Spirituality

Hei Diri yang Masih Sering Menyakiti Orangtua, Apa Pantas Disebut Manusia Dewasa?

Meski saat ini usia kita sudah masuk di kepala 2 bahkan 3, tak dapat disangkal bahwa terkadang kita masih sering bertengkar dengan orangtua. Entah itu karena urusan yang sepele hingga yang berat, hingga kini pun kita masih belum bisa membahagiakan kedua orangtua kita.

Padahal, orangtua sudah bersedia merawat kita hingga menjadi sukses seperti saat ini. Dia rela berkorban tanpa imbalan hanya untuk membuat kita bisa tumbuh dengan baik. Bertengkar dengan mereka adalah sebuah kesalahan yang sepatutnya tidak kita lakukan.

Mereka juga hanya seorang manusia yang tidak sempurna, tetapi selagi mereka masih ada di hadapan kita, kewajiban kita hanyalah untuk selalu melindunginya dengan baik.

Kita Terlalu Sibuk Mendewasakan Diri Tanpa Kita Sadari Orangtua Pun Semakin Tua

Semakin bertambahnya usia, banyak pula beban dan tanggung jawab yang kita miliki. Permasalahan datang silih berganti, diri tidak henti untuk terus mengembangkan potensi. Setiap hari kita berkutat untuk menaklukan hidup, berusaha sekuat tenaga agar tidak menyerah. Namun, dibalik sibuknya kita untuk mendewasakan diri kita seringkali lupa bahwa orangtua pun semakin tua dimakan usia.

Sebagian dari kita lebih mementingkan diri sendiri tanpa peduli bagaimana nasib orangtua yang mungkin saat ini sedang mengkhawatirkan kita. Kita seringkali lebih mementingkan kekasih sendiri daripada orangtua yang setiap hari selalu mendoakan kita.

Berilah orangtua kamu perhatian selagi masih diberi kesempatan, jangan hanya sekadar memberi kabar, tapi kunjungilah mereka sesering mungkin. Kamu tidak tahu bahagianya mereka ketika melihat wajahmu meski tidak membawa apapun untuk mereka.

Setidaknya Buat Mereka Tersenyum Selagi Masih Ada Waktu, Kita Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi Besok

Sekeras apapun usahamu menghadapi kerasnya dunia, ingatlah selalu pada usaha orangtua yang telah membesarkanmu dari sejak lahir sampai sekarang tanpa kenal lelah dan mengeluh. Kita tidak pernah tahu derita dan luka apa yang telah mereka lalui selama mengasuh kita dan membuat kita bahagia. Jangan sampai kesibukan yang kamu jalankan saat ini membuat kamu jadi melupakan jasa orangtua yang tidak ternilai harganya.

Buatlah mereka tersenyum, tidak ada harta yang lebih bernilai dibanding saat melihat orangtua tersenyum bahagia karena melihatnya kini tumbuh dengan baik.

Orangtua Tidak Menuntut Apa-apa Kok, Tapi Kita Selalu Membebani Pikiran Sendiri dengan Harus Memberikan Mereka Sesuatu

Seringkali alasan kita enggan untuk bertemu dengan orangtua adalah kita masih belum sukses dan tidak bisa membawa sesuatu untuk dibanggakan. Padahal orangtua tidak menuntut apa-apa darimu, asal kamu bahagia dia pun akan merasa senang.

Sebagai anak, kita terjebak pada pikiran bahwa untuk membuat orangtua bahagia adalah dengan membelikannya barang mewah dan mengajaknya makanan di restoran. Pikiran-pikiran itu memang gak salah, tetapi terlalu kuat untuk dijadikan sebagai alasan untuk tidak bertemu orangtua kalau tidak memilikinya.

Daripada dipusingkan dengan pikiran repot seperti itu, lebih baik kamu sediakan banyak waktu untuk mengurus orangtuamu. Waktumu untuk mereka jauh lebih berharga daripada barang-barang mewah. Percuma saja kamu mengirimi mereka barang mewah tiap bulan, tapi kamu tidak pernah hadir sekalipun untuk menengok keadaannya.

Selalu Sempatkan Waktu untuk Menengoknya, Jangan Hanya Datang Ketika Butuh Sesuatu

Ya, seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, waktu jauh lebih berharga daripada barang-barang mewah. Sisakan waktumu untuk memanjakan orangtua. Meski kamu sibuk, tapi jika menyempatkan diri untuk menengok orangtua sepekan atau sebulan sekali itu akan membuat mereka senang.

Saat tahu, kamu akan mengunjungi mereka, orangtua manapun pasti akan bergegas memasakan makanan kesukaanmu sekalipun kamu tidak memintanya. Kenapa ya? Karena mereka sangat merindukan anak-anak yang telah didiknya sejak masih dalam kandungan.

Saat masih kamu anak-anak hingga remaja, kamu tinggal bersama orangtuamu. Wajar, jika mereka sangat merindukan kamu.

Jangan Sesekali Punya Pikiran untuk Mengabaikan Orangtua

Ada sebuah kisah, tentang seorang anak yang ingin meninggalkan ibunya di hutan. Ia menggendong sang ibu masuk ke hutan dan berencana meninggalkannya. Tapi, saat anak itu hendak pergi meninggalkan ibunya di hutan gelap sendirian, sang ibu berkata, “Nak, tadi ibu sudah meninggalkan jejak dengan ranting sepanjang perjalanan agar kamu pulang kembali ke rumah dengan selamat”.

Mendengar perkataan sang ibu, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan ibu di hutan dan pergi kembali ke rumah bersama sang ibu. Dia memutuskan terus merawat orangtuanya hingga ajal menjemput.

Ya, sejahat apapun kita pada orangtua kita, dia tidak akan kembali menjahatimu. Orangtua selalu ingin yang terbaik untukmu meski kamu tidak pernah berbuat baik sekalipun padanya.

Sungguh, belumlah kita dewasa jika masih menyakiti perasaan orangtua kita apalagi sampai ada niatan untuk mengabaikannya. Orangtua kamu mungkin terkadang menyebalkan dan merepotkan, tapi kelakuannya yang sekarang ini belum sebanding dengan kenakalan kita sewaktu masih kecil

Sayangilah orangtuamu, sampai kapanpun itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Jangan Pernah Remehkan Diri Sendiri, Sebelum Kamu Benar-benar Memahami Kelebihanmu

Seringkali orang lain terlihat lebih hebat di mata kita. Dia tampaknya bisa melakukan apa yang dia mau, sedangkan kita tak kunjung bisa seperti dirinya. Kita merasa tidak memiliki bakat layaknya dia. Merasa tidak punya potensi diri, kita pun memilih jadi orang yang biasa-biasa saja dan mengabaikan semua mimpi.

Tahukah kamu, sebenarnya pikiran-pikiran seperti itu hanya membatasi dirimu untuk melangkah jauh maju ke depan. Coba tanya kepada diri sendiri, apakah selama ini kamu sudah tentang dirimu sendiri dan kelebihan yang kamu miliki?

Pernahkah kamu menganggap dirimu hebat dan bisa menjadi hebat seperti banyak orang di luar sana? Jika belum, yuk mari cari tahu bagaimana cara untuk lebih mengenali dan menghargai sendiri, serta menggunakan segala potensi yang ada untuk bisa meraih mimpi!

Kenali Perasaan yang Meluap-luap dalam Diri, Apa Sebenarnya yang Menjadi Passion Kamu Selama Ini

Kebahagiaan dalam diri akan muncul jikalau kita dapat melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai. Ketika melakukan suatu pekerjaan yang disukai, maka kita pun akan dapat melakukan pekerjaan itu dengan baik. Tanda-tanda kita bahagia akan sesuatu adalah ketika dada terasa lebih lega dan pupil membesar dari biasanya.

Todd Kashdan, seorang profesor psikologi di George Mason University mengatakan, seseorang akan terasa begitu hidup dan termotivasi ketika mereka menggunakan kelebihan yang dimilikinya. Ketika kita merasa bersemangat dan perasaan pun terasa meluap-luap setelah melakukan suatu hal, bisa jadi itu lah ciri-ciri kelebihan yang kamu punya di dalam dirimu.

Cobalah Mengerjakan Pekerjaan Lain, Bisa Jadi Minat dan Bakatmu Ada Dibidang itu

Agar kita dapat menemukan kelebihan atau bakat terpendam, kita perlu mengeksplor peran baru. Maksudnya begini, belum tentu pekerjaan yang kita lakukan sekarang adalah hal yang kita sukai, bukan?

“Pikirkan kantor kita sebagai sebuah laboratorium percobaan,” ujar Todd. Setelah pekerjaan utama yang membuatmu bosan itu selesai, cobalah sesuatu yang belum pernah kamu coba sebelumnya. Bisa dengan membantu pekerjaan teman di divisi lain, belajar dari YouTube, dan sebagainya.

Ketika kita merasa bersemangat tiap kali mengerjakan sesuatu yang berbeda dari pekerjaan utama, maka bisa jadi sebenarnya minat dan bakat kita ada di pekerjaan lain. Jika kita sudah menemukan apa yang kita sukai dan kelebihan di bidang itu, perdalamlah ilmu sebanyak-banyaknya sampai kita menjadi expert di bidangnya.

Perhatikan Kelebihanmu dari Setiap Momen yang Membuat Kamu Lebih Menonjol daripada Orang Lain

Saat sedang menggunakan kelebihan, pastinya kita tiba-tiba akan lebih menonjol lebih dari yang lainnya. Untuk mengetahui dimana kelebihan yang ada di dalam diri itu muncul, identifikasi dan sadari setiap momen di mana kita selalu lebih menonjol dan berbeda dari orang lain.

Ketika kamu menyadari momen tersebut, ingat dan kunci baik-baik di dalam memori. Ingatlah bahwa kamu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Asah kelebihan yang kamu miliki, sampai akhirnya bisa membantumu mewujudkan cita-citamu.

Salurkan Kekuatan yang Ada Didalam Diri dengan Cara yang Lebih Kreatif

Todd menyampaikan, ketika kita menyebut kelebihan kita, jangan menyebutnya dengan panggilan yang mainstream seperti “passionate”. Gunakanlah kata-kata yang lebih kreatif dan spesifik untuk menyebut kelebihan kita. Misalnya “pendongeng”, “investigator”, “gundam builder”, dan sebagainya.

“Jika kita sudah memberi sebutan atau nama pada kelebihan yang kita miliki, maka akan membuat diri kita lebih bangga dan kelebihan tersebut lebih tertanam pad akehidupan sehari-hari,” ungkap Todd.

Jangan Meremehkan Diri Sendiri, Kamu Hanya Perlu Lebih Mengenali Dirimu

Setiap orang pasti mempunyai kelebihan, entah itu dibidang yang sering dianggap remeh atau pada ranah yang memang khusus. Jangan membatasi pergerakanmu dengan menganggap remeh dirimu. Pikiran-pikiran yang membatasi hanya akan membuat kita terus mundur dan takut melangkah.

Jangan karena kamu belum mendapat penghargaan dalam hidup lantas kamu anggap dirimu sebagai orang yang payah. Ingatlah, terkadang kelebihan pada seseorang tidak dibuktikan dengan berapa banyaknya penghargaan yang telah ia dapat, tetapi pada apa yang bisa dilakukannya untuk bermanfaat pada orang lain.

Semua orang bisa jadi hebat, semua orang bisa jadi terkenal. Tinggal bagaimana kita untuk lebih mengenali diri sendiri dan kelebihan yang kita miliki. Tidak ada kata terlambat untuk terus mencari kelebihan di dalam diri. Hal yang fatal adalah jika kamu telah menyerah dan tidak mau lagi berkembang ke arah yang lebih baik. Yuk, kenali dirimu lebih baik sekarang!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Alih-alih Membuat Dirimu Terlihat Baik, Bergosip Hanya Akan Semakin Mempersulit Hidupmu

Ada sebuah kisah mengenai seseorang yang menyebarkan rumor buruk mengenai tetangganya. Tak butuh waktu lama, seluruh desa tersebut tahu soal rumor tersebut. Namun belakangan diketahui bahwa rumor itu sebenarnya tidak benar. Orang yang menyebarkan rumor tersebut pun merasa menyesal dan mengunjungi tetua desa tersebut untuk meminta nasihat. Si tetua lalu berkata,”Kembali ke rumahmu dan bawa bantal bulu angsamu keluar. Lalu robeklah dan sebarkan bulu-bulunya, lalu kembali padaku besok,”. Orang itu pun pulang dan melakukan hal yang telah diinstruksikan oleh sang tetua.

Hari berikutnya, ia mengunjungi tetua itu kembali. Sang tetua berkata, “Sekarang, aku ingin kau mengambil kembali semua bulu-bulu angsa yang telah kau sebarkan dan bawa kesini.”. Ia pun pulang ke rumah dan mencari bulu-bulu angsa yang sudah tersebar, namun angin telah membawanya pergi. Ia kembali pada sang tetua dan berkata,”Aku tidak bisa menemukan bulu-bulu itu kembali”. Sang tetua lalu berkata, “Sekarang kau mengerti. Sangat mudah membuang bulu-bulu tersebut tapi tidak mungkin mendapatkannya kembali,” ujarnya.

Begitu pula dengan hal buruk orang lain yang kita sebarkan. Tidak sulit menceritakannya ke orang lain, namun setelah itu kamu tidak akan mungkin memperbaikinya. Kalau sudah demikian, hidupmu pun akan terasa kian rumit.

Aib Buruk Orang Lain bila Disebarkan Akan Mempersulit Dirimu Sendiri

Memang, menyebarkan cerita buruk mengenai seseorang akan terasa menyenangkan, tapi tidak untuk waktu yang lama. Bila cerita tersebut ternyata tak benar, kamu tidak bisa begitu saja memperbaikinya. Akhirnya, kamu pun akan dihantui rasa bersalah karena telah menyebarkan hal yang tidak benar mengenai orang lain.

Hubunganmu dengan Orang Tersebut Jadi Terancam

Baik berita buruk yang kamu sebarkan itu benar atau salah, ketika kamu menceritakannya pada orang lain berarti kamu menempatkan hubunganmu dengan orang tersebut pada posisi yang sulit. Bila ia tahu kamu membicarakannya di belakang, maka kepercayaannya padamu akan hancur. Di jaman sekarang ini, lebih baik membuat banyak teman daripada menciptakan musuh.

Membicarakan Hal Buruk Orang Lain Tak Akan Membuat Dirimu Terlihat Baik

Banyak orang yang melupakan bahwa ketika kita membicarakan aib buruk orang lain, kita sesungguhnya menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya. Kita akan dikenal sebagai orang yang suka bergosip, dan tidak pernah berkata baik mengenai orang-orang di sekitarnya. Tentu hal tersebut tak mau kamu alami, ‘kan? Ada pepatah mengatakan, diam itu emas. Pepatah lama yang sesungguhnya masih sangat relevan, karena memang terkadang diam itu lebih baik dibanding menceritakan keburukan orang lain.

Membicarakan Hal Negatif Membuat Pribadimu Jadi Negatif Juga

Terlalu sering membicarakan hal-hal negatif ternyata berpengaruh banyak lho pada kepribadianmu. Kamu akan dikuasai oleh pikiran negatif setiap saat, dan selalu merasa akan ada orang lain yang membicarakanmu di belakang. Ini karena dirimu sendiri yang memulainya.

Maka dari itu, mulailah bersikap positif dan fokuskan untuk memperbaiki diri sendiri. Urusan orang lain biarlah menjadi urusan mereka, kamu bisa bersinar dengan caramu sendiri tanpa perlu mematikan cahaya orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Kamu Adalah Pengeluh Akut, Saat Hal-hal Ini Telah Kamu Lakukan

Kadang, kita tidak sadar kalau sehari-hari kita sering mengeluh. Mengeluhkan jalanan yang macet, cuaca yang panas, hingga bos yang marah-marah terus. Sesekali tentu tidak apa-apa untuk meluapkan emosi. Tapi kalau setiap hari? Hmmm, bisa-bisa hidup jadi semakin terasa negatif karena tidak ada yang kita lakukan selain mengeluhkan keadaan di sekitar.

Sebenarnya mengeluh tak lantas menjadi hal yang tidak boleh untuk dilakukan sama sekali. Asal kita tetap tahu batasannya. Jangan sampai kamu menghabiskan waktumu untuk mengeluhkan hal yang sebenarnya tidak penting, Sebab itu hanya akan membuat hidupmu terasa semakin berat. Nah, Bagaimana dengan kamu, kerap mengeluh tidak? Atau jangan-jangan kamu malah termasuk pengeluh akut yang suka melakukan hal-hal di bawah ini.

Kamu yang Suka Mengeluh Biasanya Dekat dengan Orang-orang Berpikiran Negatif

Biasanya kalau kamu terlalu sering mengeluh itu disebabkan oleh lingkungan sekitarmu. Berada di lingkungan yang negatif lambat laun akan membuatmu jadi negatif pula. Di matamu, tidak ada yang baik di dunia ini. Padahal, menurut pepatah “Everyday may not always be good, but there’s something good in every day”, lho. Apa pun hal buruk yang kamu alami hari itu, cobalah cari sisi terangnya. Jauhi lingkungan negatif yang membuatmu selalu melihat dunia dari kacamata yang buruk dan menjauhkanmu dari pikiran-pikiran positif.

Kamu Selalu Fokus pada Hal Buruk

Orang yang sering mengeluh biasanya disebabkan ia terlalu fokus pada hal-hal yang buruk saja. Udara yang panas, kerjaan yang tidak selesai-selesai, pokoknya semua yang terjadi hari ini terasa buruk! Dia melupakan bahwa hari itu, karena udara panas, langit terlihat lebih cerah dan indah dari biasanya. Meskipun kerjaan tidak selesai, tapi ada teman-teman kantor yang selalu siap sedia membantu. Jangan fokus pada yang buruk, tapi lihatlah kebaikan yang ada di semua situasi.

Dengan begitu, kamu pun akan mulai belajar bahwa sesuatu yang didatangkan dalam hidupmu, pasti akan selalu memiliki hal buruk dan baik. Hal buruk memang lebih mudah terlihat, maka tugasnya adalah mencari hal baik itu agar kamu bisa mensyukurinya.

Selalu Mendongak ke Atas dan Lupa Bersyukur

Saat mengeluh, kita merasa bahwa apa yang kita alami menjadi hal terburuk di dunia. Semuanya terasa salah, dan membuat diri jadi tidak merasa enak. Hal ini terjadi karena kita terlalu sering melihat ke atas, dan lupa bersyukur. Saat bersyukur, kita akan lebih menghargai hal-hal kecil yang kita miliki hingga saat ini, dan melupakan semua keluhan. Dengan begitu hidup pun akan lebih mudah dijalani.

Memang, hal baik tidak selalu terjadi setiap hari. Kadangkala, perlu ada hal buruk terjadi untuk dijadikan sebagai pelajaran dan membuat kita bersyukur. Yuk, kurangi mengeluh dan lihat dunia dari sisi yang lebih positif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top