Inspiration

5 Kemampuan Ini Akan Hilang Jika Kamu Bekerja Hanya untuk Uang

Apa yang biasanya kamu cari ketika melihat iklan lowongan pekerjaan? Hal yang paling pertama dilihat dan dicari ketika terpampang iklan lowongan pekerjaan di depan mata adalah soal gaji. Tidak dipungkiri, di tengah kebutuhan pokok yang harganya selalu naik, banyak orang yang berlomba-lomba mencari penghasilan setinggi mungkin.

Meski pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan bidang yang selama ini ditekuni atau tidak sesuai dengan passion, asal gaji yang ditawarkan sesuai harapan bahkan melebihi ekspektasi, banyak orang yang akhirnya menerima pekerjaan tersebut. Tetapi, kebanyakan ambisi untuk memperoleh penghasilan yang tinggi ternyata tidak selamanya berujung baik. Kamu akan Kehilangan beberapa kemampuan penting yang seharusnya bisa kamu dalami, jika orientasimu hanya bertumpu pada uang.

KARENA HIDUPMU HANYA BERTUMPU PADA UANG, KAMU MELUPAKAN KEMAMPUAN DIRIMU YANG SEBENARNYA

Ketika dirimu hanya berharap pada penghasilan yang tinggi, dan berharap bisa hidup makmur dengan uang yang kamu dapatkan, nyatanya kamu melupakan hal yang paling penting yang tidak kamu sadari. Hal tersebut adalah kemampuan untuk menghargai diri sendiri. Kamu hanya fokus pada bagaimana caranya menghasilkan uang yang banyak secepat mungkin. Padahal banyak talenta yang kamu miliki, tetapi kamu tidak mau mengembangkannya. Kamu menganggap saat ini uang adalah hal yang paling penting. Soal kemampuan, masih bisa diasah nanti ketika sudah punya uang yang banyak.

Tidak ada yang tahu kapan “nanti” itu datang. Terkadang seseorang akan melupakan janji yang ia buat sendiri ketika sudah terlena dengan kekayaan harta.

PIKIRANMU HANYA MEMIKIRKAN TENTANG UANG HINGGA KEMAMPUAN UNTUK BERKEMBANG LEBIH JAUH KAMU ABAIKAN

Butuh proses bagi seseorang untuk berkembang lebih jauh dan lebih baik lagi. Kamu tidak akan menjadi orang hebat hanya dalam waktu yang singkat. Dalam hidup, kamu harus menjalani tahapan demi tahapan, selangkah demi selangkah agar bisa menjadi orang yang sukses. Tapi, begitu tujuan hidupmu hanya berfokus pada uang. Di saat yang bersamaan, kamu akan lupa betapa pentingnya kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Pikiranmu hanya berfokus pada bagaimana caranya  memiliki uang, urusan perkembangan menjadi pribadi lebih baik itu urusan belakangan. Kamu hanya berpikir segalanya akan turut lebih baik jika mempunyai banyak uang.

DALAM HIDUPMU, HAL YANG TERPENTING ADALAH PUNYA BANYAK UANG. KAMU SAMPAI LUPA CARA UNTUK MENIKMATI HIDUP YANG SEBENARNYA

Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan uang. Percuma jika kamu punya banyak uang tapi malah sakit-sakitan. Uangmu yang banyak itu hanya akan habis untuk pergi ke rumah sakit dan membeli obat-obatan yang tidak enak rasanya. Percuma punya gaji selangit, tapi sebenarnya batinmu tersiksa karena sama sekali tidak bisa menikmati dan mencintai pekerjaanmu yang kamu sekarang. Hidup banyak uang tapi tidak pernah tenang. Kamu selalu gelisah uangmu akan hilang dicuri orang. Lebih baik punya harta yang cukup tapi hati damai dan pikiran tenteram.

KAMU LUPA UNTUK BERSYUKUR KARENA SELAMA INI KAMU KERJA HANYA UNTUK UANG

Kemampuanmu untuk bersyukur pun perlahan memudar dan hilang begitu kamu mendapatkan uang dengan jumlah yang melebihi ekspektasimu. Percayalah, ketika hidupmu hanya fokus pada uang maka bersiaplah untuk kecewa. Kamu tidak pernah puas dengan apa yang kamu miliki sekarang karena kamu tidak pernah bersyukur. Walaupun punya gaji Rp20 juta per bulan, kamu masih saja merasa kekurangan. Kenapa? Karena kamu tidak tahu arti bersyukur.

Ingatlah, bahwa uang bersifat fana atau semu. Uang akan habis sewaktu-waktu jika kamu tidak bisa mengelolanya dengan baik. Untuk itu, jangan biarkan dirimu jadi budak uang. Jangan biarkan waktumu habis hanya untuk mencari uang. Gunakanlah kesempatan yang ada untuk memperbaiki kualitas diri. Hidupmu terlalu singkat jika hanya dipakai untuk memburu uang semata.

KAMU LUPA BAHWA BERGAUL DENGAN ORANG SUKSES JAUH LEBIH PENTING DARIPADA BERKAWAN DENGAN ORANG YANG HANYA GILA HARTA

Seorang motivator bernama Jim Rohn berkata, bila kamu suka mengejar uang, kemudian bersahabat dengan orang yang sama hanya akan membuat kecintaan pada uang makin menjadi-jadi. Hal itu sebabnya, kamu tidak disarankan untuk berteman atau bergaul dengan orang yang setipe dalam hal yang negatif. Kenapa? Ketika kamu bergaul dengan sesama penggila harta, maka obsesimu untuk menjadi kaya akan semakin menjadi-jadi, dan kamu tidak akan pernah berhenti melakukan hal tersebut.

Bergabunglah bersama orang-orang yang sukses, meski dengan harta yang tidak banyak. Bersama orang-orang yang sukses pikiranmu akan lebih maju, lebih berarti, serta wawasanmu akan lebih terbuka karena orang sukses terbiasa berpikir kreatif dan tak pernah berhenti menjadi inovatif.

Daripada kamu hanya memikirkan uang, lebih baik kamu perkaya dirimu dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak akan habis sampai kamu mati. Ilmu pengetahuan akan membuatmu tetap kaya meski sudah tua nanti. Beda dengan uang, yang hanya membuatmu kaya sesaat. Ketika habis, hanya akan menyisakan penderitaan.

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:45 pm

    terkadang memang kita lupa tujuan utama dari kehidupan ini apa bagi kita …

    • catur

      February 24, 2018 at 12:43 pm

      Artikel yang luar biasa..
      ijin share:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiration

Untukmu yang Sulit Berpikir Positif, Cobalah Melakukan Hal-hal Sederhana ini!

http://trivia.id/post/jadi-bahagia-setiap-saat-yuk-latih-diri-selalu-berpikir-positif

Berpikir positif nyatanya tak hanya mambawa kebaikan untuk mood dan pikiran, tetapi juga bagi kesehatan. Membisakan diri berpikir positif memang akan memberikan dampak baik terhadap kesehatan fisik dan mental. Bila melihat manfaatnya yang begitu besar, tidaklah mengherankan jika kita pun ingin membiasakan diri untuk berpikir positf.

Pada kenyatannya, berpikir positif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada saja pengaruh dan godaan yang membuyarkan pikiran baik. Kalau sudah begini alih-alih memiliki pikiran yang positif, rasa khawatir dan cemas yang berlebihan malah akan semakin dalam meracuni pikiran. Tentu saja kondisi seperti itu tidak bisa terus-menerus dibiarkan. 11 tips dibawah ini akan membantu kamu untuk memiliki dan terus mempertahankan pikiran positif.

Ingat Selalu pada Tuhan Akan Membawa Ketenangan untuk Hidupmu

Mengingat Tuhan bisa membantu menguatkan mental yang lemah. Berusahalah untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Kamu bisa mendekat pada Tuhan dengan melakukan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya. Mengingat Tuhan akan membuat kamu menjalani kehidupan dengan lebih positif. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, akan kamu maknai sebagai hal terbaik yang memang telah digariskan Tuhan untukmu. Kalau sudah begini kamu pun akan lebih bisa menikmati setiap fase hidup sebagai tantangan yang harus dinikmati dengan pikiran positif.

Dekat dengan Orang-orang yang Positif Dapat Mengubah Pola Pikirmu Menjadi Positif Pula

Bergaul dengan orang-orang positif akan memberikan pengaruh baik pada pola pikirmu. Memang efeknya tak bisa dirasakan secara instan. Namun berteman dengan orang-orang yang memiliki pola pikir positif, lambat laun akan mengubahmu menjadi orang dengan pikiran baik. Kamu hanya perlu membuka diri. Bukankah kebaikan itu memang layak untuk diakrabi?

Tersenyum Dapat Memberikan Energi Positif untuk Kamu dan Orang-orang di Sekitarmu

Tersenyum rasanya tak akan membuat kamu rugi. Bahkan tersenyum bisa memberikan energi postif pada dirimu sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Tersenyum juga akan membuat kamu disukai banyak orang. Ketika kamu tersenyum pada orang lain, mereka pun juga akan membalas senyumanmu. Dari pola inilah akan terbentuk cara pandang positif kamu pada orang lain.

Berani Bertanggung Jawab Terhadap Tindakan yang Kamu Lakukan Akan Membentukmu Menjadi Pribadi yang Berpikiran Positif

Untuk memiliki pikiran positif, belajarlah untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Selalu lari dari tanggung jawabmu tak akan mengubah hidupmu jadi lebih baik. Jangan segan untuk mempertanggungjawabkan kesalahan yang memang kamu lakukan. Melimpahkan kesalahan pada orang lain sama sekali bukan tindakan yang baik.

Berhenti menempatkan dirimu sebagai korban yang harus dikasihani. Bila pola pikir kamu seperti itu, akan sulit untuk memiliki cara pandang positif. Bangkit dan hadapi hidup dengan berani. Bertanggung jawab terhadap kesalahan yang kamu lakukan akan membuatmu belajar dari masa lalu. Kamu pun akan dipaksa untuk berpikir positif dan tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.

Jangan Segan untuk Berbuat Baik! Berbagi Tidak Akan Membuatmu Rugi

Berbuat baik pada orang lain akan membantumu mendapatkan pikiran positif. Menjadi sukarelawan di komunitas sosial akan memberi kamu kesempatan untuk mengubah pola pikir. Bukan hanya sibuk menghitung apa yang belum kamu punya, menjadi sukarelawan akan memberimu pengalaman berinteraksi langsung dengan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Kalau sudah begini pandanganmu terhadap hidup pun akan berubah. Kamu pun bisa terbantu untuk berpikir positif.

Dengan Membaca Hal yang Baik Itu Artinya Kamu Sedang Menebar Kebaikan pada Pikiranmu

Awalilah hari dengan membaca hal yang dapat menguatkan pikiran positif. Kamu dapat membaca kitab suci, buku pengembangan diri, atau kisah-kisah inspiratif yang membuatmu kian optimis menghadapi hari. Lakukan hal ini saat mengawali hari dan menjelang tidur. Jadikan ini sebagai rutinitas dalam hidup kamu.

Hilangkan Pikiran Negatif dan Gantilah Dengan Hal Positif

Belajar mengenali pikiran negatif dalam diri kamu akan lebih membantumu memiliki pola pikir positif. Belajarlah untuk mengganti pikiran yang kelewat negatif dengan pikiran positif. Kamu tidak akan bisa berpikir positif, bila masih dikuasi oleh pikiran negatif. Kelewat menghakimi diri sendiri juga tidak bagus untuk kesehatan mentalmu. Seringkali kata-kata yang memiliki muatan “tidak pernah” dan “selalu” adalah sinyal bahwa hal itu tidak benar. Buatlah pikiranmu lebih realistis agar tidak selalu dihantui dengan hal negatif.

Tetapkan Tujuan Agar Kamu Menjalani Hidup Dengan Antusias

Tentukan tujuan hidupmu. Jadilan bos untuk dirimu sendiri. Dengan menetapkan tujuan hidup kamu pun akan jadi kian terarah. Memiliki mimpi akan membuatmu menjadi pribadi yang tak mudah menyerah saat menemui kendala. Dengan begini kamu pun bisa menjalani hidup dengan semangat dan antusias. Kamu pun bisa menjadi orang yang berkembang.

Tanamkan pada Dirimu Sendiri Bahwa Berpikir Negatif Tidak Ada Manfaatnya. Bahkan Bukan Tak Mungkin Bisa Menjadi Kenyataan!

Berpikir negatif tak hanya membuatmu mudah cemas, seringkali pikiran yang negatif akan berefek buruk juga. Begitu besarnya efek pikiran yang bisa berimbas pada kehidupan nyata. Luangkan waktu untuk membuat daftar yang berisi akibat-akibat berpikir negatif. Mungkin diwaktu-waktu sebelumnya kamu juga pernah menerima akibat yang kurang menyenangkan dari efek berpikir negatif. Daftar tersebut akan mengingatkanmu untuk tak lagi berpikir negatif. Bukankah segala sesuatu yang dihadapi dengan pikiran positif itu akan lebih terasa menyenangkan?

Jangan Segan Untuk Memberikan Pujian pada Orang Lain!

Memuji orang lain akan membantumu berpikir positif. Lakukan dengan tulus dan apa adanya. Tidak saja membuat kamu terlihat baik di mata orang lain, tidakkah segala hal yang dilakukan dengan tulus itu selalu membawa kebahagiaan? Memberi pujian juga akan membiasakan diri kamu untuk melihat hal positif dari orang lain. Ini membuat pikiran kamu terus positif dalam menilai seseorang.

Setiap Hari Buatlah Daftar Hal-hal yang Harus Disyukuri, Dengan Begini Kamu Akan Lebih Mensyukuri Hidupmu

Mulai saat ini biasakan diri untuk menulis daftar hal-hal yang patut disyukuri setiap harinya. Dengan melihat daftar tersebut akan membantu kamu untuk mulai berpikir positif. Kamu akan menyadari bahwa begitu banyak hal-hal membahagiakan yang ada dalam hidupmu. Tentu saja hal ini akan membantumu fokus pada apa yang telah kamu miliki. Kalau sudah begini, rasanya tak sulit lagi untuk bisa berpikir positif.

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:45 pm

    terkadang memang kita lupa tujuan utama dari kehidupan ini apa bagi kita …

    • catur

      February 24, 2018 at 12:43 pm

      Artikel yang luar biasa..
      ijin share:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Spirituality

Meskipun Ingin Sendiri, Nyatanya Hidup Tak Pernah Bisa Sendirian

Hiruk pikuk, keramaian terkadang membuat diri merasa lelah. Rasanya hidup semakin penat ketika harus menghadapi keramaian, tak jarang harus bermanis ria serta berlemah lembut kepada orang-orang sekitar. Sedangkan hati tak bisa dipungkiri, rasanya ingin melakukan segala hal sendiri. Tanpa ada orang lain, namun jika dipikirkan lagi, sulit rasanya untuk melakukan hal tersebut.

Terbesit tanya dalam hati mengapa Tuhan harus menciptakan manusia yang tidak bisa sendiri, mengapa harus ada orang lain? Tidak bisakah kita benar-benar mandiri, tanpa harus ada campur tangan orang lain? Apa memang benar-benar kita tidak bisa hidup seorang diri. Kalau memang demikian, apa yang akan didapat jika memang manusia membutuhkan satu sama lain?

Pelajaran yang Paling Sulit Adalah Tentang Hidup, dan Bisa Kamu Dapatkan Jika Berteman

Ketika anak kembar saja tidak memiliki kesaman yang mutlak, maka itu juga berlaku bagi seluruh manusia. Disaat setiap manusia dituntut menjadi pribadi yang lebih baik, namun tidak ada satu pun sekolah untuk diri. Mungkin itu salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakkan orang lain untuk ada di dalam hidup kita.

Dari mereka segala hal bisa kita alami, bagaimana cara berkomunikasi yang baik, menghargai orang lain, tidak menjadi sosok yang mengerikan dengan segala keegosentrisannya, serta kita bisa menjadi seseorang yang bisa mengatur emosi untuk mencapai suatu kestabilan diri dengan alam serta isinya.Banyak hal yang bisa membuatmu merasa lebih baik atau harus lebih baik lagi, jika bukan dari orang lain kamu tidak akan mengetahui hal itu.

Karena Dunia itu Luas, Butuh Orang Lain untuk Membantumu Melihatnya

Nyatanya ketika diri sendiri ini ingin melihat dunia seperti apa, kita tak mungkin untuk melakukannya sendiri. Bahkan mungkin seumur hidup masih kurang rasanya untuk melihat dunia yang sesungguhnya. Dan disaat seperti itu kamu membutuhkan orang lain untuk bisa melihat dunia, dunia yang bukan hanya terdiri dari daratan dan lautan, maupun bumi dan langit.

Namun, dunia yang lebih dalam lagi adalah perihal pandangan dirimu untuk melihat segala sesuatu. Entah itu mudah atau sulit, anugerah atau masalah, orang lain akan membantumu melihat, menilai sesuatu itu dengan banyak sudut pandang. Sehingga kamu bisa menilai dengan lebih bijaksana dan sadar bahwa duniamu sebenarnya lebih luas dari perkiraanmu.

Pada Nyatanya Sendiri itu Sejalan dengan Sepi, Tuhan Yang Maha Baik Tidak Ingin Dirimu Sendiri

Ketika Adam tercipta, Tuhan tidak pernah berpikir untuk menciptakan sosok Hawa pada awalnya. Namun, Adam yang merasa sendiri, menganggap hidupnya tidak menyenangkan dan membosankan meskipun semuanya serba ada. Sehingga Tuhan memberikan seorang teman untuknya, tidak hanya menemani namun juga untuk berbagi.

Meskipun sendiri itu menenangkan tetapi tidak selalu menyenangkan. Bukan situasi dan lingkungan yang mempengaruhi apakah seseorang tersebut merasa kesepian atau tidak, melainkan adakah orang lain yang bisa diajak untuk menghilangkan kesepian dijiwa. Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa seseorang membutuhkan orang lain lagi. Jiwanya membutuhkan seseorang yang bisa diajak bicara dan berbagi banyak hal. Teman yang bisa diajak tertawa sekaligus menghadapi dunia bersama.

Tuhan selalu punya alasan mengapa hidupmu dibuat sedemikian rupa, meskipun ego diri kerap kali menutup mata hati untuk melihatnya. Disaat sendiri memberikan ketenangan, namun bersama orang lain juga memberikanmu kesenangan. Bukankah hidup yang indah itu disaat semuanya bisa seimbang untuk jiwamu dan juga untuk sekitarmu?

 

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:45 pm

    terkadang memang kita lupa tujuan utama dari kehidupan ini apa bagi kita …

    • catur

      February 24, 2018 at 12:43 pm

      Artikel yang luar biasa..
      ijin share:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Life

Mereka yang Sering Curhat Tentang Masalahnya di Sosial Media, Antara Ingin Dapat Solusi atau Cari Sensasi

Hidup yang kita jalani memang tidak akan lepas dari yang namanya masalah. Hal itu bisa saja memengaruhi suasana hati kita. Misalnya saat tengah terjebak macet dijalan, hujan atau banjir hingga ke masalah-masalah lain yang bisa menghampiri kita kapan saja.

Kita butuh ruang yang bisa membantu kita untuk bisa berekspresi akan tetapi karena keterbatasan ruang sosial yang ada di sekeliling kita, sosial media jadi satu-satunya wadah yang bisa menampung semua keluh kesah. Hal ini mungkin bisa melegakan hati, tapi akan selalu ada plus dan minus dari setiap perbuatan, termasuk dari curhat di media sosial. Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kita mengetahui plus minus curhat di media sosial.

Tentu Ada Alasan Dari Setiap Pilihan, Begitu Juga Dengan Mereka yang Sering Curhat di Media Sosial

Beberapa orang mungkin akan memilih curhat atau bercerita dengan orang yang memang telah dikenalnya dengan baik, tapi sebagiannya lagi memilih untuk curhat di media sosial, dimana semua orang dari belahan dunia mana pun bisa melihat isi curhatannya tersebut.

Hal ini pun bisa disebabkan oleh beberapa alasan, yang salah satunya mungkin dia tidak memiliki orang yang bisa dipercaya atau takut bertatap muka secara langsung ketika ingin bercerita. Memang terdengar masuk akal tapi apakah harus di media sosial? Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan jika hanya untuk sekedar mencurahkan semua isi hati kita. Salah satunya lebih banyak berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, yang tentu akan jauh lebih menenangkan hati.

Bagi Sebagian Orang, Hal Itu Menjadi Caranya Mengekspresikan Diri

Dr. Ida Ruwaida, Seorang sosiolog dari Universitas Indonesia, mengatakan bahwa “Sedikitnya ruang sosial yang makin terbatas dan ikatan emosional yang rendah terutama di kota-kota besar menimbulkan perubahan dalam pola interaksi masyarakat. Akhirnya, teknologi digital menjadi alat untuk menyalurkan emosi alias katarsis lewat media sosial”.

Selain itu faktor internal yang dialami oleh seseorang juga menjadi salah satu penyebabnya, misalnya mereka tidak bisa menyampaikan perasaannya pada lingkungan sekitanya dan memilih untuk curhat di sosial media yang mereka anggap sudah menjadi teman baru yang akan menerima semua keluh kesahnya. Tapi kita perlu ingat bahwa dunia media sosial mempunyai kulturnya sendiri. Alih-alih ingin curhat dan mendapat perhatian, bisa saja kita malah mendapat masalah baru.

Lalu Apa Sebenarnya yang Menjadi Tujan Ketika Memilih Curhat Di Media Sosial, Solusi Atau Malah Sensasi?

Sebelum memilih untuk mencurahkan isi hati di media sosial, seharusnya kita bisa berpikir ulang apa sebenarnya tujuan kita melakukannya. Meski sebagian orang akan berkata bahwa mereka hanya ingin mencari solusi untuk masalahnya, namun tak sedikit pula orang melakukannya hanya demi sebuah sensasi yang membuatnya menjadi pusat perhatian.

Jika kita berada pada pihak yang sedang curhat, mungkin akan ada ketenangan jiwa setelah melakukannya, tapi pernah kita berpikir bagaimana jika kita berada pada pihak yang tiba-tiba disuguhi curhat panjang lebar yang terkesan tidak penting diberanda media sosialmu? Ini tentu akan sangat mengganggu, bukan?

Pada Kenyataannya, Semua Hal yang Dilakukan Di Media Sosial Akan Mencerminkan Kepribadian Seseorang

Terlepas dari semua alasan yang sering mendorong kita untuk memaparkan masalah di sosial media, sadar atau tidak sebenarnya kita sedang menjelaskan jati diri kita sendiri. Jika sosial media kita dihiasi dengan postingan-postingan positif yang berguna, feedback yang kita dapatkan juga pasti akan baik pula. Tapi jika kita hanya mengisi media sosial sebagai tempat untuk curhat panjang lebar yang terkesan berlebihan, alih-alih jadi peduli, orang lain justru akan  berpandangan negatif terhadap kita. Jadi masih mau curhat berlebihan di media sosial?

Pahamilah, Curhat di Media Sosial Bukan Pilihan Terbaik

DR Rose Mini AP, M.Psi, seorang psikolog dari Universitas Indonesia, mengatakan akan lebih baik “Selagi masih punya teman bicara, bicaralah pada (orang) yang nyata. Jangan di dunia maya”. Mestinya kita pun bisa belajar dari sekian banyak kasus curhat di media sosial yang berujung kepada pertengkaran, sebab banyak menerima respon buruk dari komentar orang lain.

Hal itu  sekaligus membuktikan bahwa curhat di media sosial bukanlah solusi terbaik. Menghindari teknologi informasi tentu tidak bisa dilakukan, Sebaliknya ambillah sisi positifnya, misalnya, media sosial membuat kita bisa bertemu kembali dengan teman lama. Karena tak satu pun manusia di muka bumi ini yang tak punya masalah, berhenti curhat berlebihan di media sosial.

 

2 Comments

2 Comments

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 17, 2017 at 4:45 pm

    terkadang memang kita lupa tujuan utama dari kehidupan ini apa bagi kita …

    • catur

      February 24, 2018 at 12:43 pm

      Artikel yang luar biasa..
      ijin share:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top