Inspiration

Hentikan 10 Kebiasaan Ini Jika Usiamu Sudah Menginjak 20-an

Memasuki usia 20-an sudah saatnya kamu mulai memikirkan tentang jati diri. Sudah bukan saatnya untuk bermain-main dan mulailah memikirkan rencana jangka panjang untuk masa depan kamu. Jika saat umur belasan kamu melakukan tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu, umur 20-an kamu harus memikirkan segalanya dengan matang.

HENTIKAN KEBIASAAN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRIMU DENGAN ORANG LAIN

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, di satu sisi boleh-boleh saja membandingkan diri kamu dengan orang lain untuk memotivasi kamu menjadi lebih baik lagi. Namun di sisi lain tidak baik jika kamu terlalu membandingkan diri kamu dengan orang lain karena kamu iri atau cemburu dengan keadaan yang mereka miliki.

Daripada sibuk cemburu dengan nasib orang lain, lebih baik kamu kembangkan potensi yang ada pada diri kamu semaksimal mungkin untuk meraih tujuan yang kamu ingin capai.

INI MUNGKIN HAL YANG PALING SULIT UNTUK DILAKUKAN, TAPI SEBAIKNYA HENTIKAN SIFAT MALAS KAMU SEKARANG JUGA

Rasa malas mudah melanda siapapun, termasuk kamu. Generasi usia 20-an sebaiknya bisa lebih produktif menghasilkan sesuatu daripada hanya berdiam diri saja di rumah. Kecanggihan teknologi dan internet yang ada saat ini bisa kamu manfaatkan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya guna mendukung kegiatan positif kamu.

KEBIASAAN YANG INI JUGA KAMU HARUS HINDARI DI USIA 20-AN : BERHENTI NARSIS!

Banyaknya media sosial yang kamu miliki di internet membuat kamu lebih narsis dan ingin dipandang banyak orang. Lebih baik kebiasaan itu dihilangkan, biar orang-orang melihat kamu yang sebenarnya tanpa editan foto dan ekspresi yang dibuat-buat.

BERHENTI MENYALAHKAN ORANG LAIN ATAS KESALAHAN YANG KAMU BUAT

Saat masih anak-anak hingga remaja mungkin kamu sering menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kamu buat sendiri ataupun jika ada sesuatu yang membuatmu kesal, dan orang-orang yang ada di sekitar kamu memaklumi hal tersebut.

Nah, memasuki usia 20-an kamu sudah harus belajar menyikapi segala sesuatunya dengan dewasa. Akui kesalahan jika kamu memang melakukannya, sikap dan perbuatan kamu menentukan jalan kamu di masa depan.

BERHENTI MENGANDALKAN ORANG TUA DALAM SEGALA SITUASI

Jika sebelumnya kamu selalu mengandalkan kehadiran orang tua dalam segala kondisi, kini saatnya kamu menghentikan kebiasaan tersebut dan menghadapi kehidupan yang nyata seorang sendiri. kamu akan takjub betapa kuatnya kamu menghadapi berbagai rintangan ketika tanpa bantuan orang tua.

JANGAN TERJEBAK DI MASA LALU YANG MEMBUAT KAMU SEMAKIN SAKIT JIKA MENGINGATNYA

Ketika kamu merasa sakit akan kenangan di masa lalu yang selalu menghantui pikiran dan jiwa kamu, sebaiknya coba paksakan diri kamu untuk move on dari masa lalu yang menyakitkan tersebut. Menyesali masa lalu hanya membuang-buang waktumu. Masa lalu biarlah berlalu. Hidup di masa lalu hanya akan menghalangimu menikmati masa yang masih tersisa di usia kamu yang semakin bertambah tua.

Terjebak di masa lalu hanya akan membuatmu kehilangan banyak momen seru yang seharusnya kamu dapatkan. lebih baik, berhenti menyesali yang sudah terjadi karena hal tersebut tidak akan mengubah apapun.

HENTIKAN TERLALU SIBUK DENGAN MEDIA SOSIAL YANG KAMU MILIKI

Di umur 20-an penggunaan media sosial membuat diri secara tidak sadar sering tidur larut atau begadang. Hal ini menyebabkan kamu kelelahan esok paginya.

Memasuki masa-masa terbaik kamu sebaiknya terapkan pola tidur yang sehat. Pada usia ini kamu akan lebih banyak terlibat berbagai kegiatan mulai dari aktivitas kampus, pekerjaan, kegiatan sosial, dan lainnya yang membutuhkan tenaga yang banyak. Menjaga pola tidur agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup adalah hal yang penting.

Hentikan kebiasaan meng-upload foto narsis selfie kamu besama teman-teman pada malam hari. Stop kegiatan chating di malam hari jika kamu masih bisa melakukannya esok hari.

BERHENTI MENGELUH TENTANG KEHIDUPAN

Bersikap selalu mengeluh, tidak berterima kasih, tidak menghargai apapun merupakan sifat yang egois dan kekanakan. Sempatkan diri untuk mengenali berbagai latar belakang dan lingkungan sosial yang berbeda-beda agar kamu lebih peka terhadap keadaan di sekeliling kamu dan bisa berhenti menyakiti hati orang lain.

MUDAH TAKUT DAN MUDAH MENYERAH ADALAH SIKAP YANG HARUS KAMU HINDARI, JADIKAN DIRI LEBIH BERANI

Menjadi seseorang yang penakut bukanlah pilihan. Jangan buat dirimu menyia-nyiakan kesempatan yang ada hanya karena merasa takut akan risiko yang timbul nantinya. Jika kamu takut terus-menerus, kamu akan merasa rugi sepanjang hidupmu. Be brave!

JANGAN HANYA SIBUK BERMIMPI TAPI TIDAK ADA USAHA UNTUK MEWUJUDKANNYA

Mempunyai banyak mimpi tidak ada salahnya, tapi jika tak ada aksi untuk mewujudkannya mungkin ada yang salah pada diri kamu. Cobalah untuk bangun dari tempat tidur kamu yang nyaman sejak pagi hari, dan cobalah mencari cara untuk membuat mimpi kamu menjadi nyata.

1 Comment

1 Comment

  1. mahkaryacargosurabaya

    August 21, 2017 at 12:13 pm

    terimakasih, sangat membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Untukmu yang Sulit Berpikir Positif, Cobalah Melakukan Hal-hal Sederhana ini!

http://trivia.id/post/jadi-bahagia-setiap-saat-yuk-latih-diri-selalu-berpikir-positif

Berpikir positif nyatanya tak hanya mambawa kebaikan untuk mood dan pikiran, tetapi juga bagi kesehatan. Membisakan diri berpikir positif memang akan memberikan dampak baik terhadap kesehatan fisik dan mental. Bila melihat manfaatnya yang begitu besar, tidaklah mengherankan jika kita pun ingin membiasakan diri untuk berpikir positf.

Pada kenyatannya, berpikir positif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada saja pengaruh dan godaan yang membuyarkan pikiran baik. Kalau sudah begini alih-alih memiliki pikiran yang positif, rasa khawatir dan cemas yang berlebihan malah akan semakin dalam meracuni pikiran. Tentu saja kondisi seperti itu tidak bisa terus-menerus dibiarkan. 11 tips dibawah ini akan membantu kamu untuk memiliki dan terus mempertahankan pikiran positif.

Ingat Selalu pada Tuhan Akan Membawa Ketenangan untuk Hidupmu

Mengingat Tuhan bisa membantu menguatkan mental yang lemah. Berusahalah untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kamu bisa mendekat pada Tuhan dengan melakukan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Mengingat Tuhan akan membuat kamu menjalani kehidupan dengan lebih positif. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, akan kamu maknai sebagai hal terbaik yang memang telah digariskan Tuhan untukmu. Kalau sudah begini kamu pun akan lebih bisa menikmati setiap fase hidup sebagai tantangan yang harus dinikmati dengan pikiran positif.

Dekat dengan Orang-orang yang Positif Dapat Mengubah Pola Pikirmu Menjadi Positif Pula

Bergaul dengan orang-orang positif akan memberikan pengaruh baik pada pola pikirmu. Memang efeknya tak bisa dirasakan secara instan. Namun berteman dengan orang-orang yang memiliki pola pikir positif, lambat laun akan mengubahmu menjadi orang dengan pikiran baik. Kamu hanya perlu membuka diri. Bukankah kebaikan itu memang layak untuk diakrabi?

Tersenyum Dapat Memberikan Energi Positif untuk Kamu dan Orang-orang di Sekitarmu

Tersenyum rasanya tak akan membuat kamu rugi. Bahkan tersenyum bisa memberikan energi postif pada dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Tersenyum juga akan membuat kamu disukai banyak orang. Ketika kamu tersenyum pada orang lain, mereka pun juga akan membalas senyumanmu. Dari pola inilah akan terbentuk cara pandang positif kamu pada orang lain.

Berani Bertanggung Jawab Terhadap Tindakan yang Kamu Lakukan Akan Membentukmu Menjadi Pribadi yang Berpikiran Positif

Untuk memiliki pikiran positif, belajarlah untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Selalu lari dari tanggung jawabmu tak akan mengubah hidupmu jadi lebih baik. Jangan segan untuk mempertanggungjawabkan kesalahan yang memang kamu lakukan. Melimpahkan kesalahan pada orang lain sama sekali bukan tindakan yang baik.

Berhenti menempatkan dirimu sebagai korban yang harus dikasihani. Bila pola pikir kamu seperti itu, akan sulit untuk memiliki cara pandang positif. Bangkit dan hadapi hidup dengan berani. Bertanggung jawab terhadap kesalahan yang kamu lakukan akan membuatmu belajar dari masa lalu. Kamu pun akan dipaksa untuk berpikir positif dan tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.

Jangan Segan untuk Berbuat Baik! Berbagi Tidak Akan Membuatmu Rugi

Berbuat baik pada orang lain akan membantumu mendapatkan pikiran positif. Menjadi sukarelawan di komunitas sosial akan memberi kamu kesempatan untuk mengubah pola pikir. Bukan hanya sibuk menghitung apa yang belum kamu punya, menjadi sukarelawan akan memberimu pengalaman berinteraksi langsung dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Kalau sudah begini pandanganmu terhadap hidup pun akan berubah. Kamu pun bisa terbantu untuk berpikir positif.

Dengan Membaca Hal yang Baik Itu Artinya Kamu Sedang Menebar Kebaikan pada Pikiranmu

Awalilah hari dengan membaca hal yang dapat menguatkan pikiran positif. Kamu dapat membaca kitab suci, buku pengembangan diri, atau kisah-kisah inspiratif yang membuatmu kian optimis menghadapi hari. Lakukan hal ini saat mengawali hari dan menjelang tidur. Jadikan ini sebagai rutinitas dalam hidup kamu.

Hilangkan Pikiran Negatif dan Gantilah Dengan Hal Positif

Belajar mengenali pikiran negatif dalam diri kamu akan lebih membantumu memiliki pola pikir positif. Belajarlah untuk mengganti pikiran yang kelewat negatif dengan pikiran positif. Kamu tidak akan bisa berpikir positif, bila masih dikuasi oleh pikiran negatif. Kelewat menghakimi diri sendiri juga tidak bagus untuk kesehatan mentalmu. Seringkali kata-kata yang memiliki muatan “tidak pernah” dan “selalu” adalah sinyal bahwa hal itu tidak benar. Buatlah pikiranmu lebih realistis agar tidak selalu dihantui dengan hal negatif.

Tetapkan Tujuan Agar Kamu Menjalani Hidup Dengan Antusias

Tentukan tujuan hidupmu. Jadilan bos untuk dirimu sendiri. Dengan menetapkan tujuan hidup kamu pun akan jadi kian terarah. Memiliki mimpi akan membuatmu menjadi pribadi yang tak mudah menyerah saat menemui kendala. Dengan begini kamu pun bisa menjalani hidup dengan semangat dan antusias. Kamu pun bisa menjadi orang yang berkembang.

Tanamkan pada Dirimu Sendiri Bahwa Berpikir Negatif Tidak Ada Manfaatnya. Bahkan Bukan Tak Mungkin Bisa Menjadi Kenyataan!

Berpikir negatif tak hanya membuatmu mudah cemas, seringkali pikiran yang negatif akan berefek buruk juga. Begitu besarnya efek pikiran yang bisa berimbas pada kehidupan nyata. Luangkan waktu untuk membuat daftar yang berisi akibat-akibat berpikir negatif. Mungkin diwaktu-waktu sebelumnya kamu juga pernah menerima akibat yang kurang menyenangkan dari efek berpikir negatif. Daftar tersebut akan mengingatkanmu untuk tak lagi berpikir negatif. Bukankah segala sesuatu yang dihadapi dengan pikiran positif itu akan lebih terasa menyenangkan?

Jangan Segan Untuk Memberikan Pujian pada Orang Lain!

Memuji orang lain akan membantumu berpikir positif. Lakukan dengan tulus dan apa adanya. Tidak saja membuat kamu terlihat baik di mata orang lain, tidakkah segala hal yang dilakukan dengan tulus itu selalu membawa kebahagiaan? Memberi pujian juga akan membiasakan diri kamu untuk melihat hal positif dari orang lain. Ini membuat pikiran kamu terus positif dalam menilai seseorang.

Setiap Hari Buatlah Daftar Hal-hal yang Harus Disyukuri, Dengan Begini Kamu Akan Lebih Mensyukuri Hidupmu

Mulai saat ini biasakan diri untuk menulis daftar hal-hal yang patut disyukuri setiap harinya. Dengan melihat daftar tersebut akan membantu kamu untuk mulai berpikir positif. Kamu akan menyadari bahwa begitu banyak hal-hal membahagiakan yang ada dalam hidupmu. Tentu saja hal ini akan membantumu fokus pada apa yang telah kamu miliki. Kalau sudah begini, rasanya tak sulit lagi untuk bisa berpikir positif.

1 Comment

1 Comment

  1. mahkaryacargosurabaya

    August 21, 2017 at 12:13 pm

    terimakasih, sangat membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Meskipun Ingin Sendiri, Nyatanya Hidup Tak Pernah Bisa Sendirian

Hiruk pikuk, keramaian terkadang membuat diri merasa lelah. Rasanya hidup semakin penat ketika harus menghadapi keramaian, tak jarang harus bermanis ria serta berlemah lembut kepada orang-orang sekitar. Sedangkan hati tak bisa dipungkiri, rasanya ingin melakukan segala hal sendiri. Tanpa ada orang lain, namun jika dipikirkan lagi, sulit rasanya untuk melakukan hal tersebut.

Terbesit tanya dalam hati mengapa Tuhan harus menciptakan manusia yang tidak bisa sendiri, mengapa harus ada orang lain? Tidak bisakah kita benar-benar mandiri, tanpa harus ada campur tangan orang lain? Apa memang benar-benar kita tidak bisa hidup seorang diri. Kalau memang demikian, apa yang akan didapat jika memang manusia membutuhkan satu sama lain?

Pelajaran yang Paling Sulit Adalah Tentang Hidup, dan Bisa Kamu Dapatkan Jika Berteman

Ketika anak kembar saja tidak memiliki kesaman yang mutlak, maka itu juga berlaku bagi seluruh manusia. Disaat setiap manusia dituntut menjadi pribadi yang lebih baik, namun tidak ada satu pun sekolah untuk diri. Mungkin itu salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakkan orang lain untuk ada di dalam hidup kita.

Dari mereka segala hal bisa kita alami, bagaimana cara berkomunikasi yang baik, menghargai orang lain, tidak menjadi sosok yang mengerikan dengan segala keegosentrisannya, serta kita bisa menjadi seseorang yang bisa mengatur emosi untuk mencapai suatu kestabilan diri dengan alam serta isinya.Banyak hal yang bisa membuatmu merasa lebih baik atau harus lebih baik lagi, jika bukan dari orang lain kamu tidak akan mengetahui hal itu.

Karena Dunia itu Luas, Butuh Orang Lain untuk Membantumu Melihatnya

Nyatanya ketika diri sendiri ini ingin melihat dunia seperti apa, kita tak mungkin untuk melakukannya sendiri. Bahkan mungkin seumur hidup masih kurang rasanya untuk melihat dunia yang sesungguhnya. Dan disaat seperti itu kamu membutuhkan orang lain untuk bisa melihat dunia, dunia yang bukan hanya terdiri dari daratan dan lautan, maupun bumi dan langit.

Namun, dunia yang lebih dalam lagi adalah perihal pandangan dirimu untuk melihat segala sesuatu. Entah itu mudah atau sulit, anugerah atau masalah, orang lain akan membantumu melihat, menilai sesuatu itu dengan banyak sudut pandang. Sehingga kamu bisa menilai dengan lebih bijaksana dan sadar bahwa duniamu sebenarnya lebih luas dari perkiraanmu.

Pada Nyatanya Sendiri itu Sejalan dengan Sepi, Tuhan Yang Maha Baik Tidak Ingin Dirimu Sendiri

Ketika Adam tercipta, Tuhan tidak pernah berpikir untuk menciptakan sosok Hawa pada awalnya. Namun, Adam yang merasa sendiri, menganggap hidupnya tidak menyenangkan dan membosankan meskipun semuanya serba ada. Sehingga Tuhan memberikan seorang teman untuknya, tidak hanya menemani namun juga untuk berbagi.

Meskipun sendiri itu menenangkan tetapi tidak selalu menyenangkan. Bukan situasi dan lingkungan yang mempengaruhi apakah seseorang tersebut merasa kesepian atau tidak, melainkan adakah orang lain yang bisa diajak untuk menghilangkan kesepian dijiwa. Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa seseorang membutuhkan orang lain lagi. Jiwanya membutuhkan seseorang yang bisa diajak bicara dan berbagi banyak hal. Teman yang bisa diajak tertawa sekaligus menghadapi dunia bersama.

Tuhan selalu punya alasan mengapa hidupmu dibuat sedemikian rupa, meskipun ego diri kerap kali menutup mata hati untuk melihatnya. Disaat sendiri memberikan ketenangan, namun bersama orang lain juga memberikanmu kesenangan. Bukankah hidup yang indah itu disaat semuanya bisa seimbang untuk jiwamu dan juga untuk sekitarmu?

 

1 Comment

1 Comment

  1. mahkaryacargosurabaya

    August 21, 2017 at 12:13 pm

    terimakasih, sangat membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Life

Mereka yang Sering Curhat Tentang Masalahnya di Sosial Media, Antara Ingin Dapat Solusi atau Cari Sensasi

Hidup yang kita jalani memang tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Hal itu bisa saja memengaruhi suasana hati kita. Misalnya saat tengah terjebak macet dijalan, hujan atau banjir hingga ke masalah-masalah lain yang bisa menghampiri kita kapan saja.

Kita butuh ruang yang bisa membantu kita untuk bisa berekspresi akan tetapi karena keterbatasan ruang sosial yang ada di sekeliling kita, sosial media jadi satu-satunya wadah yang bisa menampung semua keluh kesah. Hal ini mungkin bisa melegakan hati, tapi akan selalu ada plus dan minus dari setiap perbuatan, termasuk dari curhat di media sosial. Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kita mengetahui plus minus curhat di media sosial.

Tentu Ada Alasan Dari Setiap Pilihan, Begitu Juga Dengan Mereka yang Sering Curhat di Media Sosial

Beberapa orang mungkin akan memilih curhat atau bercerita dengan orang yang memang telah dikenalnya dengan baik, tapi sebagiannya lagi memilih untuk curhat di media sosial, dimana semua orang dari belahan dunia mana pun bisa melihat isi curhatannya tersebut.

Hal ini pun bisa disebabkan oleh beberapa alasan, yang salah satunya mungkin dia tidak memiliki orang yang bisa dipercaya atau takut bertatap muka secara langsung ketika ingin bercerita. Memang terdengar masuk akal tapi apakah harus di media sosial? Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan jika hanya untuk sekedar mencurahkan semua isi hati kita. Salah satunya lebih banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, yang tentu akan jauh lebih menenangkan hati.

Bagi Sebagian Orang, Hal Itu Menjadi Caranya Mengekspresikan Diri

Dr. Ida Ruwaida, Seorang sosiolog dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa “Sedikitnya ruang sosial yang makin terbatas dan ikatan emosional yang rendah terutama di kota-kota besar menimbulkan perubahan dalam pola interaksi masyarakat. Akhirnya, teknologi digital menjadi alat untuk menyalurkan emosi alias katarsis lewat media sosial”.

Selain itu faktor internal yang dialami oleh seseorang juga menjadi salah satu penyebabnya, misalnya mereka tidak bisa menyampaikan perasaannya pada lingkungan sekitanya dan memilih untuk curhat di sosial media yang mereka anggap sudah menjadi teman baru yang akan menerima semua keluh kesahnya. Tapi kita perlu ingat bahwa dunia media sosial mempunyai kulturnya sendiri. Alih-alih ingin curhat dan mendapat perhatian, bisa saja kita malah mendapat masalah baru.

Lalu Apa Sebenarnya yang Menjadi Tujan Ketika Memilih Curhat Di Media Sosial, Solusi Atau Malah Sensasi?

Sebelum memilih untuk mencurahkan isi hati di media sosial, seharusnya kita bisa berpikir ulang apa sebenarnya tujuan kita melakukannya. Meski sebagian orang akan berkata bahwa mereka hanya ingin mencari solusi untuk masalahnya, namun tak sedikit pula orang melakukannya hanya demi sebuah sensasi yang membuatnya menjadi pusat perhatian.

Jika kita berada pada pihak yang sedang curhat, mungkin akan ada ketenangan jiwa setelah melakukannya, tapi pernah kita berpikir bagaimana jika kita berada pada pihak yang tiba-tiba disuguhi curhat panjang lebar yang terkesan tidak penting diberanda media sosialmu? Ini tentu akan sangat mengganggu, bukan?

Pada Kenyataannya, Semua Hal yang Dilakukan Di Media Sosial Akan Mencerminkan Kepribadian Seseorang

Terlepas dari semua alasan yang sering mendorong kita untuk memaparkan masalah di sosial media, sadar atau tidak sebenarnya kita sedang menjelaskan jati diri kita sendiri. Jika sosial media kita dihiasi dengan postingan-postingan positif yang berguna, feedback yang kita dapatkan juga pasti akan baik pula. Tapi jika kita hanya mengisi media sosial sebagai tempat untuk curhat panjang lebar yang terkesan berlebihan, alih-alih jadi peduli, orang lain justru akan  berpandangan negatif terhadap kita. Jadi masih mau curhat berlebihan di media sosial?

Pahamilah, Curhat di Media Sosial Bukan Pilihan Terbaik

DR Rose Mini AP, M.Psi, seorang psikolog dari Universitas Indonesia, mengatakan akan lebih baik “Selagi masih punya teman bicara, bicaralah pada (orang) yang nyata. Jangan di dunia maya”. Mestinya kita pun bisa belajar dari sekian banyak kasus curhat di media sosial yang berujung kepada pertengkaran, sebab banyak menerima respon buruk dari komentar orang lain.

Hal itu  sekaligus membuktikan bahwa curhat di media sosial bukanlah solusi terbaik. Menghindari teknologi informasi tentu tidak bisa dilakukan, Sebaliknya ambillah sisi positifnya, misalnya, media sosial membuat kita bisa bertemu kembali dengan teman lama. Karena tak satu pun manusia di muka bumi ini yang tak punya masalah, berhenti curhat berlebihan di media sosial.

 

1 Comment

1 Comment

  1. mahkaryacargosurabaya

    August 21, 2017 at 12:13 pm

    terimakasih, sangat membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top