Spirituality

Gagal Terus? Cobalah Introspeksi Diri, Ternyata 5 Hal Ini Yang Membuatmu Sulit Sukses!

Kamu pasti pernah merasa frustasi dalam hidup ini karena tidak ada satu pun rencana yang terlaksana sesuai dengan keinginanmu. Kamu membenci dirimu sendiri dan merasa menjadi orang yang gagal dan tidak berguna. Perasaan kecewa, marah, dan kesal pada dunia pun terus menghampiri. Seakan dunia yang harus menanggung kesalahan saat ada hal yang tidak berjalan sesuai kehendakmu.

Sampai kapan kamu mau menyalahkan keadaan atas hidupmu yang tak  kunjung berkembang? Cobalah untuk introspeksi diri. Apakah hal yang kamu lakukan selama ini sudah benar?

Coba Periksa dengan Teliti, Apakah Rencana yang Kamu Buat Sudah Benar-benar Matang?

Ketika rencana tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah dibuat, sering kali kita menyalahkan realitas. Kamu merasa sudah berusaha sekuat tenaga, tapi keberhasilan belum berpihak juga. Akhirnya kalimat, “Memang bukan takdirku untuk memperolehnya” menjadi pembelaan diri yang ampuh.

Tapi sebenarnya, sebelum kamu menyalahkan takdir. Apakah kamu sudah membuat rencana yang benar-benar ingin kamu raih dengan matang? Coba kroscek lagi. Bisa jadi hal itu akibat dari bagian rencanamu yang kurang matang. Kekurangan inilah yang menyebabkan rencana yang kamu buat jadi tidak berhasil sesuai dengan keinginan.

Manfaatkan Satu Kesempatan yang Ada dengan Semaksimal Mungkin

Kamu mungkin punya banyak  mimpi, sama seperti orang kebanyakan. Tetapi, mengapa ya mimpi orang lain terwujud sedangkan mimpi kamu sendiri tak kunjung tergapai?

Pikiran yang seperti itu membuat kamu merasa hidupmu stagnan. Kamu merasa Tuhan memang telah menciptakanmu untuk terus menjalani kehidupanmu yang sekarang ini.

Pernahkah kamu berpikir bahwa orang-orang di luar sana yang sudah berhasil mewujudkan mimpinya sebelumnya harus berusaha lebih keras darim? Jangan munafik, kamu sendiri pasti merasa bahwa usaha yang kamu lakukan selama ini belum maksimal. Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik perbaiki usaha kamu untuk meraih mimpi.

Mimpi yang Pudar Karena Terus Mengalami Kegagalan, Itu Merupakan Tanda Bahwa Usahamu Kurang Keras

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Bisa jadi mimpi yang kamu impikan belum terwujud karena kurangnya usahamu untuk meraihnya. Kita seringkali terburu-buru untuk mewujudkan mimpimu. Padahal kamu masih punya banyak waktu, karena dirimu sendirilah yang berhak mengatur kapan mimpi tersebut akan terwujud.

Diri sendiri adalah musuh terbesar yang sulit ditaklukan. Jangan sampai rasa ragu dan kekhawatiran yang tidak penting menghambat langkahmu untuk meraih mimpi dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Terlalu Memusingkan Omongan Orang, Padahal Kamu yang Menjalani Kehidupan

Dikritik, disepelekan, diremehkan oleh orang lain adalah pengalaman terburuk yang pernah atau akan dialami oleh seseorang. Perasaan dikucilkan dan tidak didukung inilah yang terkadang membuat kamu bertanya tentang kapasitas dan kemampuanmu sendiri sebagai manusia. Kamu jadi tidak percaya diri karena ada satu orang yang berkomentar buruk tentang dirimu.

Jika terlalu memusingkan perkataan orang, kapan kamu mau maju? Yakinlah dengan apa yang kamu anggap benar. Tak usah terlalu memikirkan perkataan orang yang tidak suka akan dirimu. Meskipun kamu sudah melakukan yang terbaik, orang-orang tetap akan mencibirmu dan ada saja orang yang tidak suka  kepadamu. Anggap saja cacian dari mereka sebagai sebuah motivasi untuk terus berkembang.

Sibuk Menyalahkan Pekerjaan yang Tidak Sesuai, Padahal Kamu Punya Banyak Pilihan

Pekerjaan yang tak pernah usai membuatmu stres dan tidak merasa bahagia. Hari-hari yang membosankan dan karier yang tidak kunjung naik membuatmu merasa hidup tidak pernah berkembang. Tapi anehnya, kamu masih saja bertahan di perusahaan kamu yang sekarang. Kenapa? Alasannya pasti karena mencari pekerjaan sekarang itu sulit,  jika keluar dari perusahaan pasti bakal jadi pengangguran.

Padahal, jika kamu tidak membatasi diri dan tidak takut akan jadi pengangguran, kamu bisa saja keluar dari tempatmu bekerja sekarang juga. Kamu punya banyak pilihan untuk menentukan kebahagiaanmu sendiri. Tak usah takut tidak punya pekerjaan, ingat rezeki sudah diatur oleh Tuhan.

Menyalahkan Tuhan atas Jodoh yang Tak Kunjung Datang. Tapi Apakah Kamu Sudah Berusaha Mencari?

Kamu pasti merasa, seiring bertambahnya usia, tekanan untuk segera menikah dan membina hubungan rumah tangga semakin terasa jelas. Keluarga inti, saudara, teman dekat bahkan tetangga sibuk bertanya “Kapan menikah?”. Kamu yang kebingungan dengan pertanyaan tersebut pun pasrah saja menjawab,”Segera, mohon doanya”. Menerima pertanyaan seperti itu memang menjengkelkan, karena kita sendiri tidak tahu kapan jodoh itu akan datang.

Tapi  jika kamu benar-benar ingin bertemu dengan jodohmu, berusahalah untuk mencarinya. Jangan terus berdiam diri dan menunggu saja. Sejatinya, meski jodoh sudah ditakdirkan oleh Tuhan untukmu, tapi dia tidak akan begitu saja jatuh dari langit. Perlu usaha dan tindakan untuk bertemu dengan belahan hatimu. Bisa saja dia sedang menunggumu di luar sana, dan menunggumu untuk menjemputnya. Sesuatu yang berharga itu memang perlu diusahakan, sama seperti jodoh. Kamu tidak akan pernah benar-benar mendapatkannya, jika kamu tidak mengusahakannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Karena Kamu Tak Hidup Selamanya, Waktumu Terlalu Berharga Jika Hanya Dihabiskan Untuk Memusingkah Hal-hal Ini!

Detik demi detik berlalu, terkadang waktu terasa begitu cepat berputar. Namun juga tak jarang waktu terasa berjalan sangat lama. Akan ada banyak hal yang dilalui seseorang saat menjalani hidupnya. Ada banyak tawa, tangis, amarah, senang, dan berbagai hal lainnya.

Sesekali mimpi dan cita-cita menuntutmu  untuk mengorbankan banyak waktu. Karena perjalanan waktu tidak bisa diputar ulang lagi, tidak heran bila waktu terasa begitu penting. Bahkan uang sebanyak apa pun tak bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu. Meski begitu, ada beberapa hal dalam hidup yang tidak perlu kita pikirkan atau lakukan hingga mengorbankan banyak waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal  yang lebih bermanfaat.

Kita Dilahirkan Untuk Menjadi Diri Sendiri Bukan Sebagai Sosok Sempurna. Jadi Tidak Menjadi Masalah Jika Ada Orang Yang Tak Menyukaimu

Tak ada gading yang tak retak, setiap manusia pun dilahirkan dengan kekurangan, entah fisik ataupun sikap. Karena cacat itu, kamu tak bisa memaksakan siapa pun untuk  mencintai dan menerima dirimu. Lantas apakah masih perlu menghabiskan waktu untuk merubah dirimu agar dicintai oleh semua orang?

Jawabannya tentu ‘tidak’. Karena kriteria ‘baik’ dan ‘buruk’ pun tidak ada standar tetapnya, kita juga tidak bisa memaksakan seseorang yang hadir untuk terus menetap. Sebagiamana penjahat akan selalu memiliki pendukung,  pahlawan pun akan selalu memiliki pembenci. Kita tak perlu berkecil hati jika ada yang membenci, karena setiap orang terlahir untuk menjadi apa adanya dirinya dengan kekurangan yang juga melekat. Kamu hanya harus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Cintailah mereka yang menerimamu dengan tulus, namun jangan memusuhi pembencimu.

Waktu Tidak Akan Bisa Terulang, Hidupmu Juga Tidak Berlangsung Selamanya

Saat mimpi besar sedang diukir, akan banyak hal yang akan dikorbankan tak terkecuali waktu. Kita yang merasa waktu begitu cepat berlalu, lantas mengharuskan diri untuk melakukan banyak demi sebuah pencapaian hidup. Sibuk mengejar mimpi tak jarang membuat kita lupa bahwa kehidupan tidak akan berlangsung selamanya.

Bukan hanya untuk mengejar ambisimu, kamu juga harus membagi waktu yang kamu miliki dengan orang-orang terdekat. Memberikan hadiah terbaik bagi diri sendiri dengan menjaga kesehatan serta berbagi canda tawa bersama keluarga akan membuat hidupmu lebih bermakna.

Perbedaan Yang Membuat Semuanya Menjadi Sempurna. Kamu Pun Tak Perlu Berusaha Mati-matian Untuk Merubah Apa Pun

Seperti jemari tangan yang memiliki ruang satu sama lain untuk memberikan tempat untuk jemari lainnya mengisi, itulah gambaran sederhana bagaimana hidup ini tidaklah sempurna, namun bisa menjadi utuh jika saling melengkapi. Tidak ada orang yang dilahirkan sama persis. Semua orang memiliki kelebihan dan  kelemahannya masing-masing.

Maka wajar bila hidup selalu diwarnai dengan hal yang kamu sukai maupun tidak. Meski begitu, dua hal tersebut akan selalu berjalan beriringan. Kamu juga tak harus mengubal hal yang tidak disukai menjadi seperti apa yang seharusnya menurutmu. Waktumu terlalu berharga jika hanya kamu manfaatkan untuk mengubah semua itu. Meski begitu kamu masih bisa bersyukur dan membuat semuanya jadi terasa indah.

Kamu Tetap Harus Ingat Bahwa Kehidupan Yang Sebenarnya Adalah Dunia Nyata

Kemajuan dari teknologi memang memberikan pengaruh tersendiri.  Dunia terasa dalam genggaman. Dunia maya menjadi salah satu aspek penting dalam sosialisasi yang kerap mengedepankan gengsi. Kehidupan yang tidak pernah benar-benar nyata justru menarik kita dari hidup yang sebenarnya. Mendekatkan yang jauh namun mengabaikan yang dekat. Mengorbakan kenyataan hanya untuk sebuah pengakuan dari dunia maya. Padahal jika direnungkan kembali, kehidupan yang sebenarnya terjadi di dunia nyata.

Sesulit Apa Pun keadaan Dan Sekejam Apa pun Dunia Memperlakukanmu, Pada Akhirnya Hanya Diri Sendiri Yang Menentukan Jalan Hidupmu

Saat kita merasa terpuruk, serta mempertanyakan mengapa kehidupan orang lain lebih menguntungkan dibandingkan dirimu, sumpah serapah dan kemarahan akan perasaan tidak adil atas hidup yang dijalani pun akan terlontar begitu saja. Namun jika direnungkan kembali, apakah kita yakin bahwa hidup orang lain lebih baik dari apa yang kita jalani. Bagaimana jika hal yang dia alami lebih sulit dari yang kita lalui dan lebih menyedihkan dari apa yang terlihat?

Memang hidup bisa saja seperti itu, namun mereka yang terlihat bahagia belum tentu benar-benar bahagia. Tapi mereka bisa dan mau menempatkan serta mengendalikan diri agar tetap di posisi tersebut dan mensyukuri apa yang sedang mereka lalui. Menempatkan diri untuk tetap menjalani hidup meskipun sulit. Jika mereka saja bisa, mengapa kita harus meratapi takdir dan jalan hidup yang memang harus kita lalui untuk mencapai sebuah akhir yang bahagia.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

7 Hal yang Sering Disepelekan Tapi Sangat Dibutuhkan Orang Lain. Sudah Bersyukur Hari Ini?

Merasa hidup kamu membosankan dan tidak bergairah? Selalu saja merasa kekurangan dan iri dengan kesuksesan yang orang lain dapatkan? Mungkin hari ini kamu belum bersyukur.

Banyak hal yang kita sepelekan dalam hidup ini sebenarnya dibutuhkan atau diinginkan oleh orang lain. Banyak orang di luar sana yang saat ini mungkin sedang menginginkan kehidupan seperti yang kamu miliki sekarang. Punya tempat tinggal yang layak, bisa makan setiap hari, dapat pergi kemana pun dan hal-hal lainnya.

Umumnya, 7 hal ini tanpa disadari sering kita remehkan dan luput untuk kita syukuri. Namun orang-orang yang hidupnya kekurangan, akan menganggap 7 hal ini sebagai sesuatu yang mewah. Apa saja?

Bisa Makan Enak Dan Bergizi 3 Kali dalam Sehari

Beruntunglah kamu, saat ini masih diberi kesempatan untuk bisa makan tiga kali dalam sehari. Menikmati makanan yang enak dan bergizi. Tidak perlu bingung besok akan makan apa. Tahukah kamu, masih banyak saudara kita di luar sana yang tidak bisa makan sehari-harinya? Ada yang makan hanya sekali dalam sehari, bahkan ada yang berhari-hari tidak  makan. Masihkah kamu mau mengeluh? Jadikan bersyukur sebagai bagian dari rutinitas agar hidupmu penuh arti.

Masih Mampu Berbelanja Pakaian Setiap Bulan

Di saat kita mengeluh tidak punya baju baru untuk pergi hangout bersama teman-teman, di pelosok sebuah desa masih banyak anak-anak yang memakai pakaian kumal dan robek.

Kamu saat ini masih diberi kenikmatan dan kemudahan untuk  berbelanja pakaian di mal ataupun secara online. Tidak seperti mereka, berpikir tentang keinginan punya baju baru saja tidak berani, karena masih harus memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup sehari-hari menahan rasa lapar dan haus.

Punya Smartphone Canggih untuk Menghiburmu

Saat ini siapa yang hidupnya tidak bisa lepas dari smartphone? Pastinya banyak, termasuk kamu salah satunya. Melalui smartphone, kamu dapat dengan mudah mendapatkan hiburan yang bisa membuatmu tersenyum dan tertawa. Pengetahuan baru dan berita terbaru dapat dengan mudah kamu dapatkan. Komunikasi dapat dengan mudah dilakukan. Kurang apa lagi?

Bersyukurlah kamu sekarang punya smartphone meskipun bukan yang terbaru dan tercanggih seperti milik teman atau tetanggamu. Masih banyak orang miskin yang hidupnya tidak pernah menemukan hiburan untuk membuatnya tertawa di luar sana.

Dapat Tidur Di Kasur yang Empuk Di Dalam Kamar yang Nyaman

Capek setelah seharian bekerja, tentunya yang kita hanyalah satu, beristirahat di kasur yang empuk dalam kamar ber-AC. Hmmm nyaman!

Hidupmu yang masih diberi kenyamanan oleh Tuhan, janganlah kamu rusak dengan mengeluh. Meskipun, kasur empuk dan kamar sejuk adalah hal yang sepele bagimu, tapi banyak orang yang menginginkannya. Tidak semua orang bisa tidur di kasur yang empuk dengan dua buah bantal dan satu guling, di kamar yang ber-AC pula. Masih banyak orang di luar sana yang tidur hanya beralaskan terpal dan beratapkan langit lho! Yuk lebih sadar diri!

Mempunyai Pekerjaan Tetap dengan Gaji Bulanan yang Pasti

Sering mengeluh soal pekerjaan yang tiada hentinya? Sering mengeluh karena bos sering bertindak tidak sewajarnya? Ingat, di luar sana masih banyak lho yang pengangguran dan ingin bekerja sepertimu. Bekerja dikantor yang nyaman dan mempunyai penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jika kamu merasa jengkel dengan bos yang suka memarahimu setiap hari, coba deh introspeksi diri lagi. Siapa tahu memang ada yang salah dengan apa yang kamu kerjakan selama ini.

Memiliki Orangtua Yang Amat Menyayangimu

Besyukurlah kamu saat ini masih memiliki kedua orangtua yang lengkap dan masih mau mengurusmu dengan baik. Banyak orang di luar sana yang sudah tidak memiliki kedua orangtuanya. Selagi masih ada di dunia, bahagiakanlah mereka. Janganlah engkau berani membuat mereka sedih. Tengoklah mereka sesering mungkin, karena kamu tidak tahu kapan orangtuamu akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Diberikan Kesehatan Lahir dan Batin Sehingga Bisa Menjalani Kehidupan Dengan Nyaman

Kesehatan lahir dan batin adalah anugerah yang patut kamu syukuri karena sakit itu mahal dan tidak enak. Kamu masih bisa bernapas dengan lancar saja itu sebuah rezeki yang patut disyukuri. Bayangkan jika kamu saat ini sedang terbaring lemah karena penyakit kanker dan berjuang keras untuk bertahan hidup. Pastinya tidak mau bukan?

Yuk berhenti mengeluh sekarang juga! Waktumu terlalu berharga bila hanya digunakan untuk mengeluh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Hidup Memang Sebuah Pilihan, dan Saat Rasa Sesal Menghampiri atas Pilihan yang Sudah Ditetapkan.

Aku tau hidup ini adalah anugrah dari Tuhan, terlepas dari menyenangkan atau membahagiakan dalam setiap perjalanannya. Namun ada yang aku tak tau mengapa Tuhan memberikan beberapa pilihan dalam hidup yang aku jalani, apakah ini bentuk kasih sayangnya yang lain? Sehingga aku bisa bebas menjalani hidup yang aku inginkan? Atau ini sebagai hukuman yang Tuhan berikan padaku, sehingga hidup ini menjadi begitu membebankan karena pilihan itu.

Manusia memiliki segala keterbatasan, terbatas untuk berpikir, terbatas pengetahuan tentang dunia dan segala aspeknya. Hal itu juga berlaku padaku tentunya, sehingga aku tak tau apa yang akan terjadi satu menit, satu bulan, satu tahun kemudian di dalam hidupku. Entah aku harus merasa ini adil apa tidak untukku, ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih namun aku tak tau apa yang akan terjadi di masa depan andaikata aku mengambil sebuah pilihan.

Dan apa yang harus aku lakukan jika ternyata pilihan yang aku ambil justru membuat semua hal menjadi semakin sulit?  Semua terasa salah dan rumit. Rasa sesak datang bersama sesal yang bergelut dihati. Seketika semua hal menjadi tak menyenangkan dan perasaan lelah datang lebih berat dari biasanya. Seketika aku sadar keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang salah, aku telah gegabah mengambil tindakan. Perasaan ingin kembali ke masa lalu menyeruak hanya untuk menarik semua keputusan itu ataupun mengganti pilihanku.

Ingin Memutar Waktu Namun Aku Sadar Itu tak Ada Gunanya

Saat sesal datang memang sungguh menyesakkan. Pikiran untuk memutar waktu tak bisa ku hindari, keinginan untuk memperbaiki, seribu pengandaian menghampiri, dan ribuan sesal yang hanya bisa aku tangisi. Aku marah karena aku ingin pilihan yang aku ambil sesuai dengan segala ekspetasiku.

Namun aku sadar sekeras apapun keinginanku untuk memutar waktu, semua tidak akan berguna. Bahkan hanya akan membawaku ke dalam keterpurukan yang mungkin akan membuatku semakin lebih menyesal dengan segala hal yang telah aku pilih. Rasanya akan semakin menyiksa diri ku jika aku berandai-andai dan berharap waktu dapat di putar ulang serta membuang waktu yang aku punya dengan menyalahkan diri sendiri yang terlalu bodoh menentukan pilihan.

Meskipun Salah, Rasanya Aku Tak Perlu Menghukum Diriku Sendiri dan Membuat Semuanya Semakin Terpuruk.
Setelah pilihan yang aku ambil justru membuatku semakin terpuruk, dan aku ingin semuanya tidak menjadi semakin buruk. Aku tau aku salah dan mungkin bodoh karena gegabah mengambil keputusan, namun menyalahkan dan mengutuk diri rasanya tak akan membantuku menjadi lebih baik. Keputusan telah ditetapkan tetapi Tuhan masih memberimu kesempatan. Kesempatan untuk memperbaikinya, kesempatan untuk tidak melakukan kebodohan yang sama.

Rasanya hatiku akan lebih menerima jika aku mengakui kebodohan yang lalu, namun ingin memulai semuanya lagi dengan awal yang baru. Meskipun tak bisa mengulang waktu yang sudah lalu, setidaknya aku ingin masa depanku tak seburuk masa lalu. Kesalahan dan penyesalannya ini akan aku jadikan cambuk diriku untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dari segala hal. Mungkin ini cara Tuhan mendidik diri ku, agar aku tidak hanya sekedar hidup namun juga bisa memaknai hidup.

Penyesalan ini Sungguh Menyesakkan, Namun Aku Ingin ini Bukan hanya Sekedar Kebodohan.

Rasa sesak justru mengintimidasi diriku setelah keputusan itu aku buat, dan aku tau keputusan yang aku buat adalah sebuah kesalahan. Tapi aku harus menghibur diri ku, bukankah setiap detik hidup kita itu atas izin-Nya. Bahkan kesalahan ini pun sudah di izinkan Tuhan untuk aku alami. Dan rasanya menyalahkan Tuhan juga bukan keputusan yang tepat.

Baiklah akan aku coba melihat hal ini dari sudut pandang lain, dan ternyata masih ada berbagai macam pesan yang Tuhan titipkan untuk ku karena mengambil pilihan yang aku anggap salah ini. Ternyata aku belajar banyak hal dari kesalahan itu. Aku belajar untuk tidak lagi gegabah mengambil setiap keputusan, aku tidak boleh mengambil keputusan beradasarkan nafsu sesaat. Dan aku harus libatkan Tuhanku untuk segala keputusan yang ingin aku buat.

Aku rasa ini adalah salah satu cara Tuhan memberikan cambuk atas segala hal yang aku lakukan, yang hanya terbatas dari ego. Seharusnya ini menjadikan aku semakin dewasa dalam segala hal, bukan justru menangisi kesalahan ini seperti bayi yang masih membutuhkan asi.

Karena Salah dan Benar Itu Hanya Sebatas Pemikiran, Aku Memilih Berdamai dengan Kesalahanku dan Menelan Semua Resiko itu.

Lelah rasanya jika aku hanya menyalahkan keadaan yang sudah terjadi. Sadar itu hanya membuatku semakin sulit, aku memilih untuk berdamai saja dengan keadaan. Tak sama dengan pasrah, karena aku tak ingin kejadian ini terulang. Akan aku ingat dan tak akan aku biarkan penyesalan ini terjadi lagi padaku. Hidup itu memang penuh dengan resiko, termasuk pilihan yang aku ambil juga menyimpan segala resikonya.

Tak bisa menghindar memang, jadi aku nikmati saja sesak itu datang sebagai bagian dari warna dalam hidupku. Aku yakin sesak itu akan hilang seiring berjalannya waktu dan perbaikan atas kualitas diriku. Dan ini bukan hal yang harus dilebih-lebihkan, mungkin Tuhan sudah menyediakan hal yang lebih indah dari apa yang sudah aku sesali.

Sesakit Apapun Hal itu, Masa Depanku Masih Memberikan Kesempatan Untukku Mengukir Kebahagiaan

Aku memang tidak bisa memutar waktu untuk kembali hadir dan merubah semua hal yang sudah berlalu. Tetapi masa depan masih menyediakan banyak ruang untukku memperbaiki banyak hal, termasuk kesalahanku di masa lalu. Mungkin tidak bisa memperbaiki sepenuhnya, setidaknya aku masih bisa kembali berdiri dan terus berusaha untuk kebaikan dan kebahagiaan hidupku di masa depan.

Masih banyak orang yang lebih sedih ataupun lebih bahagia hidupnya dari yang aku jalani saat ini. Dan lagi-lagi ini adalah pilihan, apakah aku ingin meratapi kesalahan atau aku berdiri untuk memulai lagi. Luka itu mungkin masih ada, rasa sesal mungkin masih menghantui tetapi kebahagiaan tak bisa hadir jika tak pernah aku ciptakan. Aku tak pernah tau apa yang akan aku hadapi di masa depan, akan berapa banyak lagi pilihan yang hadir dan akan berapa banyak lagi penyesalan yang akan aku rasakan.

Tuhan memang tak pernah menjanjikan kemudahan dalam setiap kehidupan, namun berjanji akan selalu ada untuk orang-orang yang percaya dengan kuasa-Nya. Segala rasa yang ada jadikan itu sebagai bagian dalam hidup, tawa, tangis, dan segala perasaan yang dirasakan menjadikanmu menjadi manusia yang semakin baik lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top