Spirituality

7 Alasan Kamu Lebih Baik Diam dan Sabar Ketika Dihadapkan dengan Berbagai Ujian Hidup

Sabar merupakan sesuatu yang sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang. Tetapi, jika dilakukan dapat membawa ketenangan hati dan pikiran. Sebenarnya. sabar tidak ada batasnya, tapi manusia lah yang membuat batasan-batasan tersebut. Terkadang, diam adalah tindakan terbaik yang dilakukan saat kita butuh bersabar.

Diam yang dimaksud bukanlah diam tanpa tindakan. Diam yang dimaksud adalah sebagai ‘jeda’ untuk kita rehat sejenak dari memikirkan masalah yang ada, kemudian memikirkan cara selanjutnya untuk menghadapi masalah tersebut.

DIAM MENGAJARKAN KITA UNTUK LEBIH TENANG DALAM MENYELESAIKAN SEGALA MASALAH

Tenang dalam diam adalah salah satu cara untuk menyelesaikan masalah. Terkadang kamu tidak perlu menjadi seseorang yang terlalu aktif ketika ada masalah. Cukup diam, dan pikirkanlah hal yang positif masalah itu datang menghampiri. Dalam diam, kamu bisa merenungkan apa yang menjadi kendalamu dalam menghadapi ujian hidup ini. Diam bukan berarti kalah atau menyerah. Terkadang diam digunakan sebagai salah satu cara untuk memenangkan pertandingan.

BERSABAR ADALAH CARA YANG TEPAT UNTUK MENENANGKAN JIWA DAN MENYEHATKAN RAGA

Bersabar dapat membuat jiwa lebih tenang dan damai. Melalui kesabaran, kita tidak membiarkan diri kita terjerumus dalam sesuatu yang negatif. Sabar membuat kita selalu memandang segalnya dari sisi yang positif. Tak hanya menenangkan, sabar juga dapat membuat raga menjadi lebih sehat dan terjaga. Orang yang mempunyai sifat yang sabar merupakan orang yang bermental kuat, bijaksana, dan menyenangkan. Pikiran yang selalu positif. Pikiran yang positif berdampak pada tubuh yang sehat karena terhindar dari aura-aura negatif yang merugikan.

PERCAYALAH AKAN ADA KEBAHAGIAAN JIKA KAMU MAU BERSABAR

Percayalah ujian hidup ini hanya sementara. Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan umatNya. Selama kamu mau berlapang dada dan ikhlas menerima segala kejadian yang menimpamu, kamu pun akan dapat merasakan bahagia pada akhirnya. Hal ini karena tidak ada ujian hidup yang terlalu lama. Percayalah ada kesenangan setelah kesulitan. Jika kamu mau bersabar, kamu akan merasakan kebahagiaan yang manis. Asal kamu mau bertahan dan tidak menyerah pada keadaan, ujian hidup seberat apapun pasti bisa kamu lewati. Ketika sudah berusaha sangat keras, jangan lupa berdoa pada Tuhan yang Maha Esa, karena hanya usaha yang diiringi doa yang mampu mengubah keadaan.

MASALAH YANG MENIMPAMU ADALAH BAGIAN DARI RENCANA TUHAN, TIDAK ADA RENCANANYA YANG DAPAT MERUGIKANMU

Segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan. Begitupun segala masalah yang menimpamu. Hal tersebut tidak akan terjadi jika bukan karena kehendakNya. Dialah segala pencipta alam semesta. Tidak ada satupun benda meski seukuran semut dapat bergerak jika bukan karena izinNya. Jangan pernah berburuk sangka terhadap kehendak Tuhan. Yakinlah tidak ada rencana Tuhan yang dibuat untuk merugikan umatNya. Dialah Maha Pengatur rencana yang baik. Pasrahkanlah segalanya kepada Tuhan. Kita hanya manusia yang bisa berencana, semua keputusan tetap di tangan Tuhan. Bersabar adalah kunci untuk meraih ridaNya.

KETAHUILAH ORANG-ORANG YANG BERSABAR AKAN MENDAPATKAN BALASAN YANG SETIMPAL

Tuhan menjanjikan pahala bagi orang-orang yang memaafkan dan mau bersabar. Tuhan tidak suka dengan orang yang membalas suatu kejahatan dengan kejahatan lainnya. Tuhan adalah hakim yang paling adil. Serahkanlah semua balasan hanya kepadaNya. Pahala yang berlimpah ditujukan bagi orang-orang yang sabar dan mau memaafkan tanpa adanya rasa ingin membalas dendam pada orang yang telah menjahati atau menghalangimu.

SABAR MENJAUHKANMU DARI PERILAKU TERCELA

Sikap yang sabar akan menjauhkanmu dari iri hati dan benci kepada sesama manusia. Sebaik-baiknya manusia ialah yang tetap menjaga persaudaraan dengan sesame manusia lainnya meski ia telah tersakiti. Jika kamu masih merasa sulit untuk memaafkan, ada baiknya kamu menjauh sejenak. Kemudian dekatilah kembali orang yang menyakitimu dengan perasaan tenang. Karena, jika kamu marah, sikapmu menunjukan kamu kalah. Bersikaplah biasa pada orang yang telah menyakitimu itu. Hatinya pun akan perlahan terbuka setelah melihat tindakanmu yang tetap baik padanya meski ia telah mengkhianatimu. Maka itu bersabarlah. Dengan bersabar, kamu tidak akan melahirkan kebencian lainnya.

BERSABAR AKAN MENAHANMU DARI PERASAAN INGIN BALAS DENDAM

Jika kamu berniat melampiaskan dendam, itu semata hanya untuk kepentingannafsu. Balas dendam hanya membuat dirimu terlihat sama rendahnya dengan orang yang telah melakukan kejahatan padamu. Tapi sebaliknya, jika kamu memaafkan. Tuhan justru akan memberi kemuliaan kepadamu. Sikap memaafkan dapat mewariskan kemuliaan lahir dan batin bagi dirimu maupun orang lain. Tuhan saja memaafkan dosa-dosamu yang telah bertumpuk, masa kamu tidak bisa memaafkan satu orang yang telah melakukan hanya satu kesalahan padamu?

Sesungguhnya banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika kamu mau bersabar. Pilihan kembali lagi ke diri kamu, apakah kamu memilih bersabar dengan diam, atau melampiaskan dendam hanya untuk memenuhi hasrat dan nafsumu?

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:22 pm

    Sesungguhnya Allah swt juga bersama orang-orang yang sabar ….
    sabar juga gak boleh kebablasan …

  2. ibernadi

    June 23, 2017 at 1:44 am

    Ijin nyimak…Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Maafkanlah, Maka Tuhan Akan Memberimu Lebih Banyak Kebahagiaan

Kebahagian dan kesedihan adalah dua hal yang silih berganti menemani kehidupan selama denyut nadi masih ada. Hakeket manusia sebagai makhluk sosial membuatnya harus berinteraksi dengan orang-orang yang berada dilingkungannya. Sayangnya, komunikasi itu tak selamanya mulus. Kadang muncul gesekan yang membuat hubungan jadi renggang.

Sebagai makhluk yang tak sempurna, sesekali manusia memang melakukan kesalahan. Terkadang kamu berada disubjek yang melakukan kesalahan, namun tak menutup kemungkinan kamu menjadi objek penderita atas kesalahan yang dilakukan orang lain. Tak bisa dipungkiri, saat kamu mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari orang lain, kamu akan merasa tidak nyaman. Bahkan bisa saja akan memunculkan rasa sakit hati tak berkesudahan yang bisa berujung pada dendam.

Menyimpan rasa sakit hati dan dendam sesungguhnya hanya akan membuat hati kamu tidak tenang. Bagaimana kamu bisa merasakan damai bila di dalam hatimu tersimpan bara yang sewaktu-waktu bisa membakar kamu? Tidak ingin hal itu terjadi bukan? Maka maafkanlah mereka yang pernah menyaktimu. 4 kebaikan ini hanya akan kamu dapatkan setelah kamu ikhlas memberi maaf.

Tak Ada Gunanya Menyimpan Dendam Dalam hati. Maafkanlah, Agar Kebahagiaan Menghampiri Hidupmu

Dengan memberi maaf berarti kamu telah melepaskan sesuatu yang selama ini menjadi bara dihatimu. Memafkan akan membuat kamu menjalani hidup dengan lapang. Kamu akan merasa lebih ringan melangkah. Dengan hati yang jauh lebih ringan, maka kebahagiaan pun akan lebih mudah diraih. Untuk apa terus menyimpan dendam dalam hati jika hanya menghalangi datangnya kebahagiaan?

Memberi Maaf Berarti Memperbaiki Hubungan. Hidupmu Pun Akan Terasa Damai

Sifat memafkan akan membuat hubungan horizonalmu lebih baik. Tidak memiliki sifat keras kepala dan pendendam akan membuat kamu memiliki banyak teman. Selain itu hubunganmu dengan pasangan akan langgeng. Dengan demikian hidupmu pun akan terasa lebih damai.

Memaafkan Dapat Menghindarkan Kamu Dari Stres. Pikiranmu Pun Jauh Lebih Produktif

Ketika kamu telah ikhlas memaafkan berarti saat itu pula kamu telah melepas rasa sakit hati dan dendam yang membuat pikiranmu tidak tenang. Kamu telah melakuka tindakan tepat. Tak ada gunanya memang menyimpan amarah dalam hati. Tidak hanya hati kamu yang akan merasa lelah, tubuh kamu juga turut merasakan imbasnya.  Bukankah tak ada gunanya mengingat-ingat hal yang telah berlalu? Apalagi bila hal itu hanya membuatmu tak nyaman.

Amarah Akan Membuat Tubuhmu Harus Bekerja Lebih Keras. Demi Kesehatanmu Maka Maafkanlah

Amarah membara yang disimpan akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Aliran darah meningkat, otot menegang dan muncul keringat berlebihan. Memendam amarah hanya akan memberikan pengaruh negatif pada tubuhmu. Bahkan bisa mengakibatkan kamu sakit. Memaafkan akan membuat kamu merasa jauh lebih baik. Tentu kebaikan tersebut hanya akan kamu dapatkan setelah kamu benar memaafkan dengan hati.

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:22 pm

    Sesungguhnya Allah swt juga bersama orang-orang yang sabar ….
    sabar juga gak boleh kebablasan …

  2. ibernadi

    June 23, 2017 at 1:44 am

    Ijin nyimak…Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Tak Perlu Merasa Bersalah Untuk Melakukan 5 Hal Ini Jika Memang Bisa Membuatmu Nyaman

Kebanyakan orang merasa cemas terhadap segala hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan. Seperti merasa bersalah karena telah melakukan hal yang tidak banyak dilakukan oleh orang-orang. Banyak orang yang masih merasa takut jika melakukan hal yang diluar kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Takut dianggap aneh, menyalahi aturan, dan sebagainya.

Padahal kamu pun berhak memutuskan dan menentukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Selama masih dalam batas kewajaran dan tidak melanggar hukum yang berlaku, sebenarnya sah-sah saja. Setiap orang punya hak untuk bebas dalam berpendapat dan berperilaku.

Jika kamu sering melakukan 5 hal di bawah ini, sekarang saatnya untuk berhenti merasa cemas dan bersalah!

Tiap Orang Butuh ‘Me Time’ Dan Tidak Ingin Diganggu Oleh Siapa Pun

Jangan pernah merasa bersalah jika lagi ingin sendirian atau butuh ‘me time’ untuk diri sendiri. Tidak perlu merasa tidak enak ketika teman mengajak untuk berkumpul tetapi kamu tidak ingin melakukannya karena sedang butuh waktu untuk sendiri.

Tak perlu sungkan menolak ajakan teman, jika kamu butuh waktu sendirian. Katakan pada mereka kamu akan ikut bergabung di lain waktu. Melakukan ‘me time’ memang sesekali diperlukan untuk bisa terhindar dari stres atau rutinitas sehari-hari. Jangan sampai ada seorang pun bahkan teman terdekatmu mengganggu ritual ‘me time’ ketika kamu sedang membutuhkannya.

Selektif Dalam Pertemanan Dan Tidak Lagi Berhubungan Dengan Orang-orang Tertentu

Setiap orang berhak menentukan siapa saja yang akan menjadi temannya. Selektif dalam memilih teman itu perlu agar kita tidak terjebak dalam hal-hal yang negatif. Jadi, jika kamu terpaksa mengeliminasi atau tidak ingin berhubungan lagi dengan beberapa orang tertentu, itu adalah hak sepenuhnya.

Terkesan kejam dan menyeramkan ya? Tapi tidak perlu merasa bersalah, kamu melakukan ini bukan hanya demi kepentingan kamu sendiri, tetapi juga demi kepentingan hidupnya. Kalau memang sudah tidak cocok lagi berteman atau saling bekerja sama, untuk apa lagi berhubungan? Untuk apa berhubungan jika saling membenci?

Mengatakan Tidak Pada Sesuatu Yang Tak Ingin Kamu Lakukan

Jangan merasa bersalah karena kamu mengatakan tidak atau menolak tawaran pekerjaan karena kamu memang tidak mau melakukannya. Totalitas dan ketulusan akan lebih terwujud dan terlaksana saat benar-benar diinginkan.

Banyak orang sukses berani mengatakan tidak pada segala hal, daripada harus melakukan sesuatu yang tidak bisa dikerjakannya. Jangan takut dianggap orang yang jahat karena menolak suatu tawaran dari orang lain. Kamu hanya akan menyesal dan merasa tidak nyaman jika menerima tawaran yang sebenarnya tidak bisa kamu lakukan.

Merasa Mempunyai Kemampuan Dibidang Tertentu

Setiap orang dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, jika kamu punya bakat khusus tertentu jangan merasa minder! Pelihara dan kembangkan kemampuan alami yang ada di dalam dirimu!

Jangan pernah merasa sungkan karena kamu lebih baik dibanding orang lain. Jika ada yang iri padamu, acuhkan saja mereka. Mereka yang iri pada kelebihan dirimu sebenarnya adalah orang yang tidak mampu.

Saat ini masih banyak orang yang malu mengeluarkan atau menunjukan kemampuan yang dimilikinya di depan umum. Ini dikarenakan karena takut kemampuan atau kelebihannya dicemooh oleh orang lain, tidak disukai oleh orang lain, atau karena tidak percaya diri. Tunjukkan kemampuanmu! Yakinkan diri bahwa kelebihan yang kamu miliki bukanlah suatu kesalahan!

Mati-matian Mempertahankan Pendapat Yang Kamu Yakini Benar

Seseorang biasanya dibenci karena terlalu memegang teguh pendapat yang diyakininya. Seorang yang mempertahankan pendapatnya seringkali dianggap keras kepala dan berpikiran tidak terbuka. Kamu tidak perlu merasa bersalah jika orang lain tidak menyetujui pendapatmu. Orang yang berbeda pendapat itu biasa, karena itulah perbedaan.

Jika ada orang lain yang tidak suka karena kamu terlalu kekeuh mempertahankan pendapatmu, biarkan saja. Toh, pendapatmu juga tidak mengganggu mereka.

 

Bagaimana, apakah kamu pernah merasa bersalah saat melakukan hal-hal di atas? Jika iya, sebaiknya nukai sekarang kamu tidak perlu merasa bersalah lagi. Karena sebenarnya hal-hal di atas adalah hal yang umum terjadi dan banyak orang yang melakukannya.

Kamu bebas berekspresi dan menentukan jalan hidupmu sendiri. Intinya, kamu tidak perlu takut jika berbeda dengan orang-orang yang ada di sekelilingmu.

Percaya diri dan yakin bahwa tindakanmu ini tidak melanggar aturan apa pun akan membuatmu tidak ragu-ragu lagi dalam mengambil sikap. Yuk jadi diri sendiri mulai dari sekarang!

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:22 pm

    Sesungguhnya Allah swt juga bersama orang-orang yang sabar ….
    sabar juga gak boleh kebablasan …

  2. ibernadi

    June 23, 2017 at 1:44 am

    Ijin nyimak…Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Sekalipun Untuk Kebaikan, Kebohongan Tetap Saja Merugikan Dan Tak Bisa Dibenarkan

Ketika kita menyadari bahwa tidak selalu apa yang diinginkan sesuai dengan ekspetasi yang selama ini menghiasi angan. Sama halnya dengan kenyataan yang tidak selalu menyenangkan. Pada dasarnya kita tahu akan hal itu, tapi ego hati tetap saja tidak bisa menerima, menghindari sebisa mungkin rasa sakit yang ada. Menyenangkan hati sebisa mungkin sekalipun memungkiri kenyataan dan kebenaran.

Kita sadar jika tidak ada satu orang pun ingin bersedih atau bahkan merasa tersakiti. Rasanya karena kesadaran akan hal itu membuat kita juga tidak ingin menyakiti siapa pun dengan kenyataan yang tidak menyenangkan, atau bahkan ingin menutupi segala kesalahan yang diperbuat sehingga kebohongan menjadi salah satu jalan dan menjadi sebuah pembenaran.

Berbohong untuk kebaikan menjadi salah satu alasan untuk kita membenarkan perbuatan itu, lalu akankah yang kita lakukan memang benar-benar baik, dan apakah semua hal yang ditutupi oleh kebohongan akan menjadi lebih baik?

Segala Hal Besar Dimulai Dari Hal Kecil, Begitu Juga Dengan Sebuah Kebohongan

Istilah kecil-kecil menjadi bukit rasanya menyenangkan jika hal itu adalah suatu hal yang memang baik. Tetapi apa jadinya jika ternyata hal itu adalah sebuah penyakit ganas, yang perlahan tetapi pasti menggorogoti tubuh kita tanpa disadari. Rasanya sebuah kebohongan sama halnya dengan penyakit ganas, tidak terdeteksi dan dimulai dari hal kecil kemudian bisa kapan saja menghancurkan hidup dalam waktu sekejap.

Dari kebohongan kecil, yang ternyata membantu kita untuk menutup kesalahan dan memang mendapatkan respon yang baik dari sebuah kebohongan kecil. Membuat kita semakin menutupi kebohongan kecil itu dengan kebohongan yang lainnya hingga menjadi sebuah kesalahan yang tak terkendalikan. Membuat kita menjadi terlena hanya karena ingin menyenangkan orang lain dan menutupi kekurangan diri atas ketidaksempurnaan sebagai manusia

 

Bukankah Kebahagiaan Itu Diciptakan Diri Sendiri, Lantas Apa Dengan Berbohong Hidupmu Benar-benar Bahagia?

Bahagia itu bisa hadir dari hal-hal kecil dan sederhana, mensyukuri segala pemberian Tuhan dengan penuh penerimaan untuk segala rasa, bahagia atau bahkan sedih. Rasanya hal-hal yang tersebut menjadi dambaan bagi setiap jiwa yang masih merasakan hidup, ketenangan hati akan setiap detik yang dijalani tanpa merasa bersalah akan hal apa pun, karena menyadari semua adalah ketetapan-Nya.

Dan untuk sebuah ketidakjujuran, apakah benar-benar bisa membahagiakan diri? Mungkin bisa menyembunyikan sementara, tetapi apa hatimu akan merasa tenang dan terhindar dari perasaan bersalah karena menutupi kesalahan dengan kesalahan lainnya yang terlihat seolah benar. Ketika mempertahankan suatu yang salah untuk tetap menjadi sebuah kebenaran kegelisahan dan khawatir akan terus menyelimuti sampai kapan pun dan berakhir menyedihkan karena diri jauh dari ketenangan jiwa.

 

Lalu Apa Yang Akan Terjadi Bila Seseorang Tahu Telah Dibohongi? Akankah Semua Tetap Sama Atau Menjadi Lebih Buruk Dari Sebelumnya

Apa yang terlintas didalam benak, saat menyebutkan apa yang membuat manusia satu dan lainnya berhubungan baik untuk waktu lama? Jika salah satu jawabannya adalah sebuah kepercayaan, lalu apa jadinya jika kepercayaan tersebut dirusak oleh sebuah kebohongan yang terbongkar. Tentu hanya akan berujung pada kekecewaan dan kemarahan.

Jika memang benar berbohong demi kebaikan itu tak masalah, lalu mengapa semua orang merasa marah saat mengetahui dirinya dibohongi? Jika memang benar kebohongan menyelamatkanmu, lalu apa benar-benar menyelamatkanmu dari masalah yang lebih besar ketika mereka yang kita bohongi tahu akan sebuah kebenaran yang ditutupi oleh kebohongan.

Seandainya berbohong itu tidak merugikan, maka semua orang akan bahagia dan baik-baik saja saat tahu dirinya dibohongi oleh orang lain dan orang yang melakukan kebohongan akan bahagia dan  tak merasa bersalah.

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:22 pm

    Sesungguhnya Allah swt juga bersama orang-orang yang sabar ….
    sabar juga gak boleh kebablasan …

  2. ibernadi

    June 23, 2017 at 1:44 am

    Ijin nyimak…Kesabaran itu ada dua macam: sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top