tapi akan sia-sia kalau kerja kerasmu hanya membuat tubuhmu sakit pada akhirnya. Buat apa kerja keras kalau kita tidak bisa memetik hasilnya? Pantas saja hatimu terasa hampa, karena kamu terlalu memaksakan diri untuk jadi yang terbaik bagi orang lain bukan untuk diri sendiri. Izinkanlah dirimu untuk santai sejenak dan menjadi relaks. Jika kamu tidak punya banyak waktu luang untuk pergi ke tempat yang jauh seperti gunung atau pantai, kamu bisa pergi ke tempat-tempat seperti spa atau tempat pijat reflexy untuk membuat tubuh jadi sedikit lebih santai dan tidak tegang.

Kesimbangan dalam hidup antara pekerjaan dan hidup sehari-hari sangat penting agar kebutuhan lahir dan batin dapat terpenuhi dengan baik.

Pernahkah kamu berpikir hidup yang kamu jalani sekarang adalah apa yang kamu sukai?

Terakhir yang bisa membuat hatimu terasa hampa adalah melakukan pekerjaan atau aktivitas yang tidak kita sukai namun tetap dilakukan karena tuntutan hidup. Saat melakukan ini, mungkin semua kebutuhan secara materi terpenuhi, tetapi jauh di dalam hatimu kamu sangat membenci kehidupanmu yang sekarang. Itu sebabnya, kamu selalu merasa kosong, depresi, dan tidak benar-benar bahagia.

Ya, memang sebagian orang melakukan suatu pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sebagian lagi adalah orang-orang yang mengetahui dengan pasti apa yang dilakukannya sehingga dalam hidupnya selalu merasa bahagia. Bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Inilah perbedaan kamu dan mereka. Kamu tidak menjalani hidup yang benar-benar kamu sukai dan hingga kini masih terjebak di dalamnya.

Apakah kalian sudah menemukan jawaban atas kehampaan yang dirasakan selama ini? Adakah salah satu penyebabnya telah disebutkan di atas?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top