Spirituality

Dia yang Terlihat Pintar itu, Benar Pintar atau Hanya Sok Pintar?

Coba memberikan perhatian yang lebih terhadap orang-orang di sekitarmu untuk sejenak. Mungkin selama ini kamu sudah terkecoh dengan penampilan mereka. Tidak semua orang yang terlihat pintar memang benar-benar pintar. Tunggu sebentar, apa kamu juga pernah meneliti lebih dalam pada dirimu sendiri? Siapa kamu sebenarnya, orang yang benar-benar pintar atau orang yang hanya sok pintar? Coba kamu pikirkan kembali. Mungkin salah satu sikap ini ada pada dirimu sendiri.

  1. Selalu saja bersikap layaknya orang yang sibuk

Mengerjakan ini itu, ada alasan ini itu saat dimintai bantuan. Susah dihubungi dengan alasan sibuk mengerjakan inilah itulah. Sikap sok sibuk adalah salah satu ciri yang ada pada diri orang yang sok pintar. Meskipun pada kenyataannya dia bukanlah orang yang sibuk, dia akan tetap bertingkah layaknya orang yang tidak memiliki waktu senggang untuk sekedar bercanda misalnya dengan orang disekitarnya. Jadi pahamilah, kamu termasuk orang yang memang sibuk atau hanya sok sibuk di depan orang lain.

  1. Melakukan segala hal untuk mendapatkan pujian

Pikiran seperti ini kerap muncul dalam otak orang yang hanya sok pintar saja. Orang yang benar-benar pintar akan melakukan segala hal atas dasar keinginan dan kemampuannya sendiri, bukan untuk sekedar mendapatkan pujian dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Jika kamu termasuk orang yang melakukan segala sesuatu hanya untuk mendapatkan pujian, kamu perlu berpikir ulang lagi. Apa kamu ingin tetap berada pada zona itu atau kamu mencoba untuk mengubah pola pikir kamu agar kamu dapat menjadi orang yang benar-benar pintar bukan hanya sok pintar.

  1. Yang ada “Boleh memuji, tapi tidak untuk mengkritik”

Inilah sifat yang paling paten ada pada orang yang sok pintar. Kamu akan senang dipuji tapi tidak untuk dikritik. Kamu akan menerima segala pujian yang terlontar dari mulut orang-orang di sekelilingmu, tapi kamu akan selalu membantah kritikan yang terlontar dari mereka. Bukan tanpa alasan, karena alasannya jelas karena kamu adalah orang yang hanya sok pintar. Orang yang benar-benar pintar akan menerima segala hal dengan baik, entah itu pujian maupun kritikan. Karena hal itulah yang akan mendorongnya untuk lebih baik dari sekarang.

  1. Mudah meremehkan orang lain entah itu secara langsung maupun tidak langsung

Karena orang yang sok pintar selalu menganggap dirinya paling pintar, tentu kamu akan dengan mudah meremehkan apa yang dilakukan oleh orang lain. Kamu akan merasa bahwa kamu adalah dewanya segala ilmu. Apa yang kamu lakukan adalah hal yang selalu benar, sedangkan apa yang dilakukan oleh orang lain adalah hal yang tidak berguna dan tidak penting untuk diberikan perhatian khusus.

  1. Yang dilakukan adalah sering menjiplak kata-kata orang lain

Orang yang sok pintar biasanya tidak memiliki pendirian yang kuat. Dia tidak punya pandangan yang baik terhadap suatu hal. Umumnya kamu lebih bangga saat kamu mengungkapkan sebuah pandangan yang kamu dapatkan dari hasil menjiplak kata-kata orang lain. Yaaa semacam plagiator lah! Orang yang sok pintar akan menjadi seorang plagiator yang handal. Kamu akan mengatakan kata-kata jiplakan tersebut seolah kata-kata itu bersumber dari pemikiran pribadimu sendiri.

  1. Mengakui ketidaktahuan tentang suatu hal bukanlah sikapnya

Namanya juga orang yang sok pintar. Jika kamu adalah salah satunya, pasti kamu termasuk orang yang tidak mau mengekui ketidaktahuanmu akan suatu hal. Gengsi-lah pastinya. Kamu bukanlah tipe yang mau direndahkan. Dan mengakui ketidaktahuan adalah hal rendah dalam pandanganmu. Sebisa mungkin kamu harus dipandang dengan baik. Itulah sikap dan sifat dasar yang akan kamu miliki jika kamu termasuk orang yang tidak mengakui dirimu yang sebenarnya.

  1. Kebohongan menjadi hal yang lumrah untuk mendapatkan citra yang bagus dari orang-orang di sekitarnya

Dari sifatnya yang tidak mau mengakui ketidak tahuan dan selalu menjiplak kata-kata orang lain kemudian dibuat seolah kata-kata itu muncul dari pemikiran sendiri, sudah menunjukkan bahwa orang yang sok pintar selalu melakukan kebohongan. Kebohongan bukanlah hal yang asing lagi. Kebohongan menjadi lumrah adanya untuk mendapatkan citra bagus dari orang-orang yang ada di sekitar. Kurang lebihnya, seperti inilah orang yang sebenarnya hanya sok pintar.

  1. Selalu ingin didengarkan tetapi tidak mau mendengarkan

Inilah sikap yang kamu miliki saat kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sok pintar. Semua perhatian harus tertuju padamu, kamu dan hanya kamu, bukan orang lain. Kamu selalu ingin didengarkan, tapi kamu sendiri tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Orang yang sok pintar selalu menuntut tapi tidak mau dituntut. Kamu menginginkan perhatian penuh sedangkan kamu tidak mau memperhatikan orang lain.

  1. Selalu ingin dihargai tanpa mau menghargai

Selalu ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan, selalu ingin diperhatikan tanpa mau memperhatikan, dan mudah meremehkan orang lain adalah sikap yang menunjukkan bahwa orang yang sok pintar merupakan orang yang selalu ingin dihargai tanpa mau menghargai orang lain. Apa yang dia perbuat harus mendapatkan penghargaan khusus. Sedangkan apa yang orang lain lakukan adalah hal yang remeh dan tidak perlu dihargai secara penuh.

  1. Suka memotong pembicaraan orang lain dan ingin terlihat seperti orang yang tahu segalanya

Tidak mau diam dan mendengarkan. Inilah sikap yang dimiliki oleh orang-orang sok pintar. Kamu termasuk? Kamu akan selalu berusaha terlihat pintar di depan teman-teman atau orang-orang yang ada di sekitarmu. Caranya? Salah satunya dengan memotong pembicaraan orang lain. Apa yang orang lain katakan akan selalu kamu ambil alih sehingga kamu terlihat menonjol dalam pembicaraan itu. Meskipun pada kenyataannya kamu bukanlah siapa-siapa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Pertanyaan Pada Diri Sendiri, Sudahkah Kita Bersyukur Untuk Hari Ini?

Bersyukur itu mudah dikatakan tapi sungguh, tak mudah dilakukan. Karena kadang kita terlalu sibuk memperhatikan apa yang tidak kita miliki. Sekaligus juga kita kerap terpana dengan yang sudah dimiliki orang lain.

Sesungguhnya hal tersebut wajar. Kita memang dititipkan nafsu yang mendorong kita menginginkan hal yang belum kita miliki. Namun kalau tak dikontrol hal itu bisa saja mengkonsumsi kepribadian kita. Malah nanti kita selalu merasa kurang dan kosong.

Mungkin kita perlu berhenti sejenak. Merenung memikirkan apa yang membuat kita berada di sini saat ini. Tak perlu merogoh jauh ke belakang atau menatap jauh ke depan. Cukup mensyukuri hari ini.

Hidup Dengan Keluarga Yang Saling Menyayangi Dan Lingkungan Yang Aman

Berada diantara keluarga yang saling menyanyangi membuat kita lebih giat untuk menghitung berkah yang sudah kita terima, lihatlah mereka yang kehilangan orang yang disayangi dalam hidupnya entah itu karena kesakitan, maut atau direnggut oleh bencana alam di lingkungannya. Kehilangan orang yang disayangi dalam hidup menjadi penderitaan batin yang tak tertandingi, bahkan membayangkannya saja kadang sudah membuat hati kita tercabik. Bersyukurlah kita yang masih hidup bersama dengan keluarga yang lengkap dengan nyaman.

Punya Tempat Tinggal Dan Bisa Makan Setiap Hari

Berterimakasihlah kepada sang pemberi hidup karena memberikan kita rumah untuk tinggal dan bisa makan setiap harinya, bandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak memiliki rumah untuk tinggal. Berpindah-pindah hanya untuk merebahkan tubuh yang kelelahan, berjuang bertaruh nyawa untuk memenuhi rasa lapar akan sesuap nasi.

Tapi kita tak pernah menganggap hal ini penting. Bahkan masih sering mengeluh dan khawatir ke orang lain, soal apakah kita bisa makan esok hari.  Kita perlu ingat budayawan Sujiwo Tejo khawatir besok tak bisa makan saja, itu sudah menghina Tuhan. Bukankah ini saatnya kita mensyukuri apa yang ada di depan meja makan kita saat ini?

Mendapat Kesempatan Merasakan Pendidikan Dan Memiliki Pekerjaan

Percaya atau tidak memang tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dalam hidup, kesempatan untuk merasakan pendidikan salah satunya. Kita harus mensyukuri hal ini dengan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya karena tak semua orang bisa merasakan pendidikan yang sama. Sebagian dari mereka bahkan tak pernah tau apa itu pendidikan yang sebenarnya, mereka tidak seberuntung kita yang bisa mendapatkan pendidikan bahkan hingga ke pekerjaan.

Selalu melihat hidup oranglain yang terlihat sempurna dan membandingkannya dengan hidup kita hanya akan membuat kita banyak mengeluh dan meminta. Yang sadar atau tidak kita sering kali lupa jika masih ada orang yang tidak seberuntung kita. Bersyukurlah untuk hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akuilah bahwa segala yang ada dalam hidup kita adalah hal yang patut untuk disyukuri karena tak semua orang bisa mendapatkan apa yang kita miliki sekarang ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Cinta Tak Perlu Dipaksakan, Jangan Halangi Kebahagiaanmu

Sesuatu yang bersifat sementara, bukan berarti  tak bermakna. Demikian juga dengan sebuah hubungan. Memang sulit sekali untuk menerima kenyataan bahwa suatu hubungan harus berakhir, tapi apakah mempertahankannya menjadi pilihan yang tepat? Apalagi bila kamu tahu hubungan tersebut tidak akan berakhir di jalan yang kamu inginkan.

Jangan Karena Takut Sendiri, Kamu Mempertahankan Hubungan yang Sudah Rapuh

Kembali sendiri lagi setelah lama berpasangan memang tidak menyenangkan. Terbiasa ada yang menemani, memberi perhatian. Tapi bukan berarti karena hal ini kamu harus mempertahankan rasa sakit berada di hubungan yang tidak membuatmu bahagia lagi. Percayalah, bahwa sendiri itu lebih baik daripada berdua tapi tidak bahagia.

Semua Teman-Teman Sudah Menikah, Tapi Aku Putus Lagi..

Pernikahan bukanlah perlombaan. Statusmu bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Bila saat ini waktumu untuk sendiri, maka nikmatilah. Semua orang memiliki masanya masing-masing, akan tiba juga saatmu untuk berbahagia bersama pasanganmu nantinya. Tentunya hal ini harus dimulai dari keberanianmu untuk menghentikan diri memaksakan cinta yang tidak seharusnya lagi dilanjutkan.

Jangan Halangi Dirimu Menemukan Cinta yang Lebih Baik

Saat kamu mati-matian mempertahankan hubungan yang sudah tidak bisa lagi dilanjutkan, kamu sebenarnya menghalangi dirimu untuk kebahagiaan yang lebih baik. Kamu tidak tahu kan, di luar sana ada orang yang siap memberikanmu cinta yang layak kamu dapatkan, hubungan yang akan membuatmu lebih bahagia? Ayo beranikan dirimu, sudahi hubungan yang tidak membuatmu bahagia demi kebahagiaan dirimu sendiri di masa depan.

Kesedihanmu Akan Segera Berganti dengan Kebahagiaan Bila Kamu Berani Memulai Langkah Baru

Tidak mungkin tidak sedih saat mengakhiri suatu hubungan. Semua kenangan yang kamu miliki bersamanya, itu akan tetap ada di hati dan pikiranmu. Tapi biarkanlah itu jadi masa lalumu, nikmati semua kesedihan itu sekarang. Berani memulai langkah baru, maka kesedihanmu akan segera berganti dengan kebahagiaan. Hidup terus berputar, kamu tidak mungkin akan berada di posisi sedih terus menerus. Pelangi akan hadir setelah hujan badai, dan ketika bahagia, kamu akan menyadari kesedihan itu perlu untuk jadi bahan pelajaran di hubungan selanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Bebaskan Dirimu, Mulailah Hidup Tanpa Tergantung Pengakuan Orang Lain

Mencari pengakuan dari orang lain adalah kecanduan yang sangat berbahaya. Hal ini begitu adiktif, dan saat kamu mulai melakukannya, kamu akan ingin mengulanginya lagi dan lagi. Saat kamu butuh pengakuan dari orang lain, kamu memberi nilai pada opini mereka dibanding menghargai dirimu sendiri. Pendapat orang lain jadi lebih penting dari dirimu, dan inilah yang menjadikan hal ini pengalaman yang menyakitkan. Kamu jadi tidak bisa memutuskan apapun dalam hidupmu tanpa mendapat pengakuan dari orang lain. Akibatnya, kamu jadi mengorbankan mimpi-mimpi dan ambisimu demi pengakuan mereka.

Terus Mencari Pengakuan Orang Lain Membuat Dirimu Jatuh ke Lubang Kenegatifan

Akibat terus mencari pengakuan orang lain, kegiatanmu sehari-hari jadi menurun. Kamu malas melakukan hal-hal yang penting, karena takut dan khawatir akan pendapat orang lain mengenai apa yang kamu kerjakan. Ini mencegahmu mencapai hal-hal baik dalam hidup. Bila kamu berhasil mengatasi hal ini, dan melakukan apapun yang kamu sukai tanpa perlu pengakuan dari orang lain, kamu akan merasa lebih bebas. Hidupmu akan terasa lebih ringan, karena kamu akhirnya terlepas dari rasa ingin diakui.

Mulailah Menerima Dirimu Apa Adanya

Mencari pengakuan dari orang lain biasanya diawali dengan kurangnya rasa percaya diri. Selalu merasa dirimu kurang, sehingga butuh pendapat orang lain untuk membuatmu merasa lebih baik. Percayalah, dirimu itu baik apa adanya. Semua keputusan-keputusan yang kamu buat dalam hidup adalah yang terbaik untukmu, dan tidak ada seorangpun yang berhak menghalangimu mencapai yang terbaik, begitu juga dirimu sendiri.

Perlahan, Jalani Hidup Tanpa Perlu Pengakuan dari Orang Lain

Tak perlu terburu-buru. Secara perlahan, kamu pasti bisa memulai kembali hidupmu tanpa perlu pendapat dari orang lain. Ketika membuat keputusan dalam hidupmu, cek sendiri dengan dirimu apakah itu keputusan yang baik, bukan menanyakan kepada orang lain. Ingatlah itu adalah pilihanmu, dan hanya kamu yang berhak untuk memberikan pengakuan untuk dirimu sendiri.

Percayalah, hidup tanpa tergantung dengan pengakuan orang lain akan membuatmu terasa lebih ringan dan bebas. Lambat laun, percaya dirimu akan kembali dan kamu akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top