Life

Berhentilah Mengeluh Soal Waktu, Kamu Hanya Belum Tahu Trik Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

waktu

“Duh waktu cepet amat ya? Kerjaan gue belum beres nih!”, “Ya ampun udah weekend aja, request klien belum sempat di cek!”

Pernahkah kamu mengeluh soal hal-hal ini? Selalu saja kamu berpikir bahwa waktu 24 jam yang kamu miliki dalam satu hari tidaklah cukup. Kamu rasa waktu berjalan sangat cepat padahal pekerjaanmu belum selesai semua. Hal ini tidak akan terjadi jika saja kamu tahu cara mengelola waktu dengan baik.

Manajemen waktu adalah kunci keberhasilan seseorang. Trik manajemen waktu sebenarnya mudah dan bisa dipelajari semua orang, termasuk kamu.

SEBENARNYA INI SEPELE, TAPI BANYAK ORANG YANG MALAS MELAKUKANNYA

Sesuatu yang mudah dilakukan tapi banyak orang malas untuk melakukannya ialah membuat daftar tugas sehari-hari. Mungkin kamu sudah mencatat jelas semua pekerjaan yang akan kamu lakukan dalam memori otakmu. Tapi, cara itu tidaklah efektif.

Mulai sekarang buatlah daftar tugas harian, mingguan, atau bulanan. Mencatat tugas harian dalam notes ini penting agar pekerjaan jadi lebih efisien dan tidak ada yang terlupakan.

Setelah menuliskan semua daftar pekerjaan dalam notes, beri peringkat pada masing-masing tugas tersebut seperti “MENDESAK”, “PENTING”, “TIDAK TERLALU PENTING”, dan sebagainya

Richard Branson, pendiri The Virgin Group mengatakan, “Saya selalu membawa notebook. Ketika kamu punya ide dan tidak langsung menuliskannya di malam hari, besok pagi semua ide itu akan hilang”. Ia menyadari bahwa penting untuk membawa catatan dalam bentuk apapun, karena sangat berguna untuk mencatat sebuah ide yang tiba-tiba datang.

EVALUASI LAGI SETIAP DAFTAR TUGAS YANG TELAH DIBUAT, MUNGKIN ADA TUGAS YANG BISA KAMU BUAT JADI LEBIH RINGKAS

Kamu telah membuat catatan pekerjaan selama satu pekan. Tapi coba lihat lagi catatan tersebut apakah sudah lengkap semua atau belum? Evaluasi semua kegiatan di dalamnya, apakah masih ada yang bisa diringkas atau tidak?

Misalnya, ada dua pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu jam, maka itu akan membantumu dalam menghemat waktu dan membuat pekerjaan cepat beres. Jika kamu bisa beres lebih cepat, kamu juga bisa merasakan istirahat lebih cepat.

DISIPLIN MUDAH DALAM TEORI TAPI SULIT DILAKUKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Salah satu hal yang sulit dilakukan oleh orang-orang yang merasa waktunya berjalan dengan sangat cepat ialah disiplin. Disiplin mudah dalam teori tapi sulit dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Musuh terbesar disiplin adalah rasa malas. Orang yang sulit mendisiplinkan diri sendiri biasanya akan membuang waktu secara percuma. Pada akhirnya kerjaannya menumpuk dan tidak selesai pada waktunya.

TETAP FOKUS DAN TIDAK TERGODA UNTUK MELAKUKAN HAL LAIN SAAT MENGERJAKAN TUGAS

Saat bekerja, tiba-tiba kamu teringat belum menjemur pakaian, atau gadget yang ketinggalan di rumah, dan banyak pikiran-pikiran lainnya yang berseliweran di kepalamu. Pikiran-pikiran itu membuatmu ingin segera melakukan pekerjaan lain, padahal saat ini kamu tengah mengerjakan tugas yang sangat penting. Itu artinya kamu tidak fokus pada apa yang sedang kamu kerjakan. Sebisa mungkin fokuslah untuk menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu, jangan memikirkan pekerjaan lain yang diluar prioritas. Kamu hanya akan keteteran nantinya.

KERJAKAN LEBIH DAHULU TUGAS YANG PALING PENTING KEMUDIAN DISUSUL PEKERJAAN BERIKUTNYA

Dalam catatan, kamu sudah melabeli tiap pekerjaanmu dengan beberapa kategori. Agar pekerjaanmu bisa selesai tepat pada waktunya, upayakan untuk mengerjakan tugas-tugas penting dan mendesak terlebih dahulu. Pekerjaan yang sifatnya mepet dengan waktu deadline sebaiknya diutamakan disbanding pekerjaan penting tapi tenggat waktunya masih sangat panjang.

KERJAKAN SATU TUGAS HINGGA SELESAI BARU LANJUT KE TUGAS BERIKUTNYA

Hal yang membuat seseorang akan kehilangan banyak waktu ialah mencoba mengerjakan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Belum selesai, pekerjaan yang satu, kamu lalu pindah ke pekerjaan berikutnya. Mungkin maksud kamu untuk mempersingkat waktu, tetapi ujungnya penggunaan waktu malah tidak efisien. Pada akhirnya kerjaan hanya selesai setengah-setengah dan tidak maksimal. Daripada waktunya terbuang percuma, lebih baik fokus untuk mengerjakan satu pekerjaan sampai selesai baru berpindah ke pekerjaan selanjutnya.

JAUHKAN SEGALA BENDA YANG DAPAT MENGHAMBAT PEKERJAAN, JIKA KERJAANMU TERHAMBAT WAKTU YANG TERBUANG PERCUMA AKAN SEMAKIN BANYAK

Benda-benda seperti gadget canggih biasanya yang paling banyak menyita perhatian dan fokus seseorang. Meski telah dimatikan, jika gadget tersebut masih terletak dalam jangkauan mata, kita pasti akan ‘gatal’ ingin menyalakan dan memainkannya. Daripada pekerjaanmu tidak selesai-selesai karena terganggu karena adanya smartphone, lebih baik singkirkan benda-benda ini untuk sementara waktu. Jika pekerjaanmu sudah beres barulah “berteman” lagi dengan ponsel pintarmu itu.

ISTIRAHATKAN DIRI DENGAN TIDUR ATAU PERGI BERLIBUR!

Hidup tidak melulu hanya tentang pekerjaan. Sesekali perlu pergi berlibur untuk memulihkan kembali stamina yang telah terkuras selama bekerja. Relaksasi ke tempat-tempat wisata dapat mengurangi stress. Berliburlah setiap dua minggu sekali atau satu bulan sekali.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Tanpa Sadar Kita Sering Melakukan Sikap-sikap Egois Ini Hingga Membuat Orang Lain Menjauh

http://laruno.com/karir/tipskarir-cara-bijak-mengahadapi-rekan-yang-menyebalkan/

Hampir semua orang ingin menjadi sosok yang terbaik, peduli dengan sekitarnya dan penuh semangat. Pada kenyatanya sosok ideal seperti itu tidak bisa selalu ditemukan. Bahkan ada beberapa orang yang tidak menempatkan hal itu sebagi prioritas.

Berteman dengan orang yang memiliki perangai buruk memang kurang menyenangkan. Kamu pun sulit untuk menemukan kenyamanan saat menjalin interaksi dengannya. Kalau sudah begini alih-alih ingin menjadikannya sahabat dekat, orang pun buru-buru menjauh darinya. Beberapa sikap tak baik ini harus kamu hindari. Sebaiknya kamu juga menjauh dari orang yang gemar bersikap seperti ini.

Kamu Tak Pernah Peduli Pada Orang Lain. Kamu Hanya Fokus Pada Dirimu Sendiri. Bisa Dibilang Kamu Egois!

Kamu hanya peduli tentang kamu dan kepentinganmu saja. Kamu tak mau tahu dengan orang-orang yang berada disekitarmu. Bahkan seringkali kamu  tak memberikan kesempatan kepada lawan bicaramu untuk berkata. Kalau kamu seperti ini akan lebih baik bila segera berubah sebelum satu per satu temanmu angkat kaki.

Kamu Hanya Menilai Orang Lain Dari Penampiannya!

Kamu terbiasa menilai orang lain dari tampilanny saja. Padahal kecantikan abadi justru datang dari hati. Kalau kamu seperti ini, segera rubah pola pikirmu. Mulai belajar lebih bijak menilai orang lain.

Segala Sesuatu Dalam Hidup Kamu Anggap Kompetisi. Kamu Tak Rela Bila Ada Yang Lebih Baik Darimu

Apakah kamu orang yang selalu menganggap diri sendiri merasa lebih dari orang lain? Kamu tak akan membiarkan orang lain untuk mengalahkanmu, bahkan sekalipun itu teman kamu sendiri. Jika seperti itu kamu memang bukan orang yang asyik untuk diajak berteman. Kamu harus bisa lebih peduli pada teman-temanmu dan membiarkan mereka merasa bangga pada kemampuannya

Bagimu Teman Berarti Musuh. Kamu Tak Segan Untuk Menjatuhkan Mereka Dari Belakang

Alih-alih mengangap teman sebagai partner yang saling mendukung, justru kamu menanggap mereka sebagai musuh kamu. Kamu tak segan untuk berkonflik dengan teman-temanmu. Bahkan pertengkaran sengit dengan teman nyaris selalu mewarnai harimu. Kamu tak segan menjatuhkan teman demi bisa mencapai tujuanmu. Tak heran bila tak ada orang yang tahan lama bertahan denganmu.

Kamu Menuntut Orang Lain Untuk Menganggapmu Penting

Kamu tak ragu untuk mempertanyakan seberapa penting dirimu bagi orang lain. Tentu saja pertanyaan ini akan membuat teman-temanmu merasa tak nyaman. Kamu ingin orang lain menganggapmu sepenting yang kamu mau. Kamu juga akan marah bila teman-temanmu tak melibatkan kamu dalam momen penting mereka. Sudahlah, kehidupan temannmu tak hanya berpusat di kamu!

Bersikap Layaknya Seorang Bos Hanya Akan Membuat Orang-orang Menjauh Darimu

Kamu selalu menganggap dirimu paling penting diantara teman-temanmu. Setiap keputusan penting yang diambil teman-temanmu harus berdasarkan persetujuanmu. Kamu juga selalu membuat orang lain berada dikendalimu. Ayolah berhenti melakukan ini sebelum orang-orang menjauhimu!

Bahkan Kamu Pun Enggan Jujur Pada Dirimu Sendiri

Kejujuran adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menghargai orang-orang disekitar kamu. Tak heran saat kamu tak bisa jujur pada dirimu sendiri, kamu bukanlah orang yang asyik untuk diajak berteman. Tak bisa jujur pada sendiri, berbohong dan membuat citra palsu hanya akan membuat kamu dijauhi teman-temanmu.

Kamu Tak Segan Untuk Berkata Kasar Dan Mempermalukan Teman-teman Kamu Di Depan Orang Banyak

Jika kamu menganggap bahwa berkata kasar dan suka mempermalukan teman-teman kamu di depan orang banyak adalah hal lumrah, sepertinya kamu harus mulai mengubah pola pikir kamu dari sekarang. Mungkin ada saatnya kamu tak setuju dengan pendapat teman-teman kamu, namun hal ini tak lantas membuat kamu memiliki hak untuk berkata kasar pada temanmu. Ini bukan hal baik yang bisa kamu lakukan. Bersikaplah lebih bijak!

Gayanya Sih Sok Mandiri, Alih-alih Bisa Mengurus Diri Sendiri, Nyatanya Kamu Lebih Sering Merepotkan Teman Kamu

Seberapa sering kamu meminta bantuan dari temanmu? Jika cukup sering, apakah kamu juga tak segan mengulurkan bantuaan pada temanmu saat dia membutuhkannya? Jika tidak berarti kamu belum memiliki kualitas menjadi teman yang baik. Setiap teman berbuat baik hendakknya kamu membalasnya dengan perbuatan baik. Bila kamu masih merasa segan untuk itu, kamu bukan teman yang asyik. Tidak heran bila kamu kerap dijauhi orang.

Selalu Berpikir Negatif. Siapa Sih Yang Betah Berteman Lama-lama Dengan Orang Yang Selalu Pesimis?

Memiliki pola pikir negatif dalam memandang dunia hanya akan membuat kamu dijauhi teman-temanmu. Belum lagi mental pesimis yang hanya akan membuat kamu terlihat menyedihkan. Bangkit dan hadapi hidup ini dengan berani! Selalu berpikiran negatif hanya akan membuatmu dijauhi orang.

Jika kamu merasa beberapa sikap tersebut ada pada diri kamu, segera bangkit dan perbaiki diri kamu. Bukankah tak ada gunanya mempertahankan sikap buruk!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Menunda Pekerjaan Itu Artinya Kamu Sedang Menangguhkan Suksesmu. Atasi Dengan Cara Ini

Dua hal yang sering menjadi hambatan dalam bekerja adalah memulai pekerjaan dan menjaga fokus saat bekerja. Pekerjaanmu tidak akan segera dimulai jika kamu masih saja terus menunda-nunda pekerjaanmu.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan adalah sesuatu yang buruk, jika dibiarkan kebiasaan ini akan mendarah daging dan akhirnya kamu sulit untuk jadi produktif.

Yuk, mulai sekarang hindari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan agar waktu yang kamu miliki berguna lebih efisien dan bermanfaat! Ini 9 cara yang bisa membantumu untuk terhindar dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.

Kamu Bisa Memulainya Dengan Mencicil Pekerjaan Dan Mengatur Jadwalmu

Melihat pekerjaan yang menumpuk memang menyebalkan dan seringkali membuat kita down duluan. Tetapi, jika ingin cepat selesai dan terhindar dari omelan bos, kamu bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan cara mencicilnya, kemudian atur jadwal untuk mengerjakannya.

Misalnya, kamu punya 4 pekerjaan yang berbeda-beda namun harus selesai dalam waktu satu bulan. Kamu bisa mencicilnya satu persatu dengan cara, pekerjaan 1 dikerjakan di minggu pertama, pekerjaan 2 dikerjakan pada minggu kedua, pekerjaan 3 dikerjakan pada minggu ketiga, dan pekerjaan keempat dikerjakan di minggu keempat.

Dengan mencicil, pekerjaan kamu akan selesai pada waktunya. Kamu pun terhindar dari omelan bos yang galak.

Hindari Segala Hal Yang Mengalihkan Fokusmu Saat Melakukan Pekerjaan

Sebisa mungkin hindari sumber-sumber yang membuat perhatian kita jadi tidak fokus saat bekerja. Sumber yang paling sering membuat kita tidak fokus adalah smartphone dan media sosial. Sebisa mungkin hindari kedua hal itu saat bekerja. Ketika pekerjaanmu sudah selesai, barulah kamu bisa kembali menggunakannya dengan leluasa.

Letakan smartphone sejauh mungkin dari pandangan saat kita sedang bekerja, pastikan kamu sudah menyetelnya dalam mode silent agar tidak ada suara-suara mengganggu yang dapat memecah fokus. Kemudian, tutup semua akun media sosial yang kamu punya saat sedang bekerja.

Pilihlah Tempat Yang Nyaman Untuk Melakukan Pekerjaan Agar Kamu Semakin Fokus

Tempat yang nyaman saat bekerja adalah faktor penting agar kita tetap fokus. Untuk itu, pilih atau buatlah tempat kerja yang nyaman untuk dirimu sendiri. Jika tempat untuk melakukan pekerjaan sudah tidak nyaman, bagaimana kamu bisa fokus bekerja? Bila perlu tambahkan wewangian aromatheraphy di sekitar tempatmu untuk membantumu tetap konsentrasi saat bekerja.

Jangan Terlalu Banyak Berpikir, Kerjakan Tanpa Banyak Mengeluh

Kebiasaan yang sering membuat kita menunda-nunda pekerjaan adalah karena kita terlalu banyak berpikir. Banyak berpikir tentang pekerjaan yang menumpuk, banyak berpikir tentang kerjaan yang tak kunjung selesai dan sebagainya.

Padahal, kuncinya satu. Kerjakan saja! Tanpa banyak mengeluh. Pekerjaan tersebut tidak akan selesai jika kamu tidak mengerjakannya. Tidak usah memikirkan terlalu banyak hal, ambil laptop kamu sekarang dan kerjakan sebaik yang kamu bisa!

Bekerjalah Sesuai Dengan Ritmemu. Kamu Bisa Memilih Waktu Yang Menurutmu Paling Nyaman Untuk Bekerja

Kenali dirimu sendiri, temukan ritme kerja yang paling sesuai dengan kepribadianmu. Ketahui kapan waktu yang paling produktif bagi kamu untuk berpikir dan bekerja? Pagi? Siang? Malam? Jika sudah tahu, manfaatkan waktu tersebut untuk menuntaskan kewajiban.

Mengetahui ritme yang paling cocok untukmu, kamu akan lebih mudah untuk mengatur waktu dan kesempatan yang paling bermanfaat untuk produktivitasmu.

Agar Tak Terasa Berat, Bagi Pekerjaanmu Menjadi Beberapa Bagian Sesuai Yang Kamu Inginkan

Jika kamu merasa berat mengerjakan satu pekerjaan sekaligus, pecahlah menjadi beberapa bagian yang kecil-kecil. Misalnya, kamu punya satu tugas besar soal analisis keuangan suatu perusahaan, cobalah untuk mulai mengerjakan dari hal yang paling mudah, kemudian ke bagian paling sulit. Jika kamu merasa lelah, ada baiknya istirahat sambil sesekali mengumpulkan data untuk kepentingan analisismu.

Jika Pekerjaanmu Masih Terasa Berat, Cari Partner Untuk Bekerja Sama Agar Bisa Dilakukan Dengan Cepat

Jika dirasa bekerja sendiri terasa berat, cobalah minta bantuan seorang rekan untuk membantu menyelesaikannya secara bersama-sama. Bekerja sendirian bisa membuat kamu selalu mencari alasan untuk menunda-nunda, tetapi jika ada rekan yang membantu, bukan saja pekerjaan tersebut jadi lebih ringan tapi juga ada yang membantu untuk mengingatkan. Carilah rekan yang bisa diandalkan.

Beri Penghargaan Pada Diri Sendiri Ketika Berhasil Menyelesaikan Tugas 

Siapa sih yang tidak suka diberi penghargaan? Meski diberikan dari sendiri dan untuk diri sendiri, sebuah penghargaan bisa membuat kita termotivasi untuk menuntaskan pekerjaan sampai selesai. Misalnya, jika kamu telah selesai mengerjakan tugas dari kantor, kamu berhak mentraktir dirimu makan di restoran favoritmu.

Bekerja Keras Memang Akan Membuatmu Semakin Dekat Dengan Kesuksesan, Namun Cukup Istirahat Juga Tak Kalah Penting

Terakhir, dan juga penting adalah jangan lupa untuk tidur yang cukup. Seringkali penyebab dari kebiasaan suka menunda-nunda adalah karena kita terlalu lelah untuk melakukan satu pekerjaan. Kelelahan mengakibatkan kita malas, malas membuat kita jadi menunda-nunda, jika terus begitu maka pekerjaan pun jangan harap bisa selesai.

Pastikan dirimu mendapat tidur yang cukup agar produktivitasmu tidak terganggu dan tidak mudah terserang penyakit. Jika bisa 8 jam setiap hari, namun jika tidak bisa tidur selama 8 jam, asalkan kamu tidur selama beberapa jam saja, itu sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap fit.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Untuk Kamu yang Disakiti Tetaplah Kuat, Karena Mereka Kamu Bisa Jadi Lebih Tangguh

“Janganlah terlalu berharap kepada manusia, jika tidak ingin menerima kekecewaan. Berharaplah hanya pada Tuhan, niscaya kamu akan selalu bahagia,” – anonim

Kutipan di atas mengingatkan kita agar tidak terlalu berharap pada ciptaan-Nya yang tak sempurna. Hanya Tuhanlah Yang Maha Sempurna, tempat yang pantas untuk kita menggantungkan harapan. Kamu mungkin pernah mengalami sendiri atau melihat orang lain yang disakiti oleh orang lain. Entah itu karena terlalu berharap atau memang ada alasan lainnya.

Disakiti memang meninggalkan perasaan terluka, belum lagi trauma berkepanjangan yang bisa terjadi. Menurut American Psycological Association, trauma dapat menimbulkan dampak jangka panjang secara fisik maupun mental. Untuk kamu yang telah terlanjur disakiti, tetaplah kuat. Berkat mereka, kamu bisa tahu karakter asli mereka yang sesungguhnya. Bahkan kamu sekaligus belajar untuk jadi lebih kuat lagi. Tetaplah kuat, karena kamu berhak bahagia. Ini 5 cara agar kamu bisa bangkit setelah disakiti oleh orang terdekat.

Luapkan Emosi Sebebas-bebasnya, Jangan Pernah Dipendam!

Setelah tahu diri ini disakiti, pasti perasaan pun hancur dan sakit yang teramat sangat. Rasanya tidak mudah untuk mengobati luka yang sudah tertanam di hati. Ketika kamu merasa sakit di dada, luapkanlah emosimu sebebas-bebasnya. Kamu bisa meluapkannya dengan cara berteriak sekeras mungkin, memutar musik dengan sekencang-kencangnya, kebut-kebutan di arena balapan, dan sebagainya. Silakukan luapkan amarah dengan bebas asal jangan merugikan orang lain. Lakukanlah sampai perasaanmu tenang seutuhnya.

Memang tidak langsung hilang sih rasa sakitnya, tetapi setidaknya bisa membuat hati yang kecewa sedikit lega dan membuat dirimu terhindar dari stres. Meluapkan emosi juga bagian dari terapi untuk terhindar dari trauma dan keinginan untuk bunuh diri. Banyak kasus bunuh diri di Jepang dan Korea disebabkan karena orang-orang tersebut terlalu memendam stres atau rasa sedih yang dirasakannya.

Terimalah Segala Bentuk Perasaan Yang Muncul Setelah Disakiti, Jangan Pernah Menolaknya Dengan Berlagak Sok Kuat

Sesaat setelah dikhianati, pasti perasaan yang kamu rasakan saat itu bercampur aduk, sedih, kesal, jijik, muak, kecewa, marah dan perasaan buruk lainnya. Jika, kamu mengalami hal tersebut, terimalah dengan lapang dada. jangan menolaknya, karena hanya akan membuat kamu terkungkung dalam emosi itu sendiri.

Jangan berlaga sok kuat dengan pura-pura tidak mengalami kekecewaan setelah dikhianati. Jika kamu melakukannya, kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Jika kamu merasa marah, akuilah bahwa kamu sedang marah. Sikap kamu yang menerima perasaan kecewa saat ini, merupakan langkah pertama untuk menyembuhkan diri.

Alihkan Perasaan Dan Pikiran Dengan Melakukan Hobi Yang Kamu Sukai

Ubahlah segala bentuk pikiran dan perasaan negatif yang kamu rasakan saat ini dengan sesuatu yang positif. Caranya, kamu bisa melakukan hobi yang kamu sukai. Melakukan kegiatan yang kamu sukai akan menyita pikiran dan perasaan kamu untuk fokus pada hal tersebut. Sehingga kamu tidak terus-terusan merasakan sakit hati karena telah disakiti.

Melakukan kegiatan yang kita sukai, sangat bermanfaat untuk melepas stres dan terhindar dari aura-aura negatif. Bagusnya lagi, kamu bisa menghasilkan karya berharga dari hobimu itu. Pun ikut beragam komunitas yang sehobi denganmu juga bisa dijadikan alternatif untuk menyembuhkan diri dari rasa sakit. Bertemu orang-orang baru, saling sapa, saling mengobrol, akan membuatmu lupa bahwa kamu pernah disakiti sebelumnya.

Lalu, Terima Kejadian Sebagai Bagian Dari Proses Hidup Yang Harus Dilewati

Jalan ampuh untuk bisa bangkit dan sembuh dari rasa sakit adalah dengan ikhlas. Menerima segala kejadian yang dialami dalam hidup ini sebagai bagian dari perjalanan yang harus dilewati. Dari rasa sakit yang kita terima, kita jadi bisa membedakan mana orang yang baik dan tidak. Dari rasa sakit, kita belajar untuk menjadi lebih tahan banting menghadapi segala permasalahan yang ada, dari rasa sakit, kita menjadi lebih dewasa.

Yakinlah bahwa dibalik setiap kejadian akan ada hikmahnya. Kita mungkin memang tidak ditakdirkan dekat dengan orang tersebut. Bisa jadi di masa yang akan datang kita akan dipertemukan dengan orang-orang hebat yang akan mengantar kita menuju kesuksesan.

Belajar Memaafkan Akan Membuatmu Lebih Berpeluang Besar Untuk Merasakan Kebahagiaan Lagi

Saat kita disakiti, tidak perlulah membenci orang yang menyakiti kita. Tidak perlu juga menyimpan dendam pada mereka yang telah menyakitimu.  Perasaan-perasaan negatif yang dipendam hanya akan membuatmu jadi pedendam. Jika sudah menjadi orang yang ingin balas dendam, kamu pun akan sulit untuk merasa bahagia.

Maafkanlah mereka yang telah menyakitimu dan menorehkan luka di hatimu yang tidak akan pernah hilang. Meski tidak bisa memaafkan seutuhnya, tetapi dengan memaafkan, kamu bisa membuka jalan untuk dirimu sendiri merasakan kebahagiaan.

Biarkan mereka yang menyakitimu merasakan pembalasan yang telah ditakdirkan oleh-Nya. Janganlah kamu membalas keburukan dengan keburukan. Yakinlah bahwa Tuhan merupakan hakim yang seadil-adilnya. Setiap perbuatan akan mendapatkan timbal balik yang sesuai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top